BerandaReligiDzikir Sholawat Mocopat Njeng Sunan : Menyatukan Spiritual, Budaya, Dan Nasionalisme Sebagai...

Dzikir Sholawat Mocopat Njeng Sunan : Menyatukan Spiritual, Budaya, Dan Nasionalisme Sebagai Identitas Bangsa

SUKOHARJO – METROPAGINEWS.COM || Dzikir Sholawat Mocopat Njeng Sunan di Sukoharjo menyatukan spiritual, budaya, dan nasionalisme! Pendiri Kyai Hartoto: perbedaan adalah anugerah yang memperkuat identitas bangsa.Senin ( 13/4/2026)

 

Acara Dzikir Sholawat Mocopat Njeng Sunan di Sukoharjo menghadirkan suasana kekeluargaan dan inklusifitas. Pendiri Kyai Hartoto Khusnin menjelaskan bahwa kegiatan ini menyatukan nilai spiritual, budaya, dan nasionalisme sebagai identitas bangsa, dengan harapan nilai-nilai luhur ini terus dilestarikan bagi generasi muda.”

20260413 201854 0000

Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti acara Dzikir Sholawat Mocopat Njeng Sunan dalam rangka Pengetan Wiyosan SISKS PB IX & SISKS PB X. Bertempat di Pendopo Pesanggrahan Langenharaja,acara berjalan dengan penuh hikmah dan kebersamaan, menarik antusiasme masyarakat dari berbagai kota.

20260413 202048 0000

WADAH INKLUSIF TANPA SEKAT AGAMA DAN KEYAKINAN

Njeng Sunan hadir sebagai wadah inklusif yang terbuka bagi berbagai latar belakang agama dan kepercayaan. Tanpa adanya sekat pemisah, semua elemen masyarakat bersatu padu menjadi satu kesatuan yang utuh dan harmonis.

Dengan memegang teguh semangat nasionalisme, Njeng Sunan kerap menggelar berbagai acara akbar di berbagai penjuru kota. Hal ini menjadikan organisasi ini sebagai simbol harmoni yang indah, tempat bertemunya nilai-nilai spiritualitas, kekayaan budaya, dan cinta tanah air dalam satu panggung yang megah.

Sebagai Majelis Dzikir, Sholawat, dan Mocopat, Njeng Sunan senantiasa menjunjung tinggi segala unsur budaya dan kearifan lokal sebagai kekayaan bangsa yang tak ternilai. Perjalanan organisasi ini telah merambah ke kota-kota besar dengan satu tujuan mulia: menanamkan tiga pilar utama dalam jiwa setiap insan, yaitu Spiritual, Budaya, dan Nasionalisme.

Desain tanpa judul 20260413 202658 0000

“BERDOA DAN BERIBADAH TANPA HILANGKAN IDENTITAS BUDAYA”

Pendiri Njeng Sunan, Kyai Hartoto Khusnin, mengungkapkan filosofi yang menjadi dasar kegiatan organisasi ini. “Kami mengemas ketiga unsur ini dalam sebuah kolaborasi yang indah. Berdoa dan beribadah tanpa harus menghilangkan identitas budaya dan rasa cinta terhadap negara,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kyai Hartoto menekankan bahwa keragaman budaya dan agama bukanlah pemisah, melainkan jati diri dan identitas bangsa Indonesia. Kekayaan inilah yang membedakan Indonesia dengan bangsa lain dan harus terus dijaga serta dilestarikan.

“Negara kita adalah negara yang kaya akan ragam budaya dan agama. Jika pemahaman ini tidak kita tanamkan, bagaimana kita bisa menjaga keutuhan NKRI? Apalagi untuk generasi muda penerus, kita harus menanamkan pandangan bahwa perbedaan adalah anugerah yang memperkuat identitas kita sebagai bangsa yang besar,” jelasnya.

HARAPAN: NILAI-NILAI LUHUR MENJADI WARISAN ABADI

Melalui berbagai kegiatan yang digelar, besar harapan agar nilai-nilai luhur kearifan lokal, toleransi beragama, dan semangat cinta tanah air dapat terus terjaga dan menjadi warisan abadi bagi bangsa. Semoga kebersamaan yang terjalin ini senantiasa memperkokoh persatuan bangsa, menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, beradab, dan terus bersinar dengan kekayaan budayanya yang memukau dunia.

 

 

 

( Desi )

Komentar Klik di Sini