Bandung – metropaginews.com || Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Administrasi yang menaungi STIA Bandung dan Poltekkes YBA Bandung Dr. H. Dada Rosada mengatakan ada tujuh program strategis YBA untuk mempersiapkan penggabungan antara poltekkes YBA dan STIA Bandung menjadi Bandung University.
Beberapa program prioritasnya yaitu Peningkatkan Jumlah Mahasiswa dengan membentuk tim satgas Bandung University baik melalui alumni, website ataupun dengan digital marketing di era 5.0. Selain itu juga Bandung University akan menjadi salah satu universitas yang berbasis digital dengan melakukan tata kelola perguruan tinggi yang di sesuaikan dengan kemajuan zaman.
Adapun fakultas yang ada di Bandung University akan mengembangkan beberapa program studi. Pertama administrasi publik dan bisnis yang di dalamnya nanti, skala ilmunya menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Di samping itu akan ada Fakultas Teknik Kesehatan yang di dalamnya ada empat program studi yang programnya mengenai kesehatan.
Sarana pendukungnya juga sudah siap. Di antaranya pembangunan gedung Bandung University, yang ada di Jalan Cipagalo.
Sedangkan untuk memenuhi salah satu persyaratan lahan seluas 10.000 meter persegi, pihaknya kini telah memiliki lahan sekitar 6.000 meter persegi, terdiri dari Kampus I di Jalan Muararajeun dan Kampus II di Jalan Cipagalo.
“Sisanya 4000 meter kita sudah punya lahan baru yang belum dibangun, persyaratan sudah memenuhi semua. Hari ini sudah diupload,” katanya
Untuk izin operasional, menurut keterangan Dr. H. Dadang Dally , ada program pemerintah bagi yang dimerjerkan, ada akselarasi/privilage yang dibentuk dari dua lembaga yang disatukan.
“Target kami tidak tinggi-tinggi, hadir untuk mencerdaskan anak bangsa melalui Bandung University, be your self, enjoy your life,” kata Dr. H. Dadang Dally.
Saat ditanya oleh awak media, mengenai keunggulan yang ditawarkan dari Bandung University dari kampus lain, nantinya ada Fakultas Teknik Kesehatan.
Di samping itu juga akan membuka jurusan Bisnis Digital, yang program studinya kekinian, optimalisasi digital, karena di era saat ini digitalisasi sangat dibutuhkan oleh dunia industry hampir semua kegiatan sudah digitalisasi.
Termasuk banyak kerjasama dengan berbagai kampus dan stakeholder yang ada, dan mengaplikasikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Salah satu nya Kerjasama dengan universitas asal jepang Kyatkyshu University.
“Saya punya banyak kerjasama dengan universitas sudah mengembangkan model sistem komunikasi MBKM. Sistem terintergratif kata Dr. H. Dadang Dally.
“Kita bikin sistem baru yang sistem itu terintegratif. Jadi seorang mahasiswa bisa mengambil perkuliahan dengan modul ini, kemudian itu diambil dari mata kuliah yang ada di Universitas lain,” pungkasnya.
Diketahui dalam kegiatan itu juga dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina YBA Dr. H. Dada Rosada, Ketua Yayasan YBA Dr. H. Dadang Dally, M.Si., Ketua STIA Bandung Dr. H. Barkah Rosadi, dan Wakil Ketua III STIA Bandung Dr. H. Sahromi.
Reporter : Muhammad Yusuf, S, sos ., M.M


Komentar Klik di Sini