BREBES – METROPAGINEWS.COM || Setelah bertahun-tahun hidup dalam bayang-bayang ancaman banjir, warga Dukuh Sawangan RT 02 RW 04, Desa Bumiayu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, akhirnya bisa bernapas lega. Pemerintah merespons cepat keluhan masyarakat dengan memasang bronjong sepanjang 50 meter di tepi aliran sungai yang selama ini rawan meluap.
Proyek pemasangan bronjong ini mulai dikerjakan pada 27 Mei 2025, tak lama setelah laporan warga diterima pemerintah pada 4 Mei 2025.
Salah satu tokoh masyarakat sekaligus pelapor awal, Omang, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian pemerintah.

“Ini bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan peduli terhadap keselamatan warga. Langkah cepat ini sangat kami apresiasi,” ujarnya saat diwawancarai pada Sabtu (31/5/2025).
Sebelumnya, wilayah padat penduduk tersebut kerap dilanda banjir saat musim hujan tiba. Tanpa adanya pengaman di sepanjang tepi sungai, arus deras kerap menghantam langsung permukiman warga. Dalam kejadian terakhir, tercatat dua rumah hanyut, tiga sepeda motor hilang, dan sekitar 60 tabung gas terbawa derasnya arus air.
Sutrisno, Ketua RT setempat, juga menyampaikan rasa syukurnya atas langkah cepat yang dilakukan pihak terkait, khususnya Dinas PSDA.
“Alhamdulillah, sejak warga menyampaikan laporan di awal Mei, pekerjaan pemasangan bronjong langsung dimulai tanggal 27. Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah dan tim PSDA yang tanggap terhadap aspirasi masyarakat,” ungkapnya.
Tindakan cepat ini tidak lepas dari survei lapangan yang dilakukan oleh Omang pada 4 Mei 2025. Hasil survei mengungkapkan bahwa sekitar 20 rumah berada dalam zona bahaya dan berpotensi terdampak longsor atau banjir jika tidak segera ditangani.
Warga lainnya, Susworo, turut menyampaikan betapa pentingnya proyek ini bagi ketenangan warga.
“Kondisi di sini sangat padat. Kalau tidak segera ditangani, dampaknya bisa lebih besar. Sekarang kami jauh lebih tenang,” tuturnya.
Omang juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Gubernur Jawa Tengah, yang merespons laporan warga dengan cepat.
“Kami melaporkan kondisi ini pada 4 Mei, dan responsnya langsung ditindaklanjuti. Harapan kami, ini menjadi awal dari program pengamanan sungai yang lebih menyeluruh di wilayah-wilayah rawan bencana lainnya,” ungkapnya.
Dengan terpasangnya bronjong di sepanjang area rawan, warga kini berharap kejadian serupa tidak lagi terjadi, dan rasa aman bisa kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.
(Mistam)


Komentar Klik di Sini