BerandaNasionalGERTAK Jateng Bersiap Aksi di Hari Kebangkitan Transportasi Online Indonesia

GERTAK Jateng Bersiap Aksi di Hari Kebangkitan Transportasi Online Indonesia

SEMARANG – METROPAGINEWS.COM ||
Ribuan pengemudi transportasi berbasis aplikasi di Jawa Tengah yang tergabung dalam GERTAK (Gerakan Tolak Aplikator Kapitalis) Semarang dan aliansi driver online siap turun ke jalan dalam aksi nasional FDTOI (Forum Diskusi Transportasi Online Indonesia) bertajuk Hari Kebangkitan Transportasi Online Indonesia. Aksi yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB ini menuntut perubahan kebijakan tarif, regulasi yang jelas, dan perlindungan hukum bagi pekerja platform (19/05/2026).

Gerakan ini lahir dari keluhan panjang pengemudi terhadap model bisnis aplikator yang dinilai menempatkan mereka pada posisi rentan. Keluhan utama meliputi potongan komisi yang tinggi, ketidakjelasan mekanisme tarif, dan minimnya perlindungan hukum ketika terjadi sengketa atau insiden kerja. Koordinator aksi Cak Thomas menegaskan bahwa aksi bukan sekadar protes sesaat, melainkan upaya kolektif untuk menegakkan keadilan ekonomi bagi pengemudi.

My project 23 November 2024 pukul 04.36.37 1 1

“Jika kita tidak berjuang bersama, siapa lagi yang akan memperjuangkan nasib kita. Satu hari off bid tidak akan membuat keluarga kita kelaparan, tetapi diam berarti menerima ketidakadilan.” tegas Cak Thomas

Aksi ini mengusung tuntutan yang bersifat nasional dan daerah. Tuntutan nasional yang menjadi fokus antara lain:

1. Kenaikan tarif layanan roda dua agar pendapatan pengemudi seimbang dengan biaya operasional.
2. Regulasi untuk layanan makanan dan barang sehingga hak dan kewajiban aplikator, pengemudi, dan konsumen menjadi jelas.
3.Ketentuan tarif bersih untuk layanan roda empat agar potongan aplikator tidak merugikan pengemudi.
4.Percepatan pembahasan Undang-Undang Transportasi Online Indonesia sebagai payung hukum yang melindungi semua pihak.

Tuntutan daerah menyoroti isu lokal seperti penghapusan opsen pajak yang dianggap membebani pengemudi tanpa kompensasi.

Aksi akan dimulai dari titik kumpul di Wonderia pada pukul 08.00 WIB dan akan bergerak melalui rute yakni Wonderia – Dr. Soetomo Pandanaran – Simpang Lima – Kantor Gubernur. Peserta diminta mengenakan jaket aplikator masing-masing sebagai dress code untuk menegaskan identitas kolektif. Koordinator lapangan ditugaskan mengatur jalannya aksi agar tetap tertib dan aman.

Koordinator aksi mengimbau agar aksi berlangsung damai dan terorganisir, serta tidak mengganggu pengguna jalan. “Aksi ini harus damai dan terorganisir. Kita tunjukkan bahwa pengemudi bisa bersuara tanpa mengganggu keselamatan publik.” ujar Cak Thomas

Metropaginews 1 15

GERTAK Semarang menyatakan telah menerima dukungan resmi dari Gubernur Jawa Tengah dan Ketua DPRD Jawa Tengah melalui sebuah petisi yang menegaskan dukungan terhadap percepatan pembahasan RUU Transportasi Online yang masuk dalam Prolegnas 2026. Dalam petisi tersebut, Pemerintah Daerah menyatakan komitmen untuk mengirimkan kajian dan data lapangan ke Pemerintah Pusat dan DPR RI sebagai bahan percepatan pembahasan.

Pihak penyelenggara menegaskan bahwa tujuan utama aksi adalah membuka ruang dialog konstruktif dengan pemerintah daerah dan aplikator untuk mencapai solusi jangka panjang, bukan konfrontasi tanpa hasil.

Penyelenggara meminta pengertian masyarakat atas potensi gangguan pelayanan pada hari aksi dan mengajak warga memahami konteks perjuangan pengemudi yang menopang layanan sehari-hari. GERTAK berharap aksi ini menjadi momentum untuk terciptanya kebijakan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Harapan penyelenggara, jika dialog berjalan baik, akan tercipta kebijakan yang melindungi pengemudi dan menyeimbangkan kepentingan aplikator, konsumen, dan pekerja platform. Jika dialog tidak membuahkan hasil, gerakan kolektif ini akan terus menjadi alat advokasi bagi pengemudi.

Cak Thomas menyerukan “Mari kita bersatu, tunjukkan kekuatan solidaritas, dan perjuangkan hak kita dengan cara yang terhormat. Perubahan dimulai dari keberanian kita untuk bersuara.” tegasnya.

Aksi GERTAK Jateng pada 20 Mei 2026 merupakan bagian dari gerakan nasional FDTOI yang serentak digelar di 16 daerah. Tuntutan untuk tarif adil, regulasi yang melindungi, dan payung hukum transportasi online menunjukkan bahwa isu ini bukan sekadar aspirasi lokal, melainkan kebutuhan kolektif yang menuntut perhatian serius dari pembuat kebijakan dan publik.

Dengan tegas GERTAK menyatakan, “ini bukan sekadar unjuk rasa, melainkan panggilan moral bagi pembuat kebijakan dan aplikator untuk segera bertindak. Ribuan pengemudi yang menopang layanan sehari-hari menuntut keadilan tarif, kepastian regulasi, dan perlindungan hukum, bukan janji kosong, melainkan kebijakan nyata.” Kami datang dengan damai, namun kami tidak akan mundur sampai suara kami didengar dan hak kami dipenuhi, dukungan publik dan keberanian pemerintah untuk berdialog adalah kunci perubahan yang tak bisa ditawar lagi.

( Pitut Saputra )