BANYUWANGI – METROPAGINEWS.COM II Penebangan pohon tanaman keras di lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT. Perkebunan Kalibendo seluas 400 hektar berimbas pada keberadaan sumbermata air dan aliran sungai menjadi keruh bercampur lumpur terbawa air hujan, Kamis (23/1). Lahan hgu
Diungkapkan, sejumlah warga yang terbiasa memanfaatkan aliran sungai sebagai tempat pemandian umum merasa prihatin dan was – was disaat musim penghujan. Dikhawatirkan, hujan deras yang terus menerus bisa membawa bencana longsor. Diakibatkan lahan yang sehat sebagai penyangga sudah gundul total dibabat habis tanpa ada reboisasi / penanaman kembali sebagai fungsi asal lahan perkebunan ditanami sejumlah jenis tanaman keras.
” Intensitas hujan tinggi membuat gelisah warga yang berdekatan dengan lahan yang gundul. Sekarang aja bisa terlihat disepanjang aliran sungai terdapat lumpur yang mengendap sisa – sisa longsoran yang hanyut terbawa air hujan,” Ungkap Kasun Krajan, Feri Laksana saat ditemui dikediamannya.
Tak hanya itu, sumber mata air juga berdampak. Air yang mengalir semestinya bening, namun saat ini juga mengalami perubahan menjadi keruh.
” Hearing dikantor DPRD Kabupaten Banyuwangi beberapa waktu lalu sudah dilakukan. Sehingga, tinggal menunggu sangsi atas apa yang sudah dilakukan PT Perkebunan Kalibendo karena telah membabat habis jenis tanaman keras dan juga termasuk bambu sebagai penyimpan air dan penahan abrasi. Ini sudah jelas – jelas merusak lingkungan, malah merusak pelestarian cagar alam,” Bebernya.
(Tyo / Gik)


Komentar Klik di Sini