KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Parenting di era digital harus cermat,Orang tua diajak waspadai ancaman narkoba dan konten tidak sesuai, dengan ikrar saling mengingatkan.Senin (18/5/2026)
Mengangkat tema penting terkait tantangan parenting di era digital yang semakin kompleks, aktivis Badan Narkotika Nasional (BNN) Anton Sanjaya melakukan sosialisasi khusus dengan fokus bahaya narkotika yang semakin mengkhawatirkan kalangan pelajar dan remaja. Acara ini digelar dalam rangka memberikan pemahaman mendalam kepada orang tua tentang cara mengantisipasi dan melindungi anak dari bahaya zat adiktif, sekaligus mengatasi berbagai tantangan yang muncul di tengah kemajuan teknologi dan perubahan pola hidup masyarakat.

TANTANGAN ORANG TUA DI ERA DIGITAL: LEBIH KOMPLEKS DAN BERBAGAI BENTUK
Dalam era yang serba terhubung ini, orang tua dihadapkan pada deretan tantangan yang tak pernah ada sebelumnya. Anton Sanjaya menjelaskan bahwa tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan ancaman narkotika, tetapi juga meliputi berbagai aspek kehidupan anak yang semakin sulit dikendalikan:
“Orang tua sekarang harus berjuang melawan banyak hal sekaligus. Selain ancaman narkotika, kita juga dihadapkan pada kecanduan gawai, konten digital yang tidak sesuai usia, tekanan sosial dari media sosial, hingga perubahan pola komunikasi yang membuat anak-anak sulit untuk terbuka secara langsung,” ungkapnya saat membuka acara pada Minggu (17/05/2026).
Ia menambahkan bahwa banyak orang tua merasa ketinggalan dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat, sehingga kesulitan untuk memahami dunia digital yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak mereka. “Banyak orang tua yang tidak tahu cara memantau aktivitas anak di media sosial, atau bahkan tidak mengenal aplikasi-aplikasi yang sering digunakan anak. Hal ini menjadi celah yang bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, termasuk dalam peredaran narkotika,” jelasnya.
Selain itu, tantangan lain yang dihadapi orang tua adalah semakin tipisnya batasan antara ruang pribadi anak dan peran pengawasan orang tua. “Anak-anak sekarang menganggap gawai dan akun media sosial mereka sebagai ruang pribadi yang tidak boleh diganggu. Padahal, di dalam ruang tersebut justru sering terjadi penyebaran informasi salah dan ajakan masuk ke dalam lingkaran yang tidak baik,” tambah Anton dengan nada khawatir.

