PURBALINGGA —METROPAGINEWS.COM || Sebuah proyek pembangunan tidak selesai begitu saja ketika para pekerja dan masyarakat meninggalkan lokasi dan papan nama kegiatan diturunkan.
Ukurannya justru terlihat setelah pekerjaan rampung: apakah bangunan sesuai rencana, administrasinya tertib, dan yang paling penting, apakah hasilnya benar-benar digunakan masyarakat.
Pertanyaan semacam itulah yang dibawa Tim Pengawas dan Pengendali Pelaksanaan TMMD 2026 secara terpadu Provinsi Jawa Tengah dan Kodam IV/Diponegoro ketika menyambangi Kodim 0702/Purbalingga, Selasa (15/9/2026).

Tim Asistensi TMMD Provinsi Jawa Tengah bersama Kodam IV/Diponegoro datang untuk melihat secara langsung lebih dekat hasil pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga.
Di Makodim 0702/Purbalingga, tim diterima Kasdim 0702/Purbalingga Mayor CPM Tarjono bersama Pasiter Kodim 0702/Purbalingga Kapten CPL Bangun Widodo. Tim Provinsi Jawa Tengah dipimpin Bayu Tri Wirawan, S.STP., M.M., Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda Dinpermasdes Provinsi Jawa Tengah, bersama dua personel Dinpermasdes Provinsi Jawa Tengah. Dari Sterdam IV/Diponegoro hadir Pelda Yan Setiyadi, Bati Bakti Sterdam IV/Diponegoro.
Pertemuan di markas itu menjadi pintu masuk sebelum rombongan menuju lokasi sasaran. Di lapangan, mereka tidak sekadar melihat bangunan yang telah berdiri. Hasil pembangunan ditinjau, sementara administrasi pelaksanaan diperiksa sebagai bagian dari mekanisme pengawasan dan evaluasi program.
BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider
Mayor CPM Tarjono menyampaikan selamat datang kepada Tim Asistensi TMMD Provinsi Jawa Tengah dan Kodam IV/Diponegoro. Ia mengatakan kunjungan tersebut penting untuk memastikan pelaksanaan TMMD berjalan sesuai ketentuan sekaligus memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
“Selamat datang kepada Tim Asistensi TMMD Provinsi Jawa Tengah dan Kodam IV/Diponegoro di Kodim 0702/Purbalingga. Kami berharap pengawasan dan pengendalian ini dapat menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan TMMD serta memastikan hasil pembangunan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Mayor CPM Tarjono.
Dari peninjauan itu, Bayu menyebut tidak menemukan persoalan berarti. Ia menilai hasil pekerjaan maupun administrasi pelaksanaan secara umum berada dalam kondisi sangat baik.
“Hasil peninjauan secara umum, baik administrasi maupun hasil pembangunan, sangat baik. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tercapainya percepatan pembangunan di wilayah,” kata Bayu.

Pernyataan itu menempatkan hasil TMMD bukan sekadar sebagai laporan penyelesaian pekerjaan. Infrastruktur yang dibangun di Krangean harus memiliki umur manfaat yang panjang dan menjawab kebutuhan warga.
Sebab, keberhasilan sebuah program pembangunan pada akhirnya tidak ditentukan oleh berapa banyak pekerjaan yang tercatat selesai di atas kertas. Ia diuji oleh masyarakat yang menggunakannya setiap hari.
Di Krangean, pengawasan menjadi bagian dari upaya memastikan hasil TMMD Reguler ke-128 tidak berhenti sebagai capaian administratif. Ada pekerjaan yang harus dipertanggungjawabkan, ada pembangunan yang harus dijaga, dan ada manfaat yang diharapkan terus tumbuh setelah program berakhir.
Dari sana, keberhasilan TMMD menemukan ukurannya yang paling sederhana sekaligus paling penting: ketika hasil pembangunan benar-benar menjadi milik dan berguna bagi masyarakat.
(Sambudi)



Komentar Klik di Sini