KLATEN – METROPAGINEWS.COM ||
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan sejumlah situs di Kabupaten Klaten sebagai Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG) melalui SK Menteri ESDM Nomor 306.K/GL.01/MEM.G/2026. SK tersebut diserahkan secara simbolis kepada Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, di Ruang Badan Anggaran DPRD Klaten. Penetapan ini dipandang sebagai kado istimewa bagi peringatan Hari Jadi Klaten ke-222 sekaligus pijakan hukum untuk langkah-langkah konservasi dan pengembangan geowisata di daerah (07/08/2026).
Penetapan KCAG bukan sekedar pengakuan administratif. Menurut Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Badan Geologi Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi, KCAG merupakan wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk melindungi objek geologi yang terbentuk secara alami. “Penetapan KCAG ini bukan langkah akhir, namun akan menjadi landasan untuk mengembangkan kawasan ini,” ujar Agus, menegaskan bahwa status hukum akan memudahkan penyusunan rencana pengelolaan, zonasi, dan program konservasi yang terarah.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyambut baik keputusan tersebut dan menekankan pentingnya keseimbangan antara pelestarian dan pemanfaatan. “Geoparknya semoga segera terwujud sehingga bisa menjadi sebuah kawasan wisata baru dengan minat khusus geologi yang kemudian bisa menimbulkan multiplier effect bagi peningkatan perekonomian masyarakat,” kata Hamenang. Ia menambahkan bahwa capaian ini merupakan bagian dari proses panjang yang telah digulirkan sejak 2021. “Ini menambah semangat kami untuk menuju goal kami yaitu Klaten menjadi punya kawasan Geosite Heritage yang kemudian bisa menjadi Geopark,” ujarnya.
Gagasan Geopark Klaten mulai digagas pada 2021 dan terus dimatangkan melalui inventarisasi geosite, kajian ilmiah, serta dialog lintas sektor. Penetapan KCAG menjadi salah satu proses yang dinantikan karena memberikan kepastian hukum untuk melindungi situs-situs bernilai ilmiah dan edukatif. Dengan dasar hukum tersebut, Pemerintah Kabupaten Klaten dapat menyusun master plan pengelolaan yang mencakup perlindungan fisik situs, pengendalian akses, pembangunan fasilitas interpretasi, serta program edukasi untuk meningkatkan kesadaran publik tentang nilai geologi.
Aspek konservasi menjadi perhatian utama. Warisan geologi di Klaten, yang terbentuk selama jutaan tahun, menyimpan nilai ilmiah tinggi dan menjadi bagian dari identitas alamiah daerah. Bupati Hamenang menegaskan bahwa selain aspek pariwisata, yang paling penting adalah bagaimana menjaga dan melestarikan warisan tersebut. “Tapi yang tidak kalah penting bagaimana kita konservasi wilayah, bagaimana kita menjaga melestarikan warisan geologi yang telah berusia jutaan tahun,” tegasnya. Oleh karena itu, pengelolaan KCAG harus mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan.
Pelibatan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan pengembangan geopark. Masyarakat dapat diberdayakan sebagai pemandu geowisata, pengelola homestay, pelaku ekonomi kreatif, dan penyedia jasa pariwisata lainnya. Program pelatihan, insentif ekonomi, serta mekanisme partisipatif dalam pengambilan keputusan akan memperkuat dukungan komunitas terhadap konservasi. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari geowisata dapat dirasakan langsung oleh warga setempat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Dampak pendidikan dan penelitian juga signifikan. Geopark dapat menjadi ruang belajar lapangan bagi pelajar, mahasiswa, dan peneliti untuk mempelajari proses geologi, biodiversitas, serta hubungan antara manusia dan lingkungan. Fasilitas interpretasi, pusat informasi, dan jalur edukasi akan memperkaya pengalaman pengunjung sekaligus meningkatkan nilai ilmiah kawasan. Kolaborasi dengan universitas dan lembaga penelitian diharapkan memperkuat basis data ilmiah dan strategi konservasi jangka panjang.
Meski demikian, tantangan masih menanti. Penyusunan rencana pengelolaan yang komprehensif, pengamanan dari aktivitas ilegal, penyediaan infrastruktur ramah lingkungan, serta pembiayaan jangka panjang menjadi pekerjaan rumah. Koordinasi antar instansi, konsistensi kebijakan lokal, dan dukungan dari pemerintah pusat serta sektor swasta diperlukan agar implementasi berjalan efektif. Selain itu, promosi yang tepat dan pengembangan produk wisata tematik akan menentukan daya tarik geopark di tingkat nasional maupun internasional.
Penetapan KCAG Kabupaten Klaten melalui SK Menteri ESDM Nomor 306.K/GL.01/MEM.G/2026 adalah kado yang bermakna bagi perayaan daerah sekaligus titik awal perjalanan panjang menuju pengakuan sebagai geopark. Dengan komitmen bersama antara pemerintah, akademisi, lembaga konservasi, pelaku pariwisata, dan masyarakat, Klaten berpeluang menjadi contoh bagaimana konservasi ilmiah dapat berpadu dengan pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Kado ini bukan sekadar simbol, melainkan undangan untuk bekerja bersama menjaga dan memanfaatkan warisan alam demi generasi sekarang dan yang akan datang.
( Pitut Saputra )

