BerandaDaerahMahasiswa KKN Unsika Dorong Pengelolaan Sampah Desa Tegalwaru Melalui Rocket Stove Minim...

Mahasiswa KKN Unsika Dorong Pengelolaan Sampah Desa Tegalwaru Melalui Rocket Stove Minim Polutan Dengan Inovasi Desain Venturi

PURWAKARTA – METROPAGINEWS.COM || Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan nyata di berbagai wilayah pedesaan, termasuk di Desa Tegalwaru, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. Tidak adanya tempat pembuangan akhir (TPA) membuat setiap rumah tangga mengelola sampahnya secara mandiri, salah satunya dengan cara dibakar terbuka di sekitar permukiman. Praktik tersebut kerap menimbulkan asap pekat yang menyebar ke lingkungan sekitar, mengganggu kenyamanan, serta berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat, terutama karena lokasi pembakaran berada di area pemukiman padat. Kondisi ini mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) tahun 2026 untuk menghadirkan solusi teknologi tepat guna sebagai upaya pengelolaan sampah.

Mahasiswa KKN Unsika Dorong Pengelolaan Sampah Desa Tegalwaru Melalui Rocket Stove Minim Polutan Dengan Inovasi Desain Venturi
Proses pembuatan oleh mahasiswa KKN Unsika

Berangkat dari observasi lapangan selama pelaksanaan KKN pada periode 29 Desember 2025 hingga 2 Februari 2026, mahasiswa menemukan bahwa kebiasaan pembakaran sampah dilakukan secara terbuka oleh hampir setiap rumah tangga. Sampah rumah tangga yang dikumpulkan langsung dibakar tanpa adanya pengelolaan, asap yang dihasilkan sering kali menyebar ke rumah-rumah sekitar dan menimbulkan keluhan warga. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Unsika menggagas penerapan Rocket Stove sebagai solusi jangka pendek dalam mengurangi dampak polusi asap dari pembakaran sampah rumah tangga.

Rocket Stove yang dikembangkan dirancang sebagai tungku pembakaran bersama dengan skala penggunaan untuk beberapa rumah tangga. Tungku ini dibuat menggunakan material hebel dan ditempatkan di lahan yang telah disepakati bersama warga. Meskipun tidak dirancang untuk menampung sampah dalam jumlah besar, Rocket Stove diharapkan mampu menjadi alternatif pembakaran yang lebih terkendali dibandingkan pembakaran terbuka di masing-masing rumah. Inovasi utama pada alat ini terletak pada penerapan desain venturi pada bagian inlet udara di bagian bawah tungku. Desain venturi tersebut berfungsi untuk meningkatkan suplai udara yang masuk ke ruang bakar. Dengan memanfaatkan prinsip konversi massa aliran udara, venturi memungkinkan udara masuk dalam jumlah lebih besar dan lebih terarah. Aliran udara yang optimal menghasilkan nyala api yang lebih stabil dan lebih besar, sehingga proses pembakaran berlangsung lebih sempurna. Pembakaran yang lebih optimal ini berdampak langsung pada berkurangnya asap yang dihasilkan dibandingkan metode pembakaran terbuka yang selama ini dilakukan warga.

BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider

Secara visual, perbedaan hasil pembakaran dapat diamati dengan jelas. Api pada Rocket Stove tampak lebih stabil, sementara asap yang dihasilkan jauh lebih minim. Meskipun Rocket Stove tidak sepenuhnya menghilangkan emisi, keberadaannya dinilai mampu menekan polutan udara secara signifikan dan menjadi alternatif yang lebih aman bagi lingkungan pemukiman. Mahasiswa juga menegaskan bahwa Rocket Stove diperuntukkan bagi pembakaran sampah rumah tangga kering dan tidak dianjurkan untuk pembakaran sampah basah maupun jenis sampah lain yang berpotensi menimbulkan dampak berbahaya.

Mahasiswa KKN Unsika Dorong Pengelolaan Sampah Desa Tegalwaru Melalui Rocket Stove Minim Polutan Dengan Inovasi Desain Venturi
Alat pembakaran sampah (Rocket Stove) yang dikembangkan oleh mahasiswa KKN Unsika

Kegiatan peresmian dan penyerahan Rocket Stove kepada pihak desa dilaksanakan pada 23 Januari 2026. Acara tersebut dihadiri oleh aparat desa, warga setempat, serta pemilik lahan tempat Rocket Stove didirikan. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa KKN Unsika secara resmi menghibahkan Rocket Stove kepada Desa Tegalwaru sebagai sarana pengelolaan sampah bersama yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Program ini mendapat respons positif dari warga yang hadir. Salah satunya disampaikan oleh Pak Endang, tokoh agama sekaligus pemilik lahan, yang mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN dalam membantu mengatasi permasalahan sampah di desa. Ia menyampaikan, “Mahasiswa KKN benar-benar membantu terutama dalam masalah sampah yang ada di desa ini. Semoga masyarakat sekitar bisa mencontoh program kerja mahasiswa KKN,” ujarnya.

Mahasiswa KKN Unsika Dorong Pengelolaan Sampah Desa Tegalwaru Melalui Rocket Stove Minim Polutan Dengan Inovasi Desain Venturi
Penyerahan rocket stove kepada Pak Endang selaku pemilik lahan

Melalui penerapan Rocket Stove berbasis desain venturi ini, mahasiswa KKN Unsika berupaya mendorong perubahan pola pengelolaan sampah rumah tangga menuju praktik yang lebih terkontrol dan minim polutan. Meskipun masih bersifat solusi jangka pendek, inovasi ini menunjukkan bahwa pendekatan teknologi sederhana yang disesuaikan dengan kondisi daerah setempat dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan kenyamanan masyarakat. Diharapkan masyarakat Desa Tegalwaru dapat terus mengembangkan dan mereplikasi konsep serupa sebagai langkah awal menuju pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan.

(Kelompok KKN Universitas Singaperbangsa Karawang Desa Tegalwaru, 2026)

Komentar Klik di Sini