BerandaDaerahProdi Sejarah FKIP Undana Hadirkan Guru Besar UNY, Dorong Dosen Tembus Hibah...

Prodi Sejarah FKIP Undana Hadirkan Guru Besar UNY, Dorong Dosen Tembus Hibah Nasional

KUPANG – METROPAGINEWS.COM || Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu akademik dan kualitas penelitian. Hal itu diwujudkan dengan menyelenggarakan Workshop Review Proposal Hibah Bersaing dan Penulisan Artikel Ilmiah di Jurnal Bereputasi Internasional yang berlangsung di Aula FKIP Undana, Senin (29/9/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh 50 dosen dari berbagai program studi di lingkungan FKIP, termasuk dosen-dosen Prodi Pendidikan Sejarah. Workshop menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Aman, M. Pd, Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yang dikenal luas sebagai akademisi produktif sekaligus reviewer proposal hibah nasional.

Prodi Sejarah FKIP Undana Hadirkan Guru Besar UNY, Dorong Dosen Tembus Hibah Nasional

Kedatangan Prof. Aman disambut meriah oleh Dekan FKIP Undana, Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si, Ketua Prodi Pendidikan Sejarah, Dr. Djakariah, M. Pd, jajaran dosen, serta mahasiswa. Kehadiran sang guru besar kian istimewa karena mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah mempersembahkan tarian khas Timor sebagai simbol penghormatan dan persaudaraan.

Dalam sambutannya, Prof. Taneo menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing Undana di kancah nasional maupun internasional. la mencontohkan beberapa dosen FKIP yang berhasil lolos hibah penelitian kompetitif nasional dengan dana di atas Rp100 juta, sebagai bukti nyata bahwa peluang itu terbuka luas jika didukung dengan persiapan yang matang.

BACA JUGA : Kasus Perampokan di Kedungreja Disidangkan, Tak Ada Saksi yang Meringankan

“Tujuan kita bukan sekadar berkumpul, tetapi belajar langsung dari pengalaman. Prof. Aman ini setiap tahun proposalnya lolos 5-6 kali dalam kompetisi nasional. Beliau juga reviewer nasional. Karena itu, lewat kegiatan ini kita ingin tahu trik, strategi, dan substansi yang bisa membuat proposal kita layak didanai,” ujar Prof. Taneo.

Lebih jauh, beliau menyampaikan target FKIP Undana pada tahun 2026 agar semakin banyak dosen yang mampu menembus hibah penelitian. “Kalau satu prodi bisa meloloskan satu atau dua proposal saja, maka dari 18 prodi kita bisa menghasilkan 36 proposal yang lolos. Itu akan menjadi lompatan besar bagi fakultas ini,” urainya.

Ketua Panitia, Susilo Setyo Utomo, S. Pd, M. Pd, dalam laporannya menegaskan bahwa workshop ini dilatarbelakangi oleh tingginya tuntutan perguruan tinggi terhadap dosen untuk meningkatkan kualitas riset dan publikasi. Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk tidak hanya memberikan wawasan teoretis, tetapi juga praktik nyata dalam menyusun proposal hibah yang berkualitas serta menulis artikel ilmiah yang dapat diterbitkan di jurnal bereputasi internasional.

Prodi Sejarah FKIP Undana Hadirkan Guru Besar UNY, Dorong Dosen Tembus Hibah Nasional

“Ilmu yang kita dapat hari ini harus bisa diimplementasikan, tidak hanya berhenti pada pengetahuan. Harapan kami, setelah workshop ini semakin banyak dosen FKIP Undana yang aktif menulis dan berani berkompetisi dalam hibah nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Antusiasme para dosen terlihat dari keaktifan mereka mengikuti sesi diskusi. Banyak yang mengajukan pertanyaan kritis terkait strategi menulis proposal yang mampu menembus seleksi ketat di Kementerian. Hal ini menunjukkan semangat besar untuk maju bersama dalam membangun reputasi akademik Undana.


(Alberto L)

Komentar Klik di Sini