BerandaSejarahMenelisik SITUS Umpak Songo, Saksi Bisu Peninggalan Peradaban Sejarah Kerajaan Blambangan

Menelisik SITUS Umpak Songo, Saksi Bisu Peninggalan Peradaban Sejarah Kerajaan Blambangan

BANYUWANGI – METROPAGINEWS.COM || Situs Umpak Songgo atau disebut 9 (Sembilan) Batu peninggalan dimasa Kerajaan Blambangan menjadi saksi bisu peradaban masa lalu, Rabu (10/6).

Puing-puing reruntuhan bangunan Umpak Songo masih terlihat berada di Dusun Muncar Baru, Desa Tembok Rejo, Kecamatan Muncar dan hingga kini masih terus dikunjungi oleh sejumlah pelaku spiritual dari berbagai kalangan keberagaman Agama di Kabupaten Banyuwangi hingga luar daerah, Penggiat Sejarah hingga Budayawan, Akademisi, Praktisi, Lembaga Pendidikan dan masyarakat umum.

Sebagaimana tercatat dalam sejarahnya, ditemukannya kembali Situs Umpak Songgo pada tahun 1916 oleh warga Bantul, mbah Nadi Gede dalam kondisi tertimbun saat dirinya tengah membabat hutan. Saat digali, reruntuhan tersebut menyerupai sebuah bentuk candi.

Menelisik SITUS Umpak Songo, Saksi Bisu Peninggalan Peradaban Sejarah Kerajaan Blambangan

Keberadaan Situs ini berwujud sembilan batu besar yang menyerupai bentuk kubus dengan lubang di bagian tengah yang tertata.

Situs peninggalan Kerajaan Blambangan diyakini menjadi balai pertemuan antara Bupati Blambangan, Raden Tumenggung (RT) Wiraguna saat bertemu dengan bawahannya dan menyimpan sejarah besar terkait Kerajaan Blambangan pada abad ke-14 Masehi berdasarkan Prasasti Balawi (1227 Saka atau 1305 M).

Dahulu kala, Situs ini terdiri dari sebanyak 49 batu besar, sembilan di antaranya memiliki lubang di tengah yang konon berfungsi sebagai penyangga atau umpak. Nama Umpak Songo berarti sembilan penyangga dalam bahasa Jawa.

Kerajaan Blambangan didirikan pada abad ke-13 Masehi yang diyakini sudah ada sejak era Kerajaan Majapahit. Terletak di kawasan ujung Jawa Timur Pulau Jawa.

BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider

Sebagaimana catatan Sejarah, Kerajaan Blambangan menjadi satu-satunya kerajaan Hindu yang memiliki kekuasaan besar di tanah jawa pasca runtuhnya Majapahit pada abad ke-15.

Pada abad ke-18, Kerajaan Blambangan runtuh setelah ditaklukkan oleh Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC). Runtuhnya Kerajaan Blambangan membuat Situs Umpak Songo menjadi salah satu peninggalan bersejarah yang menyimpan sejarah besar kekalahan Kerajaan Blambangan terhadap VOC.

VOC memindahkan ibu kota kerajaan ke daerah dekat Pelabuhan Ulupampang yang kini dikenal dengan Pelabuhan Muncar. Alasannya karena lokasi tersebut dekat dengan Selat Bali, yang ingin dipantau VOC karena mencoba mengambil alih Kerajaan Blambangan.

Menelisik SITUS Umpak Songo, Saksi Bisu Peninggalan Peradaban Sejarah Kerajaan Blambangan

Situs Umpak Songo adalah situs penting untuk memahami sejarah Kerajaan Blambangan dan keterlibatannya dalam perang melawan VOC. Sebab, Umpak Songo menjadi situs sisa Kerajaan Blambangan.

Dikala waktu itu, Keberadaan Ibukota Kerajaan pindah ke Ulupampang setelah Blambangan dipecah menjadi dua, yakni Blambangan barat dan Blambangan timur pasca pemberontakan Jagapati melawan VOC pada Oktober 1772.

Djawa Dwipa Blambangan saat berada dilokasi Situs Umpak Songgo melihat secara langsung keberadaan umpak dan sejumlah batu besar jenis andesit masih tertata berada di area Situs yang dipagar tembok keliling. Tanaman pandan masih terlihat tumbuh subur dan belas pembakaran dupa masih terlihat berada disela – sela Batu dan bata bekas peninggalan di masa lalu, menandakan masih banyak dikunjungi sebagai bentuk wujud pelestarian untuk tetap di Uri – Uri.

(Tyo)

Komentar Klik di Sini