BerandaEntertainmentLifestyleJF3 Dorong Transformasi Hartono Gan dari Made-to-Order ke Ready-to-Wear Retail

JF3 Dorong Transformasi Hartono Gan dari Made-to-Order ke Ready-to-Wear Retail

JAKARTA – METROPAGINEWS.COM || Melalui Future Fashion Award (FFA) yang tahun ini berkembang menjadi Future Fashion Designer, JF3 mempertegas perannya dalam membentuk talenta fashion Indonesia yang tidak hanya kuat secara kreatif, tetapi juga siap memasuki ekosistem industri yang lebih luas. Selasa (5/5/2026)

JF3 Fashion Festival kembali menegaskan posisinya bukan hanya sebagai panggung presentasi karya, tetapi sebagai ekosistem yang secara aktif membentuk masa depan fashion Indonesia. Hal ini tercermin dalam peluncuran koleksi ready-to-wear perdana Hartono Gan, yang digelar di LAKON Store, Summarecon Mall Kelapa Gading, pada 25 April 2026.

Dalam presentasi ini, Hartono Gan menampilkan 16 article yang siap dimiliki publik, menandai langkah penting dari format made-to-order menuju ready-to-wear retail. Peralihan ini bukan sekadar perluasan lini produk, melainkan penanda kesiapan brand untuk bergerak ke sistem yang lebih terstruktur, lebih terukur, dan lebih dekat dengan pasar.

Peluncuran ini juga memperlihatkan bagaimana JF3 menerjemahkan tema JF3 2026 RECRAFTED: Shaping the Future ke dalam langkah yang nyata. Bagi JF3, masa depan fashion tidak dibentuk hanya melalui ide dan presentasi di runway, tetapi melalui proses yang memperkuat fondasi brand: dari kapasitas produksi, sistem operasional, hingga kesiapan memasuki pasar retail profesional.

Diluncurkan tahun lalu, Future Fashion Award (FFA) merupakan langkah strategis JF3 untuk membuka ruang tumbuh bagi desainer dengan potensi kuat agar dapat melangkah lebih siap ke ranah industri. Melalui dukungan finansial bertahap dan proses pengembangan bisnis yang terstruktur bersama LAKON Indonesia, program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas produksi, membangun sistem operasional, dan membentuk kesiapan brand memasuki retail profesional. Pada tahun ini, inisiatif tersebut berkembang ke format baru dengan nama Future Fashion Designer (FFD).

“Ketika kreativitas dipertemukan dengan kesiapan bisnis yang terstruktur, hasilnya dapat melampaui sebuah koleksi. Yang terbentuk adalah fondasi brand yang lebih kuat, lebih relevan, dan lebih siap untuk tumbuh,” ujar Thresia Mareta, Advisor JF3 sekaligus Founder LAKON Indonesia.

Soegianto Nagaria, Chairman JF3 Fashion Festival, menegaskan, “JF3 hadir bukan hanya untuk merayakan kreativitas, tetapi untuk membangun sistem yang memungkinkan kreativitas itu berkembang menjadi kekuatan industri. Transformasi Hartono Gan menunjukkan bagaimana talenta Indonesia dapat bergerak lebih jauh ketika didukung oleh arah yang jelas, struktur yang tepat, dan ekosistem yang relevan.”

Hartono Gan mendirikan label Hartono Gan Homme pada 2019 dan dikenal melalui pendekatan tailoring yang edgy, timeless, dan elegan. Selama lebih dari enam tahun, ia membangun reputasinya melalui format made-to-order, menghadirkan karya dengan presisi, proporsi terukur, dan pengalaman personal yang kuat bagi setiap pemakainya.

JF3 Dorong Transformasi Hartono Gan
dari Made-to-Order ke Ready-to-Wear Retail
BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider

Yang membedakan Hartono Gan Homme adalah pendekatannya terhadap gender. Desain-desainnya tidak terikat pada batasan maskulin maupun feminin, melainkan bertumpu pada siluet androgynous, garis tajam dan bersih, serta karakter yang melampaui tren. Pendekatan ini menjadikan karya Hartono Gan relevan lintas waktu dan terbuka bagi siapa pun yang mengenakannya.

Kini, DNA tersebut diterjemahkan ke dalam lini ready-to-wear perdana yang tetap menjaga karakter utama brand, namun hadir dalam format yang lebih terbuka terhadap pasar yang lebih luas. Koleksi ini dibangun dari gagasan building a capsule wardrobe, menghadirkan potongan esensial seperti blazer, jaket kasual rapi, celana tailored, dan kemeja, dengan fleksibilitas padu padan yang tinggi serta workmanship yang tetap terjaga.

“Saya ingin lebih banyak orang dapat menikmati kualitas yang selama ini menjadi ciri khas Hartono Gan Homme. Ready-to-wear ini bukan kompromi, melainkan pengembangan bahasa desain saya ke konteks yang lebih luas, tanpa kehilangan esensinya,” ujar Hartono Gan.

Bagi JF3, peluncuran ini menjadi bagian dari visi RECRAFTED: Shaping the Future, membangun hubungan yang lebih kuat antara kreativitas dan sistem, antara runway dan retail, serta antara talenta lokal dan akses pasar yang lebih luas. Dalam kerangka itulah JF3 terus memperkuat perannya sebagai platform industri yang tidak berhenti pada presentasi, tetapi bergerak sampai pada pembentukan kapasitas dan peluang yang semakin nyata.

Pada tahun 2026, JF3 melanjutkan langkah tersebut melalui Future Fashion Designer (FFD), format pengembangan terbaru yang dirancang untuk mendorong desainer Indonesia mengasah potensi terbaiknya dalam konteks industri yang terus bergerak dan semakin kompetitif.

Informasi lengkap mengenai kegiatan JF3 dapat diikuti dengan mengunjungi situs web resmi www.jf3.co.id dan akun instagram @JF3_info.

Sekilas tentang JF3

Diselenggarakan rutin sejak tahun 2004, JF3 merupakan festival fashion terbesar dan berpengaruh di indonesia. Event akbar ini diinisiasi oleh Summarecon, didukung secara resmi oleh pemerintah dan seluruh pelaku fashion tanah air. Sejak awal penyelenggaraannya, JF3 telah melibatkan ratusan pengrajin, pelaku UMKM, desainer lokal muda berbakat dan juga terkemuka yang menghadirkan ribuan koleksi fashion bernafas budaya. Beragam upaya yang telah dilakukan JF3 secara nyata memberikan dampak dalam menggairahkan industri kreatif, menggerakkan aktivitas bisnis para pelaku mode dan pengrajin yang secara langsung turut mendukung perekonomian bangsa. JF3 terus bertransformasi, tidak hanya merayakan kreativitas, tetapi secara aktif membangun ekosistem yang mendorong kemajuan industri fashion Indonesia.

Pada 2026, JF3 mengusung tema Recrafted: Shaping the Future, bertransformasi menjadi platform industri terintegrasi yang beroperasi sepanjang tahun. Menghubungkan runway dengan retail, kreativitas dengan kapasitas bisnis, dan talenta lokal dengan akses pasar global. Melalui program inkubasi dan akselerasi PINTU dan Future Fashion Designer, kemitraan strategis dengan Prancis, Jepang, dan Korea, serta jaringan retail di Summarecon Malls, JF3 membangun infrastruktur yang mengubah craftsmanship Indonesia menjadi kekuatan ekonomi yang kompetitif dan berkelanjutan. JF3 bukan lagi sekadar perayaan kreativitas. JF3 adalah ekosistem yang sedang membentuk masa depan fashion Indonesia.

(Tjip)

Komentar Klik di Sini