JAKARTA – METROPAGINEWS.COM || Ribuan kapal di Dermaga Kali Asin, Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara,kondisi ini menyebabkan proses bongkar muat berjalan lambat dan menyulitkan aktivitas para nelayan.
Kondisi ini menyebabkan proses bongkar muat hasil tangkepan ikan terlambat karena kapal-kapal harus menunggu berhari-hari hanya untuk bersandar di dermaga.
Berdasarkan survei lapangan pengamatan metropagi news com di lokasi pada Rabu (28/1/2026), ratusan kapal terlihat terparkir rapat di dermaga. Kapal-kapal tersebut berdempetan tanpa jarak yang memadai, bahkan sebagian di antaranya saling bersentuhan satu sama lainnya,akibat keterbatasan ruang untuk bersandar kapal.
Saat berada di lokasi, melihat sejumlah kapal berupaya memindahkan posisi untuk memberi ruang bagi kapal lain. Proses tersebut kerap diwarnai teriakan para nelayan karena kapal mereka saling berbenturan satu sama lain, akibat jarak yang sangat sempit.
James Wiling, salah seorang pemilik kapal di Dermaga Kali Asin, mengatakan kepadatan ini membuat proses bongkar muat kapal miliknya bisa memakan waktu hingga dua hari.
“Kapal kami mau masuk aja, ya Allah !,susah amat itu dua hari dua malam, Pak. Padahal jangka kaki kami itu lima menit atau 10 menit enggak nyampe (ke ujung dermaga),” katanya saat ditemui di lokasi, Rabu.(28-1-2026)
James menyebutkan, kondisi kepadatan kapal mulai semakin parah sejak November 2025. Hingga kini, ia memperkirakan jumlah kapal yang terparkir di Dermaga Kali Asin telah mencapai lebih dari 1.000 unit.
Ia juga mengungkapkan belum melihat adanya tindak lanjut konkret dari pemerintah untuk membantu mengurai kepadatan kapal di kawasan tersebut.
“Saya bilang ini mudah sebenarnya permasalahan ini bisa selesai asal Pemprov turun tangan selesai. Tapi kalau Pemprov enggak turun tangan langsung, kami itu sebagai masyarakat doang yang punya kapal. Bagaimana cara mengatasinya?” tuturnya.
Menurut James, persoalan yang dihadapi para nelayan sebenarnya bukan hal yang rumit jika mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Kalau dibilang semrawut bukannya tempatnya tidak memadai.tapi Kurang perhatian dari pengaturan, kalau diperhatikan saya yakin kok pasti bisa.Masa sekecil kayak gini enggak bisa beresin,” tambahnya.( Tjip )


Komentar Klik di Sini