BerandaCultureICHC Di Klaten Di Tutup Meriah Dubes Belanda Dan Jerman Jadi Pembicara,...

ICHC Di Klaten Di Tutup Meriah Dubes Belanda Dan Jerman Jadi Pembicara, Klaten Catat Sejarah Baru Sebagai Tuan Rumah Forum Internasional 

KLATEN – METROPAGINEWS.COM || ICHC ke-35 di Klaten ditutup meriah dengan Dubes Belanda dan Jerman sebagai pembicara; Bupati Klaten sebut ini momentum bersejarah, Dubes Belanda ajak masyarakat “pit-pitan ning Klaten.Kamis (21/5/2026)

 

Hari terakhir rangkaian International Cycling History Conference (ICHC) ke-35 di Kabupaten Klaten berlangsung dengan penuh kemeriahan dan makna sejarah. Sejumlah tokoh internasional bergengsi hadir sebagai pembicara dalam forum internasional bergengsi tersebut, yang diselenggarakan pada Rabu (20/05/2026) di Pendopo Kabupaten Klaten – menjadi tempat yang tepat untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya sejarah dan masa depan dunia bersepeda.

 

Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, dan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, H.E Ralf Beste menjadi pembicara utama dalam acara penutupan yang penuh makna ini. Mereka dibarengi oleh narasumber ternama dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Amalinda Savirani, serta perwakilan Kementerian Perhubungan, Yusuf Nugroho. Berbagai topik penting dibahas secara mendalam, mulai dari sejarah perkembangan sepeda di seluruh dunia, budaya bersepeda yang tumbuh di berbagai negara, hingga strategi pengembangan transportasi berkelanjutan yang ramah lingkungan di masa depan.

20260521 200539 0000

BUPATI KLATEN: MOMENTUM BERSEJARAH UNTUK KLATEN

Dalam sambutannya yang penuh semangat, Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih yang mendalam atas kehadiran seluruh tamu dari berbagai penjuru dunia yang telah menghiasi acara ini. “Ini merupakan kehormatan bagi Kabupaten Klaten dan sebuah momentum bersejarah yang tak terlupakan. Setelah 35 tahun ICHC digelar di berbagai negara di seluruh dunia, akhirnya bisa hadir di Indonesia dan diselenggarakan tepat di tanah Klaten. Ini adalah bukti bahwa Klaten mampu bersaing di kancah internasional,” ujarnya dengan suara penuh kebanggaan.

 

Ia menambahkan bahwa kehadiran delegasi dari 40 negara berbeda menjadi bukti nyata bahwa Klaten tidak hanya mampu menjadi tuan rumah bagi acara internasional skala besar, tetapi juga mampu memberikan pelayanan dan pengalaman yang tak terlupakan. “Kami merasa bangga bahwa ICHC di Klaten dapat diikuti oleh delegasi dari 40 negara, yang semuanya dengan antusiasme mengikuti setiap sesi diskusi, lokakarya, hingga kegiatan pendukung lainnya. Semua memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap penyelenggaraan acara ini,” jelasnya.

 

Hamenang juga memaparkan bahwa rangkaian Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 telah berhasil mencatat sejarah baru bagi Kabupaten Klaten. “Kami mencatat sejarah baru dengan menyelenggarakan konferensi dan festival selama delapan hari penuh dengan berbagai kegiatan menarik. Selama delapan hari tersebut, para delegasi bisa menikmati segala keistimewaan Klaten mulai dari tradisi budaya yang kaya, kuliner khas yang menggugah selera, destinasi pariwisata yang memukau, hingga keramahan masyarakat yang luar biasa yang menjadi ciri khas kita,” ungkapnya dengan bangga.

 

Bupati berharap dengan suksesnya penyelenggaraan acara ini, dapat menjadi ajang promosi yang efektif agar nama Kabupaten Klaten semakin dikenal luas dan mendunia. “Kami berharap momen ini menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi para delegasi, yang kemudian bisa mereka bawa dan ceritakan ke negara masing-masing. Bahwa Klaten merupakan tempat yang aman, nyaman, ramah tamu, dan kaya akan nilai budaya yang patut untuk dikunjungi,” tambahnya.

20260521 200324 0000

DUBES BELANDA: “AYO PIT-PITAN NING KLATEN”

Saat ditemui awak media setelah acara, Duta Besar Belanda Marc Gerritsen menyampaikan bahwa kehadirannya di Klaten memiliki tujuan khusus: mengajak masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Klaten, untuk kembali menggunakan sepeda sebagai alat transportasi sehari-hari yang ramah lingkungan dan sehat. “Ayo pit-pitan ning Klaten,” ujarnya dengan lancar menggunakan bahasa Jawa yang khas, yang langsung mendapatkan sambutan hangat dan tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

 

Marc mengaku telah tak sabar untuk mengikuti rangkaian KLIC Fest 2026 selanjutnya, yaitu acara bersepeda yang akan mengelilingi komplek Candi Prambanan – salah satu warisan budaya dunia yang terletak tak jauh dari Klaten. “Saya sangat menantikan kesempatan untuk bersepeda di sekitar Candi Prambanan. Ini akan menjadi pengalaman yang luar biasa dan tak terlupakan, karena kita bisa menikmati keindahan warisan budaya yang luar biasa sekaligus melakukan aktivitas sehat bersama banyak orang,” katanya dengan penuh antusiasme.

 

Duta Besar Jerman H.E Ralf Beste juga menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap penyelenggaraan ICHC di Klaten. Menurutnya, acara ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan budaya bersepeda dan transportasi berkelanjutan. “Kita bisa belajar banyak dari sejarah perkembangan sepeda, dan saya yakin bahwa masa depan transportasi di Indonesia akan semakin baik dengan memanfaatkan potensi sepeda sebagai alat transportasi yang efisien,” ujarnya.

20260521 200220 0000

ACARA PENUTUP DILAKSANAKAN DENGAN KEBAHAGIAAN

Setelah sesi pemaparan dan diskusi yang mendalam, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang hangat bersama seluruh narasumber. Para peserta dengan antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait dengan pengembangan industri sepeda di Indonesia, strategi peningkatan minat masyarakat untuk menggunakan sepeda, hingga rencana pengembangan infrastruktur transportasi berkelanjutan di masa depan.

 

Kegiatan kemudian ditutup dengan acara penyerahan cinderamata simbolis yang penuh makna. Bupati Klaten memberikan kenang-kenangan berupa produk kerajinan khas Klaten seperti wayang kulit, gerabah, dan batik kepada Duta Besar Belanda dan Duta Besar Jerman, serta sebaliknya – di mana para duta besar memberikan cinderamata khas dari negara masing-masing. Suasana penuh kebersamaan dan semangat gotong royong terasa mengalir di seluruh ruangan, dengan harapan bahwa kerjasama dan hubungan persahabatan yang terjalin selama acara ini dapat terus berlanjut hingga tahun-tahun mendatang, bahkan berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas di berbagai bidang.

 

Sejarah dibuat bukan hanya untuk diingat, tetapi juga untuk dijadikan dasar bagi kemajuan di masa depan. Semoga suksesnya ICHC ke-35 di Klaten dapat menjadi tonggak awal bagi perkembangan budaya bersepeda dan transportasi berkelanjutan di Indonesia, serta membawa nama Klaten semakin dikenal di kancah internasional.

 

 

( Desi )

Komentar Klik di Sini