BerandaPemerintahTingkatkan Penanganan Klien Terorisme, PK Bapas Klaten Ikuti FGD Deradikalisasi Terpadu Tahun...

Tingkatkan Penanganan Klien Terorisme, PK Bapas Klaten Ikuti FGD Deradikalisasi Terpadu Tahun 2026  

KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Klaten hadiri FGD Penguatan Deradikalisasi Terpadu Wilayah Zonasi 3 di Cirebon. Sinergi lintas instansi wujudkan penanganan dan reintegrasi klien terorisme yang terukur dan berkelanjutan. Jumat (30/10)

 

Kolaborasi lintas sektoral penanganan klien terorisme

Upaya memperkuat penanganan dan pembimbingan terhadap narapidana terorisme maupun mantan narapidana terorisme terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektoral. Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya tersebut, Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Madya Balai Pemasyarakatan Kelas II Klaten turut berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Pelaksanaan Deradikalisasi Terpadu Wilayah Zonasi 3 Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur Tahun 2026,

20261030 202206 0000

Kegiatan berlangsung dua hari di Cirebon

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja sama dengan Yayasan Prasasti Perdamaian (YPP), serta melibatkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dan berbagai instansi lintas sektoral ini berlangsung selama dua hari, pada 29–30 Oktober 2026, bertempat di Aston Cirebon Hotel & Convention Center. Kegiatan tersebut diikuti oleh delapan perwakilan Pembimbing Kemasyarakatan dari berbagai wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Pemaparan materi dan diskusi bersama

Acara diawali dengan penyampaian keynote speech oleh Irjen Pol. Arif Makhfudihanto, S.I.K., M.H. selaku Deputi Bidang Deradikalisasi BNPT. Selanjutnya, kegiatan diisi dengan pemaparan materi oleh sejumlah narasumber dari berbagai instansi yang berkompeten di bidangnya, kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama seluruh peserta untuk membahas berbagai persoalan dan tantangan dalam pelaksanaan deradikalisasi terpadu.

20261030 202308 0000

Tujuan: bangun sinergi dan selaraskan program

FGD ini bertujuan membangun sinergi lintas instansi sekaligus menyelaraskan program pembinaan dan pengawasan terhadap narapidana terorisme serta mantan narapidana terorisme yang telah berstatus sebagai klien pemasyarakatan. Penguatan dilakukan melalui pendekatan berbasis kasus dan hasil (case and outcome-based approach), dengan menekankan pentingnya kerangka kerja deradikalisasi yang terukur dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, pemantauan terhadap setiap individu perlu dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari tahap penahanan, pembinaan di lembaga pemasyarakatan, hingga proses reintegrasi sosial di tengah masyarakat. Dengan demikian, setiap tahapan penanganan dapat berjalan secara terarah, sesuai kebutuhan dan perkembangan masing-masing individu.

Ruang evaluasi dan pertukaran pengalaman

Selain memperkuat koordinasi, kegiatan ini juga menjadi ruang evaluasi terhadap berbagai kendala yang dihadapi petugas di lapangan. Melalui penyampaian pengalaman dan tantangan secara langsung dari para peserta, diharapkan dapat dirumuskan penyempurnaan mekanisme penanganan serta penguatan sistem deteksi dini antar para pemangku kepentingan.

Tanggapan perwakilan Bapas Klaten

Ratih Fisrta Kusuma, PK Bapas Klaten yang mengikuti kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa forum ini memberikan kesempatan penting bagi Pembimbing Kemasyarakatan untuk memperkuat pemahaman sekaligus menyelaraskan langkah dalam menangani klien kasus terorisme.

“Penanganan klien kasus terorisme membutuhkan sinergi dan komunikasi yang kuat antar instansi. Peran Pembimbing Kemasyarakatan tidak hanya sebatas melakukan pembimbingan dan pengawasan, tetapi juga memastikan proses reintegrasi sosial berjalan dengan baik. Melalui kegiatan ini, kami dapat saling berbagi pengalaman, memahami tantangan di lapangan, serta menyamakan persepsi agar pelaksanaan deradikalisasi dapat dilakukan secara lebih terukur dan berkelanjutan,” ungkap Ratih.

Komitmen dukung program deradikalisasi nasional

Keterlibatan Bapas Klaten dalam forum ini menjadi wujud komitmen untuk mendukung keberhasilan program deradikalisasi nasional. Kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu menciptakan kerangka kerja deradikalisasi yang lebih terpadu dan adaptif, sehingga para mantan narapidana terorisme dapat kembali menjalani kehidupan secara produktif, diterima di lingkungan sosial, serta memiliki komitmen penuh terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Melalui keikutsertaan dalam FGD ini, Bapas Kelas II Klaten terus memperkuat peran strategis Pembimbing Kemasyarakatan dalam mendukung upaya pencegahan radikalisme dan terorisme. Pemasyarakatan hadir tidak hanya dalam proses pembimbingan klien, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun reintegrasi sosial yang aman, berkelanjutan, dan berorientasi pada perubahan perilaku positif.

 

 

( Desi )

Komentar Klik di Sini