BerandaDaerahPaguyuban Braja Mandiri Dikukuhkan, Wadah Baru Petani Klaten Agar Bantuan Alsintan Merata...

Paguyuban Braja Mandiri Dikukuhkan, Wadah Baru Petani Klaten Agar Bantuan Alsintan Merata Dan Produktivitas Meningkat

KLATEN — METROPAGINEWS.COM || Paguyuban Braja Mandiri dikukuhkan 12 September di Pedan, Klaten. Wadah pengelola alsintan untuk pemerataan bantuan alat pertanian bagi petani yang belum mendapatkannya. 30 desa sudah bergabung, target seluruh 26 kecamatan. Dinas Pertanian apresiasi, PT Maxim jadi mitra. Prioritas: penuhi kebutuhan Klaten. Minggu (13/9)

 

Sebuah wadah baru yang sangat dinantikan para petani Kabupaten Klaten resmi dikukuhkan pada Jumat, 12 September 2026. Paguyuban Braja Mandiri yang bergerak di bidang alat dan mesin pertanian (alsintan) berdiri sebagai solusi nyata bagi para petani yang selama ini belum mendapatkan akses terhadap peralatan pertanian, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam pemerataan bantuan dan pengembangan pertanian modern di Klaten.

20260913 112543 0000

Acara pengukuhan berlangsungdi Omah Ndeso Pedan dan Skertariat Braja Mandiri berada di Dusun Duri, RT 17/RW 07, Desa Jetis Wetan, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten. Hadir dalam kesempatan tersebut Kabid Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Klaten, Joko PrasetyoS.H., serta ratusan perwakilan kelompok tani dari berbagai kecamatan.

Lahir dari Kebutuhan: Agar Bantuan Merata, Tak Ada Petani Tertinggal

Dalam sambutannya, Roni Eks Saputra selaku Wakil Ketua Paguyuban Braja Mandiri menjelaskan latar belakang terbentuknya organisasi ini. Selama ini banyak petani yang belum mendapatkan bantuan alat pertanian, serta kurangnya pemahaman dan pelatihan dalam pengoperasian maupun perawatan alsintan yang sudah ada.

“Braja Mandiri hadir untuk mengakomodir seluruh kebutuhan petani, terutama yang belum memiliki peralatan. Kami ingin memastikan bantuan alsintan benar-benar merata, dan setiap petani yang membutuhkan bisa segera mendapatkan. Tidak hanya sekadar membagikan alat, tetapi juga membimbing, melatih, dan merawat secara berkelanjutan agar peralatan tersebut bermanfaat maksimal,” ungkap Roni.

Saat ini sudah ada sekitar 30-an desa yang tergabung dalam paguyuban ini, yang berasal dari berbagai kecamatan di antaranya Pedan, Cawas, Karangnongko, Karangdowo, dan Gantiwarno. Jangkauan ini akan terus diperluas hingga mencakup seluruh 26 kecamatan di Kabupaten Klaten.

20260913 113441 0000

 

Tujuan Braja Mandiri: Modern, Efisien, dan Sejahtera

Roni menjelaskan Paguyuban Braja Mandiri dibentuk dengan tujuan yang jelas dan terarah:

– Menghimpun dan mempererat persaudaraan antar pengelola alsintan se-Kabupaten Klaten

– Meningkatkan kapasitas dan profesionalisme melalui pelatihan, pendidikan, dan pertukaran pengalaman

– Mendorong pengelolaan alsintan yang modern, efektif, transparan, dan bertanggung jawab

– Menjadi mitra pemerintah dalam mempercepat mekanisasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani

– Mengoptimalkan pemanfaatan alsintan agar tepat guna, tepat waktu, dan tepat sasaran

– Menumbuhkan kemandirian ekonomi petani melalui pengelolaan usaha jasa alsintan yang berkelanjutan

Peralatan yang diupayakan untuk dialokasikan kepada para petani antara lain rotary kombi, drone pertanian, alat tanam, pompa air, serta berbagai peralatan canggih dan modern lainnya. Paguyuban juga telah menggandeng mitra strategis, salah satunya PT Maxim, untuk bekerja sama dalam pelatihan, penyediaan mesin, hingga bibit unggul, paparnya.

20260913 112746 0000 1

Apresiasi Kabid Dinas Pertanian: Langkah Positif untuk Pertanian Klaten

Kabid Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Klaten, Joko Prasetyo Rahmat Hidayat, S.H., memberikan apresiasi tinggi terhadap terbentuknya Paguyuban Braja Mandiri. Menurutnya, keberadaan wadah seperti ini sangat dibutuhkan untuk menyatukan aspirasi dan kebutuhan para petani, sehingga program pemerintah dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Kami sangat mengapresiasi terbentuknya Braja Mandiri. Semoga ke depannya dapat berjalan sesuai tujuan yang diharapkan  menjadi mitra yang solid bagi pemerintah, sekaligus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para petani di seluruh pelosok Klaten,” ujar Joko.

Braja Mandiri: Fokus Penuhi Kebutuhan Klaten Dulu

Roni menegaskan prioritas paguyuban saat ini adalah memenuhi kebutuhan alsintan di dalam Kabupaten Klaten terlebih dahulu. Selama ini, masih ada beberapa daerah di Klaten yang justru harus meminjam atau menyewa peralatan dari luar daerah padahal di dalam Klaten sendiri potensinya sangat besar.

“Kami memaksimalkan kebutuhan Klaten dulu. Siapapun kelompok tani yang belum mendapatkan peralatan, silakan langsung mendaftar ke kontak pengurus Braja Mandiri. Kami siap mengakomodir dan membantu agar petani Klaten semakin maju, semakin produktif, dan semakin sejahtera,” ajak Roni.

Pengukuhan Braja Mandiri bukan sekadar pembentukan organisasi baru, melainkan harapan baru bagi ribuan petani di Klaten. Dengan semangat gotong royong, keterbukaan, dan pengabdian kepada masyarakat pertanian, paguyuban ini bertekad menjadikan pertanian Klaten lebih modern, efisien, dan mandiri. Ketika petani mendapat dukungan alat, pelatihan, dan perawatan yang memadai maka kesejahteraan mereka bukan lagi mimpi, melainkan kenyataan yang sedang dibangun bersama. Braja Mandiri siap menjadi garda terdepan untuk pertanian Klaten yang lebih maju dan makmur.

 

 

 

( Desi )

Komentar Klik di Sini