KUPANG – METROPAGINEWS.COM || Potensi pangan lokal Desa Sillu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, perlahan didorong naik kelas. Komoditas pertanian yang selama ini lebih banyak dijual dalam bentuk bahan mentah mulai diperkenalkan untuk diolah menjadi produk pangan bernilai tambah dan memiliki peluang pasar yang lebih luas.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah buah jambu mente. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Penguatan Produk Pangan Lokal untuk Meningkatkan Nilai Tambah Ekonomi Masyarakat di Desa Sillu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang”, buah jambu mente diolah menjadi dua produk pangan, yakni Sirup Jambu Mente dan Abon Jambu Mente.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 25 September 2026 bertempat di Gereja GMIT Nazaret Sillu dan diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari kelompok Pemuda dan Komisi Perempuan GMIT Nazaret Sillu.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim PKM yang terdiri dari Sarlin Nawa Pau, S.E., M.Sc., CFrA., CRA; Santhy Chamdra, SP., M.Si., CRP; serta Dr. Anthon S. Y. Kerihi, M.Si.
Selama ini, Desa Sillu memiliki berbagai potensi pangan lokal seperti jagung, ubi, pisang, kelor dan hasil pertanian lainnya. Namun, sebagian besar komoditas tersebut masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai ekonomi yang diterima masyarakat relatif terbatas.
Kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pola pemasaran, tetapi juga dipengaruhi keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam mengembangkan produk, mulai dari proses pengolahan, pengemasan, pemasaran hingga manajemen usaha.
Melihat kondisi tersebut, tim PKM memilih jambu mente sebagai salah satu komoditas yang dikembangkan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Jambu mente yang selama ini dikenal sebagai salah satu hasil kebun masyarakat dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan dengan nilai jual yang lebih tinggi.
Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya diberikan pemahaman secara teori, tetapi juga diajak melakukan praktik pengolahan secara langsung.
Para peserta bersama tim PKM mempraktikkan pembuatan Sirup Jambu Mente dan Abon Jambu Mente. Dua produk tersebut menjadi contoh bahwa satu komoditas lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki karakter dan peluang pasar berbeda.
Pendekatan ini sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat bahwa hasil pertanian tidak harus selalu dijual dalam bentuk bahan mentah. Dengan kreativitas, keterampilan dan pengelolaan usaha yang tepat, komoditas lokal dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Kegiatan PKM tersebut tidak berhenti pada praktik pengolahan produk. Tim juga memberikan materi mengenai manajemen kelompok dan peluang pasar produk olahan.
Pengetahuan tersebut dinilai penting karena kemampuan menghasilkan produk perlu diikuti dengan kemampuan mengelola usaha. Produk yang berkualitas akan lebih mudah dikembangkan apabila masyarakat memiliki pemahaman mengenai pengorganisasian kelompok, pemasaran dan peluang pengembangan pasar.

BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider
Keterlibatan kelompok Pemuda dan Komisi Perempuan GMIT Nazaret Sillu juga menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.
Kelompok pemuda diharapkan dapat menjadi bagian dari generasi yang mampu melihat potensi desa sebagai peluang usaha, sementara keterlibatan Komisi Perempuan membuka ruang bagi pengembangan aktivitas ekonomi yang dapat mendukung peningkatan pendapatan keluarga.
Melalui keterampilan mengolah jambu mente, masyarakat diharapkan mulai melihat hasil kebun bukan hanya sebagai komoditas yang dijual setelah dipanen, tetapi sebagai bahan baku yang dapat diolah menjadi produk pangan dengan nilai tambah.
Tim PKM berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Sillu untuk mengembangkan usaha mikro berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.
Pengembangan produk seperti Sirup Jambu Mente dan Abon Jambu Mente diharapkan dapat membuka gagasan usaha baru sekaligus memberikan alternatif sumber pendapatan bagi masyarakat.
Jika dikembangkan secara konsisten, produk pangan lokal juga memiliki peluang untuk memperluas pasar, tidak hanya di lingkungan desa, tetapi juga ke wilayah yang lebih luas.
Upaya tersebut pada akhirnya diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan ekonomi keluarga sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan di Kabupaten Kupang.
Lebih jauh, pemanfaatan komoditas lokal juga dapat mendukung penguatan ketahanan pangan. Masyarakat tidak hanya menjadi konsumen atau pemasok bahan mentah, tetapi dapat mengambil peran lebih besar dalam rantai nilai melalui kegiatan pengolahan dan pemasaran.
Sebagai bagian akhir dari kegiatan, tim PKM juga menyerahkan sejumlah alat pendukung pengolahan Sirup Jambu Mente dan Abon Jambu Mente kepada kelompok Pemuda dan Komisi Perempuan GMIT Nazaret Sillu.
Penyerahan peralatan tersebut diharapkan dapat menunjang keberlanjutan kegiatan setelah pelatihan berakhir. Dengan adanya peralatan pendukung, kelompok masyarakat memiliki sarana untuk terus mempraktikkan sekaligus mengembangkan produk olahan yang telah diperkenalkan.
Kegiatan PKM ini pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan sesaat. Sebaliknya, keterampilan, pengetahuan dan peralatan yang telah diberikan dapat menjadi modal awal bagi masyarakat untuk mengembangkan produk pangan berbasis potensi Desa Sillu.
Dari jambu mente yang sebelumnya lebih banyak dipandang sebagai hasil kebun, kini terbuka peluang untuk menjadikannya sebagai produk olahan bernilai ekonomi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat Desa Sillu agar semakin percaya diri mengembangkan potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi desa.(*)
Alberto



Komentar Klik di Sini