ANCAMAN NARKOBA SEMAKIN CANGGIH, MENJANGKIT KALANGAN MUDA
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Huda Delimas Ceper dengan lebih dari 100 peserta sebagian besar orang tua yang memiliki anak di usia sekolah dan remaja ini mengambil tema “Motivasi Parenting dengan Tema Tantangan Orang Tua di Jaman Now”, dengan fokus utama pada bahaya penyalahgunaan narkotika yang kini semakin menjangkiti kalangan muda.
“Saat ini kita sedang menghadapi ancaman serius karena data yang kita kumpulkan menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba mulai menjangkiti kalangan pelajar dan remaja,” ujar Anton. “Jaman sekarang amat rentan sekali, terutama bagi anak-anak kita yang masih dalam masa pertumbuhan. Peredaran gelap narkotika semakin canggih dan tidak hanya melalui jalur tradisional, melainkan sudah masuk ke dalam ruang maya, aplikasi komunikasi, bahkan hingga ke dalam konten digital yang sering dikonsumsi anak-anak kita.”
Ia menambahkan bahwa peredaran gelap narkotika saat ini tidak hanya merusak masa depan anak-anak, tetapi juga telah menyebabkan kerusakan pada banyak keluarga. “Bahkan ada kasus di mana seorang anak yang dulunya aktif dan cerdas menjadi tidak bisa fokus belajar, mengalami perubahan perilaku drastis, hingga akhirnya terjerumus ke dalam lingkaran yang tidak menguntungkan,” jelasnya.
STRATEGI KONKRET UNTUK MELINDUNGI ANAK DARI BAHAYA
Dalam kesempatan tersebut, Anton juga menguraikan beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan orang tua untuk melindungi anak-anak mereka dari ancaman narkotika sekaligus mengatasi tantangan parenting di jaman now:
– Membangun komunikasi yang terbuka: Selalu jadikan diri sebagai tempat curhat anak, bukan hanya sebagai otoritas yang mengatur. Dengarkan keluhan dan kekhawatiran anak tanpa langsung menyalahkan atau menghakimi. Ciptakan waktu berkualitas bersama anak secara teratur untuk menjaga hubungan erat.
– Mengawasi konten digital yang dikonsumsi: Perhatikan jenis aplikasi, game, dan konten yang diakses anak. Batasi waktu penggunaan gawai dan ajak anak untuk memilih konten positif yang mendukung perkembangannya. Belajarlah mengenal dunia digital agar bisa memberikan bimbingan yang tepat.
– Kenali lingkaran pertemanan anak: Hormati tetapi juga kenali siapa saja teman sebaya yang sering berinteraksi dengan anak kita. Dukung hubungan positif dan beri pemahaman tentang memilih teman yang baik. Jangan sungkan untuk berkomunikasi dengan orang tua teman anak agar saling mendukung.
– Ajari anak tentang nilai-nilai positif: Tanamkan kesadaran akan bahaya narkoba sejak dini, serta pentingnya menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Berikan contoh nyata tentang bagaimana hidup yang sehat dan produktif dapat membawa kebahagiaan yang abadi.
– Bangun komunitas orang tua yang saling mendukung: Jalin hubungan dengan orang tua lain untuk berbagi informasi dan pengalaman. Dengan bekerja sama, kita bisa lebih efektif dalam mengawasi dan melindungi anak-anak kita.
PESERTA MERASA TERBANTU, MENYADARI PENTINGNYA PERAN ORANG TUA
Salah satu peserta mengaku sangat terbantu dengan pemaparan yang diberikan. “Sebelumnya saya kurang paham bagaimana cara mengawasi anak di era digital dan merasa ketinggalan dengan perkembangan zaman. Sekarang saya tahu langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk melindungi anak dari pengaruh buruk, termasuk bahaya narkotika,” ucapnya.
Anton menutup acara dengan mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama membentuk komunitas pengawas masyarakat yang siap saling mengingatkan dan mendukung dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkotika. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Perlindungan terhadap anak-anak dan remaja adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Tantangan yang kita hadapi besar, tetapi dengan kerja sama kita pasti bisa mengatasinya,” pungkasnya penuh semangat.
IKRAR BERSAMA DI AKHIR ACARA
Di akhir kegiatan, seluruh peserta berdiri bergandengan tangan membentuk lingkaran padu. Sambil mengangkat tangan ke atas, mereka bersama-sama mengucapkan ikrar
Suasana penuh kebersamaan terasa mengalir, dengan harapan bahwa setiap langkah yang diambil hari ini akan menjadi pondasi kuat bagi masa depan generasi kita. Semua peserta mengucapkan terima kasih yang tulus kepada narasumber dan panitia yang telah menyusun acara dengan penuh dedikasi.
Perjuangan kita melawan narkotika tidak akan pernah berhenti hingga tidak ada satu anak pun yang lagi terjerumus ke dalam jerat bahaya zat adiktif. Mari kita jadikan setiap langkah sebagai investasi untuk masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita. Ingat, menjadi orang tua di jaman now memang tidak mudah, tetapi setiap usaha kita akan bernilai emas bagi kelangsungan hidup dan kebahagiaan anak-anak.
( Desi )


Komentar Klik di Sini