KUPANG – METROPAGINEWS.COM || Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya tenaga kependidikan (tendik), guna mewujudkan pelayanan pendidikan tinggi yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing.Senin (12/10/2026).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Mutu SDM Tenaga Kependidikan FKIPK IAKN Kupang bertema “SDM Unggul dengan Rekognisi Nasional dan Internasional” yang dilaksanakan pada Selasa, 14 Juli 2026.

Dekan FKIPK IAKN Kupang, Delsylia Tresnawaty Ufi, S.Th., M.Si., menegaskan bahwa tenaga kependidikan memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan penyelenggaraan pendidikan tinggi. Kualitas sebuah fakultas tidak hanya ditentukan oleh kompetensi dosen dan mahasiswa, tetapi juga oleh kualitas pelayanan administrasi, ketepatan pengelolaan data, kedisiplinan, integritas, serta kemampuan bekerja secara profesional dan kolaboratif.
Menurut Delsylia, tenaga kependidikan merupakan bagian penting dari sistem pelayanan akademik yang turut menentukan efektivitas tata kelola dan mutu kelembagaan. Karena itu, peningkatan kompetensi tendik harus menjadi perhatian bersama agar FKIPK IAKN Kupang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan peningkatan mutu SDM tersebut bukan sekadar forum untuk menambah pengetahuan, melainkan juga menjadi kesempatan untuk membangun komitmen bersama dalam memperkuat kualitas pelayanan dan budaya kerja di lingkungan fakultas.
“Tenaga kependidikan perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memperkuat digitalisasi administrasi, memahami implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan akreditasi, serta memberikan pelayanan yang cepat, tepat, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan pengguna layanan,” tegas Delsylia.
Lebih lanjut, Delsylia menekankan bahwa pelayanan yang unggul tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis, tetapi juga harus dibangun di atas karakter yang baik, kompetensi yang terus dikembangkan, serta komitmen untuk melayani dengan sepenuh hati.
Sebagai bagian dari institusi pendidikan Kristen, tenaga kependidikan FKIPK IAKN Kupang dituntut tidak hanya bekerja secara profesional, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai Kristiani dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sehari-hari.
Nilai-nilai tersebut mencakup kejujuran, tanggung jawab, kerendahan hati, kepedulian, serta semangat melayani. Penerapan nilai-nilai ini diharapkan dapat membentuk budaya kerja yang sehat, meningkatkan kepercayaan pengguna layanan, dan memperkuat identitas institusi sebagai lembaga pendidikan Kristen.
Delsylia menyebutkan, penguatan kualitas SDM perlu berjalan seiring dengan tiga aspek utama, yakni Capacity Building, Mentality Building, dan Identity Building.
Capacity Building berfokus pada peningkatan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan agar tenaga kependidikan semakin kompeten dalam melaksanakan tugas. Sementara itu, Mentality Building diarahkan untuk membangun mentalitas kerja yang disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas.
Adapun Identity Building bertujuan memperkuat identitas tenaga kependidikan sebagai insan pendidikan Kristen yang berkarakter, menjunjung tinggi nilai-nilai Kristiani, serta mampu menjadi teladan dalam memberikan pelayanan kepada seluruh pemangku kepentingan.
Melalui penguatan ketiga aspek tersebut, FKIPK IAKN Kupang diharapkan mampu membangun SDM yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki etos kerja dan karakter yang kuat.
Delsylia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, terlibat aktif dalam diskusi, berbagi pengalaman, serta menyusun rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
Menurut Dekan, keberhasilan kegiatan peningkatan mutu SDM tidak cukup diukur dari terlaksananya kegiatan atau bertambahnya pengetahuan peserta. Hal yang lebih penting adalah adanya perubahan nyata dalam cara bekerja, berkomunikasi, berkolaborasi, serta memberikan pelayanan kepada dosen, mahasiswa, pimpinan, dan seluruh pemangku kepentingan.
Karena itu, setiap peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan nilai-nilai yang diperoleh untuk meningkatkan efektivitas kerja, memperkuat koordinasi, serta menciptakan pelayanan administrasi yang semakin berkualitas.
Transformasi budaya kerja tersebut menjadi penting di tengah tuntutan perguruan tinggi untuk menghadirkan pelayanan yang semakin adaptif, transparan, dan akuntabel. Dukungan tenaga kependidikan yang profesional akan membantu menciptakan lingkungan akademik yang kondusif sekaligus memperkuat pelaksanaan tata kelola fakultas.
Delsylia mengajak seluruh jajaran FKIPK IAKN Kupang untuk bersama-sama membangun fakultas yang tidak hanya unggul dalam penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi, tetapi juga dalam tata kelola kelembagaan, penerapan budaya mutu, dan kualitas pelayanan.
Ia menegaskan bahwa SDM yang kompeten, berintegritas, inovatif, serta berlandaskan nilai-nilai Kristiani merupakan modal penting untuk mendorong kemajuan institusi pendidikan tinggi.
Penguatan mutu tenaga kependidikan diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas layanan akademik dan administrasi, memperkuat penerapan sistem penjaminan mutu, serta meningkatkan kesiapan fakultas dalam menghadapi tuntutan akreditasi dan perkembangan pendidikan tinggi.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah FKIPK untuk berkontribusi terhadap peningkatan rekognisi dan reputasi IAKN Kupang di tingkat nasional maupun internasional.
Salah satu bentuk komitmen FKIPK IAKN Kupang yakni penandatanganan perpanjangan MoA (Memorandum of Understanding) antara FKIPK dengan STIKOM UYELINDO Kupang.
Dengan komitmen bersama, peningkatan kompetensi dan pembentukan karakter tenaga kependidikan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pengembangan SDM, tetapi berlanjut menjadi budaya kerja yang konsisten dan berkelanjutan.
Melalui SDM yang unggul, pelayanan yang profesional, serta penguatan nilai-nilai Kristiani, FKIPK IAKN Kupang bertekad terus meningkatkan mutu kelembagaan dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.
(Alberto)



Komentar Klik di Sini