BerandaPendidikanFEB Undana Bekali Pengelola BUMDes Desa Hane Strategi Bisnis dan Manajemen Keuangan...

FEB Undana Bekali Pengelola BUMDes Desa Hane Strategi Bisnis dan Manajemen Keuangan Modern

SOE – METROPAGINEWS.COM || Komitmen Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang dalam mendukung pembangunan desa terus diwujudkan melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat.

Salah satunya melalui Pelatihan Manajemen Keuangan dan Strategi Bisnis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diselenggarakan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Hane, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat kapasitas pengelola BUMDes, aparatur desa, pelaku usaha, serta masyarakat dalam mengelola potensi ekonomi lokal secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.

Melalui pelatihan tersebut, diharapkan BUMDes mampu berkembang menjadi motor penggerak perekonomian desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pelatihan dihadiri oleh Penjabat Kepala Desa Hane, Camat Batuputih, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Cendana Kupang yang dipimpin oleh Dr. Paulina Y. Amtiran, S.E., M.M., perangkat desa, pengelola BUMDes, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, hingga generasi muda Desa Hane.

Dalam sambutannya, Penjabat Kepala Desa Hane menegaskan bahwa keberadaan BUMDes memiliki peran strategis sebagai instrumen pembangunan ekonomi desa. Namun, agar mampu berkembang secara optimal, diperlukan pengelolaan yang profesional dengan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang manajemen usaha dan keuangan.

Ia mengapresiasi kehadiran tim pengabdian dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undana yang telah memilih Desa Hane sebagai lokasi kegiatan pemberdayaan masyarakat.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, Desa Hane dapat semakin maju dalam pengelolaan BUMDes sehingga mampu menjadi penggerak utama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi desa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian FEB Undana, Dr. Paulina Y. Amtiran, S.E., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, pada tahun ini Universitas Nusa Cendana menerjunkan sekitar 40 tim pengabdian di berbagai desa di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Setiap tim memiliki fokus yang berbeda sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi wilayah.

Untuk Desa Hane, tim pengabdian memusatkan perhatian pada identifikasi produk unggulan desa, pemetaan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia, analisis berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, hingga penyusunan strategi pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal.

“Kami berharap melalui kegiatan ini akan terjalin kerja sama dan kolaborasi yang lebih baik ke depan antara Universitas Nusa Cendana dengan Pemerintah Desa Hane, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan desa,” kata Dr. Paulina.

FEB Undana Bekali Pengelola BUMDes Desa Hane Strategi Bisnis dan Manajemen Keuangan Modern
BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak hanya bergantung pada besarnya potensi yang dimiliki, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi tersebut secara efektif, inovatif, dan berkelanjutan.

Dalam sesi pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi mengenai tata kelola keuangan BUMDes yang baik, mulai dari penyusunan administrasi keuangan, pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, hingga pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan usaha desa.

Tim pengabdian juga menekankan bahwa sistem administrasi keuangan yang tertib akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BUMDes, sekaligus menjadi dasar dalam pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat.

Selain aspek keuangan, peserta dibekali strategi pengembangan usaha melalui analisis pasar, identifikasi kebutuhan konsumen, penyusunan strategi pemasaran, penentuan harga jual yang kompetitif, hingga menjaga kualitas produk agar mampu bersaing dengan produk dari daerah lain.

Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pemasaran produk desa. Tim pengabdian memperkenalkan penggunaan aplikasi Canva sebagai media untuk membuat desain promosi yang menarik, serta Gemini AI sebagai alat bantu dalam menyusun konten promosi yang kreatif, cepat, dan sesuai kebutuhan pemasaran digital.

Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, pelaku usaha desa diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang besar.

Camat Batuputih dalam arahannya mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak hanya bergantung pada lapangan pekerjaan formal, tetapi mulai melihat berbagai peluang usaha yang tersedia di desa.

Menurutnya, Desa Hane memiliki potensi ekonomi yang besar apabila mampu dikelola secara serius melalui BUMDes maupun usaha-usaha masyarakat.

Ia juga mendorong para pemuda untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Nusa Cendana Kupang, khususnya pada program studi di bidang bisnis dan manajemen, sehingga lahir generasi muda yang memiliki kemampuan mengembangkan usaha, menciptakan inovasi, dan membangun perekonomian desa.

Menutup kegiatan, Dr. Paulina Y. Amtiran menegaskan bahwa pelatihan tersebut bukanlah akhir dari program pengabdian, melainkan awal dari kerja sama yang akan terus dikembangkan antara Universitas Nusa Cendana dan Pemerintah Desa Hane.

“Kegiatan ini merupakan awal dari pertemuan kita. Ke depan kami akan terus berkolaborasi melaksanakan berbagai program di Desa Hane yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat serta meningkatkan nilai ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Desa Hane,” tuturnya.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan pengelolaan BUMDes di Desa Hane semakin profesional, inovatif, dan mampu mengoptimalkan seluruh potensi unggulan desa.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Desa Hane sebagai desa yang mandiri, produktif, berdaya saing, dan mampu menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakatnya.

(Alberto)

Komentar Klik di Sini