KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Robot Jimu Pemukul Bedug yang di rakit 3 siswa SD adalah program proyek sebuah LPK ( Lembaga Pelatihan Kejuruan ) LPK Autobot School yang berlokasi di Jl.Merbabu No.7 Jetak Kidul,Jawa, Kecamatan Selatan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Tema yang di usung dalam konsep pembuatan Robot Jimu Pemukul Bedug tersebut,di ambil karna memang bertepatan di bulan suci Ramadhan.
Dalam pelaksanaannya pembelajaran yang di kembangkan dalam sebuah program proyek di pragakan oleh 3 siswa SD yang berpotensi di LPK Autobot School.
Dan ke 3 siswa tersebut dari sekolah yang berada.
Di ketahui Hafis bersekolah di SDT Pastu Klaten,Syakif dan Alfa bersekolah di SDIT Anajah Jatinom.
Ke 3 murid tersebut masih duduk di bangku kelas 3 SD.
Namun mengikuti pelajaran tambahan di LPK Autobot School Klaten.

Mereka merakit masih dalam bentuk komponen sampai menjadi Robotik Jimu Pemukul Bedug yang bergerak.
Dalam persiapannya,Diah selaku pengajar mengatakan hanya memerlukan waktu 2 Minggu.
Robotik Jimu Pemukul Bedug itu sendiri adalah sebuah robot MSTi yang dapat di kendalikan oleh bluetooth melalui smartphone atau tablet.
Di ketahui Robot MSTi adalah sebuah jenis robot yang di kembangkan oleh Makeblock , sebuah perusahaan teknologi.
Cara kerja Robot Jimu Pemukul Bedug itu sendiri bekerja melalui rekaman suara di smartphone yang saat itu alunan suaranya bernuansa takbir lalu di simpan dan di putar dengan sistem bluetooth.
Tidak perlu waktu lama karna memang tiga anak tersebut sudah berada di level Pra Basic dalam tingkatan di LPK Autobot School tersebut.
LPK Autobot School berdiri sejak tahun 2016 dengan sekitar 20 pengajar dan dari berbagai macam latar belakang pendidikan dan keahlian khusus.
Banyaknya siswa sekitar kurang lebih 140 anak, dengan berbagai jenjang pendidikan dari TK sampai SMA.
Bagas orang tua dari Hafiz yang beralamat di Sekar Anom Klaten Utara, mengatakan ketika awak media mewawancarai bahwasanya ” saya melihat pontesi anak saya tersebut,
lalu berinisiatif untuk memasukkan ke LPK Autobot School agar lebih terarah,dan sekiranya sebagai orang tua kami hanya bisa mensupport sampai selesai, meskipun ini di luar pendidikan formal,” tuturnya.

Menurut Diah menerangkan bahwa dari “pihak Autobot School ini sengaja membuka dan mewadahi serta memberikan kesempatan untuk anak anak
belajar merakit dan mengcording.
Kami menyaring anak anak yang sekiranya berpotensi,lalu kami ikut sertakan dalam proyek.
Dan dalam LPK ini kami banyak bekerja sama dengan sekolah sekolah,karna di LPK ini pun kami
ada kurikulum yang mana setiap kurikulum selalu ada pembuatan jenis jenis macam robot.
Setelah itu di kamipun juga ada pelaksanaan ujian.
Dan ada juga pelatihan khusus untuk perlombaan perlombaan,” jelasnya.
Dalam mengenal robotik Diah memaparkan bahwa bukan hanya pembuatan Robot saja dalam kenyataannya untuk kedepannya.
Dalam belajar Robotik ini,kita bisa masuk ke dalam berbagai lini kehidupan,harapan saya tentunya alangkah baiknya sejak dini untuk di ajarkan dan di kenalkan kepada anak anak agar nantinya tidak kaget, karena di era sekarang ini semua sudah serba otomotif.
Dan sekitarnya sebagai orang tua dan siapapun untuk melek Otomotif,untuk menghadapi dunia yang semakin maju,”pungkasnya.
Reporter : Desi


Komentar Klik di Sini