BerandaDaerahAngin Segar Di Desa Puluhan, CFD Hadir Berkat Inisiatif Calon Kepala Desa...

Angin Segar Di Desa Puluhan, CFD Hadir Berkat Inisiatif Calon Kepala Desa Oye, Warga: Desa Kami Tak Sepi Lagi!

KLATEN – MRTROPAGINEWS.COM || Car Free Day hadir di Desa Puluhan, Trucuk ide dari calon kades Wartoyo. BPD apresiasi tinggi: dulunya desa sepi, kini hidup dan harmonis berkat ide Mas Oye. Dukungan kakak Aan jadi pendorong. Warga berharap perubahan besar jika dipercaya memimpin. Minggu (11/10)

 

Siapa bilang Car Free Day (CFD) hanya milik kota besar? Desa Puluhan di Kecamatan Trucuk membuktikan hal sebaliknya. Siapa sangka desa yang selama ini dinilai sepi justru menyambut antusiasme luar biasa ketika CFD hadir di tengah warga. Kegiatan yang memberi nuansa baru bagi warga ini lahir dari gagasan seorang pemuda yang dikenal luas sebagai calon Kepala Desa Puluhan Wartoyo, akrab disapa Mas Oye yang murah senyum.

Sebelumnya Desa Ini Amat Sangat Sepi

Perubahan yang terlihat kini tidak terjadi begitu saja. Diakui oleh pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Puluhan, sebelum Mas Oye pulang kampung dan bertekad membangun desanya, suasana Desa Puluhan terasa amat sangat sepi. Kehidupan berjalan biasa saja, belum banyak ruang yang mempertemukan warga secara hangat dan terbuka.

Namun keinginan kuat Mas Oye untuk berbakti di tanah kelahirannya mendapat dukungan penuh dari kakaknya, Aan, yang juga menjadi pendorong utama di awal langkahnya. Berkat dukungan tersebut, ide-ide segar mulai terwujud dan CFD adalah salah satu buktinya.

20261011 222755 0000

BPD: Dari Sepi Menjadi Harmonis, Harapan di Masa Depan

Pihak BPD Desa Puluhan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran kegiatan ini.

“Kita akui bersama, sebelumnya desa ini terasa sepi sekali. Namun dengan ide dan kreativitas Mas Oye, perlahan suasana berubah menjadi lebih hidup, harmonis, dan warga semakin akrab satu sama lain. Semoga ini menjadi awal perubahan yang jauh lebih besar dan signifikan jika kelak beliau dipercaya oleh warga untuk memimpin Desa Puluhan,” ujar perwakilan BPD Desa Puluhan.

Minggu yang Biasa, Kini Berubah Hidup

Hari Minggu yang biasanya terasa lengang dan berjalan seperti hari-hari lain, kini berubah seketika. Cukup dengan waktu tiga hingga empat jam sepanjang jalan sekitar 400 meter, suasana berubah menjadi ruang berkumpul yang hangat. Kegiatan diawali dengan senam aerobik yang diikuti warga lintas usia bapak, ibu, anak-anak, hingga remaja, semua bergerak bersama dengan ceria. Suasana semakin hidup dengan iringan hiburan musik yang menambah semangat kebersamaan.

Desain tanpa judul 20261011 222630 0000

Lebih dari Sekadar Hiburan Ini tentang Persatuan

Bagi Mas Oye, kehadiran CFD bukan sekadar mencari perhatian atau sekadar menghibur warga. Ada makna yang jauh lebih dalam di balik langkah sederhana ini.

“Ada hal yang tak bisa diukur dengan angka yaitu persatuan. Jika kita bisa mempererat kebersamaan dan menghidupkan kembali semangat gotong royong, itu sudah cukup. Itulah budaya yang sejak dulu hidup di desa-desa kita,” jelas Oye.

Kegiatan ini disebutnya menjadi angin segar sekaligus pembangkit semangat bagi warga Desa Puluhan. Bukti nyata bahwa warga memang membutuhkan ruang untuk berkumpul, bertegur sapa, dan merasa menjadi satu kesatuan.

Ragam Kuliner, Budaya yang Bangkit

Di sepanjang jalan CFD, berjejer lapak warga yang menawarkan beragam kebutuhan dan kuliner. Mulai dari makanan jadul yang mulai jarang ditemui, hingga hidangan kekinian yang digemari anak muda. Ini bukan sekadar jual-beli ini bukti bahwa budaya yang sempat nyaris hilang kini menemukan ruangnya kembali dan hidup di tengah masyarakat.

Salah satu warga yang juga berjualan di lokasi menyampaikan apresiasinya.

“Dagangan saya jadi laris manis. Ini sudah kali kedua CFD diadakan di sini. Meski dilaksanakan dua minggu sekali, tidak mengapa yang penting warga punya tempat berkumpul dan kami warga lokal bisa ikut berdaya,” ucapnya dengan senyum lebar.

CFD Desa Puluhan mengajarkan satu hal sederhana: kemajuan tidak selalu harus datang dari kota besar. Kadang, yang dibutuhkan hanyalah satu orang yang peduli, satu ide yang tulus, dukungan keluarga, dan semangat warga yang saling merangkul. Desa yang hidup bukan karena fasilitas mewah, melainkan karena warganya yang saling peduli dan bergerak bersama menuju masa depan yang lebih baik.

 

Reporter: Desi Apriani

Komentar Klik di Sini