BerandaLintas PeristiwaLubang di Perempatan Gotong Royong Delanggu: Lima Mobil Pecah Ban, Keselamatan Pengendara...

Lubang di Perempatan Gotong Royong Delanggu: Lima Mobil Pecah Ban, Keselamatan Pengendara Terancam

KLATEN – METROPAGINEWS.COM ||
Perempatan Gotong Royong Delanggu, tepatnya di depan Bank BRI, kembali menjadi sorotan ketika 5 mobil bersamaan mengalami pecah ban berurutan, setelah menerjang lubang jalan yang cukup dalam. Insiden yang terjadi dini hari ini membuat dua pengemudi Brio, satu pengemudi Honda Jazz dan dua pengemudi Yaris terpaksa menepi di sepanjang jalan Solo-Yogyakarta tak jauh dari lokasi, satu berhenti di pelataran Alfamart Gotong Royong Delanggu, satu di selatan lampu merah, sementara yang lain menepi di depan Toko Cat Subur Kuncen utara, dekat lampu merah Delanggu serta selatan pasar Delanggu. Kelima kendaraan mengalami kerusakan parah, rata-rata pada ban depan kanan dan kiri, dengan kondisi yang berpotensi membahayakan pengemudi dan pengguna jalan lain bila tidak segera ditangani (09/02/2026).

Deva dari Yogyakarta salah seorang pengemudi Honda Jazz mengatakan “Kejadian bermula ketika beberapa pengemudi secara mendadak terkejut dan menginjak lobang tersebut pada saat mengemudi, Saya juga terkejut saat mobil saya tiba-tiba oleng karena ban depan kiri pecah. Beruntung saya berhasil menghentikan laju kendaraan dan menepi di pelataran Alfamart.” ujarnya.

Mobil Deva pengemudi dari Yogyakarta pecah ban dan harus ganti
Mobil Deva pengemudi dari Yogyakarta pecah ban dan harus ganti (dok foto @pitut Saputra)

Pada saat bersamaan, Putra seorang pengemudi Calya yang sedang menunggu seorang rekan di lokasi pelataran Alfamart Delanggu melihat kejadian tersebut dan atas dasar rasa iba sesama pengguna jalan, maka pengemudi tersebut berusaha membantu memberikan tumpangan kepada Deva untuk mencari tukang tambal ban di sekitar Delanggu. Upaya ini menunjukkan solidaritas warga setempat, namun juga menegaskan betapa sulitnya mencari layanan darurat sederhana seperti tambal ban mobil pada jam-jam larut malam.

Kondisi jalan yang berlubang di perempatan tersebut bukanlah masalah baru. Perubahan cuaca yang ekstrim, bergantian antara panas terik dan hujan deras, mempercepat kerusakan aspal. Air hujan yang meresap dan suhu tinggi menyebabkan permukaan jalan tergerus dan retak, lalu berkembang menjadi lubang-lubang kecil yang lama-kelamaan membesar. Ketika kendaraan melintas pada kecepatan tinggi, lubang-lubang ini berisiko menyebabkan pecah ban, kerusakan pelek, hingga kecelakaan yang lebih serius, terlebih bila kondisi ban sudah menipis. Perempatan Gotong Royong, yang merupakan bagian kecil dari jalur perempatan penyeberangan di jalan Solo–Yogyakarta, memiliki karakteristik sebagai jalur cepat sehingga potensi bahaya akibat lubang jalan menjadi lebih tinggi.

Bam terpaksa di ganti karena sobek parah (dok foto @pitut saputra)
Bam terpaksa di ganti karena sobek parah (dok foto @pitut saputra)

Keterbatasan layanan darurat pada dini hari menambah kekhawatiran. Warga yang menyaksikan insiden dan mengungkapkan keprihatinan karena pekerja tambal ban mobil di sekitar Delanggu sulit ditemukan pada jam larut. Situasi ini menimbulkan dilema, pengendara luar kota yang mengalami masalah teknis terpaksa menunggu bantuan yang mungkin memakan waktu lama, sementara lalu lintas di jalur utama tetap mengalir dan berisiko menimbulkan antrean atau kecelakaan lanjutan. Kejadian seperti ini menyoroti kebutuhan akan layanan darurat yang lebih mudah diakses, terutama di titik-titik rawan di sepanjang jalur antar-kota.

Di sisi pemerintahan, Pemkab Klaten memang sedang gencar melakukan pembenahan dan penambalan lubang jalan menjelang kenaikan intensitas arus mudik. Namun, insiden yang menimpa kelima pengemudi mobil, dalam satu malam saja ini, menjadi pengingat bahwa upaya perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, bukan hanya bersifat temporer menjelang momen tertentu. Perawatan jalan yang rutin, pemantauan titik-titik rawan, serta penanganan cepat terhadap laporan masyarakat perlu ditingkatkan agar kondisi infrastruktur tidak menimbulkan dampak negatif bagi keselamatan publik dan citra daerah.

Kejadian ini juga seharusnya menjadi sinyal bagi Dinas Pekerjaan Umum dan pihak perawatan jalan untuk meninjau kembali prioritas perbaikan di sekitar Delanggu. Mengingat jalur Solo–Yogyakarta merupakan koridor penting dengan arus kendaraan yang padat, perbaikan yang tepat waktu dan berkualitas menjadi mutlak. Selain itu, pemasangan rambu peringatan sementara di lokasi lubang yang belum sempat diperbaiki dapat mengurangi risiko kecelakaan, memberi waktu bagi pengendara untuk menurunkan kecepatan, dan menghindari kerusakan kendaraan.

Dari perspektif pengguna jalan, pengalaman pecah ban yang dialami pengemudi luar kota ini menjadi pelajaran penting. Pengendara disarankan untuk selalu waspada terhadap kondisi permukaan jalan, menjaga jarak aman, dan menyesuaikan kecepatan terutama saat melintasi area yang rawan. Memiliki perlengkapan darurat seperti ban cadangan yang layak, dongkrak, serta nomor kontak layanan darurat lokal dapat membantu mengurangi dampak ketika menghadapi masalah teknis di perjalanan.

Akhirnya, insiden ini menuntut kolaborasi antara pemerintah daerah, dinas terkait, dan masyarakat. Laporan cepat dari warga yang menemukan lubang jalan, respons perbaikan yang terkoordinasi, serta edukasi keselamatan berkendara harus berjalan beriringan. Semoga pengalaman tidak menyenangkan yang dialami kelima pengemudi mobil ini menjadi momentum bagi pemangku kepentingan untuk mengambil langkah tindak lanjut yang diperlukan, sehingga citra Klaten sebagai kota yang sedang dibangun tidak ternoda oleh masalah infrastruktur yang seharusnya dapat diatasi.

Perbaikan jalan bukan sekadar soal estetika atau kenyamanan, ia menyangkut nyawa dan keselamatan pengguna jalan. Menjaga kualitas infrastruktur adalah investasi jangka panjang yang akan mengurangi biaya perbaikan kendaraan, menekan angka kecelakaan, dan meningkatkan kepercayaan warga serta pengunjung terhadap pelayanan publik. Semoga pihak berwenang segera menindaklanjuti laporan ini dan memastikan perempatan Gotong Royong Delanggu menjadi lebih aman bagi semua pengguna jalan.

( Pitut Saputra )