BerandaDaerahAksi AMPK Tunda Ultimatum Jalan Lingkar Flyover Kretek

Aksi AMPK Tunda Ultimatum Jalan Lingkar Flyover Kretek

BREBES – METROPAGINEWS.COM II Aliansi Masyarakat Peduli Keselamatan Flyover Kretek (AMPK) memutuskan menunda aksi unjuk rasa yang semula dijadwalkan pada 6 Agustus 2026. Keputusan tersebut diambil usai rapat koordinasi dan diskusi lintas sektor yang digelar di Rumah Makan Kebon Lumpang, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Senin (3/8/2026)

Pertemuan dihadiri Kasat Intelkam Polres Brebes AKP Suhermanto, S.H., Kapolsek Paguyangan AKP Tasudin, S.H., Danramil Paguyangan beserta jajaran, Ketua AMPK Dedi Anjar, Sekretaris AMPK Yasir Andi, serta sejumlah perwakilan dan aktivis AMPK.

Forum tersebut membahas langkah percepatan penanganan persoalan keselamatan di kawasan Flyover Kretek yang selama ini menjadi perhatian masyarakat akibat tingginya angka kecelakaan.
Dalam pertemuan itu disampaikan informasi dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) bahwa sejumlah pekerjaan ditargetkan mulai direalisasikan paling lambat akhir Agustus 2026.

Program tersebut meliputi pemasangan 20 unit penerangan jalan umum (PJU), penentuan titik pemasangan kamera pengawas (CCTV), serta pembangunan jalan lingkar yang menjadi tuntutan utama masyarakat.

Ketua AMPK, Dedi Anjar, menegaskan bahwa penundaan aksi merupakan bentuk penghormatan terhadap proses koordinasi dan kesempatan yang diberikan kepada pemerintah untuk merealisasikan komitmennya.

Aksi AMPK Tunda Ultimatum Jalan Lingkar Flyover Kretek
BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider

Menurutnya, masyarakat tidak lagi membutuhkan janji ataupun seremoni, melainkan langkah konkret yang dapat menjamin keselamatan pengguna jalan.

“Kami memberikan waktu hingga akhir Agustus. Yang kami harapkan bukan lagi janji, tetapi bukti nyata berupa dimulainya pembangunan jalan lingkar sebagai solusi utama,” tegas Dedi.

Senada dengan itu, Sekretaris AMPK Yasir Andi menyatakan masyarakat telah menunggu penyelesaian persoalan tersebut selama delapan tahun.

Ia menegaskan, apabila hingga batas waktu yang telah disepakati belum0 terlihat realisasi di lapangan, AMPK akan menggelar aksi dengan skala yang lebih besar sebagai bentuk desakan kepada pemerintah agar segera bertindak.

Sementara itu, jajaran kepolisian bersama TNI menyatakan siap mengawal proses koordinasi dan mendorong percepatan realisasi program tersebut.

Sinergi lintas instansi diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata guna meningkatkan keselamatan masyarakat yang melintas di kawasan Flyover Kretek sekaligus mencegah bertambahnya korban kecelakaan. Pungkasnya.

(Mistam)

Komentar Klik di Sini