KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Warga Dusun Niten, Desa Pogung, Cawas resmi membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) “Ertiga Lestari”. Beranggotakan 50 ibu-ibu, kelompok ini manfaatkan lahan kosong tanam jahe gajah, merah, dan emprit untuk tingkatkan ekonomi keluarga dan ketahanan pangan.Minggu ( 24/5/2026)
Minggu, 24 Mei 2026, menjadi hari bersejarah dan tonggak penting bagi warga Dusun Niten, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, khususnya wilayah Rukun Tetangga (RT) 03 / Rukun Warga (RW) 01. Pasalnya, pada hari tersebut secara resmi dibuka dan diresmikan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang diberi nama “Ertiga Lestari”, sebuah langkah maju pemberdayaan perempuan untuk menggerakkan roda ekonomi keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan dari lingkungan rumah sendiri.

Peresmian ini ditandai dengan kegiatan simbolis penanaman bibit jahe yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh anggota, perangkat desa, dan tokoh masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata semangat warga dalam memanfaatkan potensi lahan yang ada di sekitar pemukiman menjadi sumber penghasilan yang bernilai ekonomi tinggi.
Bermodal 50 Anggota, Siap Olah Lahan Kosong
KWT “Ertiga Lestari” yang memiliki arti mendalam sebagai singkatan dari “RT 03 Lestari”, beranggotakan sekitar 50 orang wanita yang siap bergerak bersama. Mayoritas warga di wilayah ini bersatu untuk membentuk kelompok tani ini dengan satu tujuan: mengubah lahan-lahan kosong maupun pekarangan rumah yang selama ini belum terpakai menjadi lahan produktif yang menguntungkan.
Ketua KWT, Satya, menjelaskan bahwa potensi lahan di desa ini sebenarnya sangat besar, namun belum tergarap maksimal. Menurutnya, pembentukan kelompok ini bukan sekadar berkumpul, namun memiliki misi strategis.
“Di desa kita ini masih banyak lahan kosong maupun pekarangan rumah yang bisa dimanfaatkan. Tujuan kami membentuk KWT ini adalah untuk memberikan wawasan, sekaligus pelatihan bagaimana cara mengolah lahan yang kita miliki agar bisa menjadi sumber penghasilan ekonomi keluarga ke depannya,” ungkap Satya saat ditemui.
Lebih jauh Satya menambahkan, fokus utama dari kelompok ini tidak hanya soal keuntungan materi semata, namun juga peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Anggota akan dibekali edukasi dan bimbingan, mulai dari cara menanam hingga penerapan metode pertanian yang modern, mudah, dan efektif.

Jahe Jadi Unggulan: Pilihan Tepat Bernilai Tinggi
Sebagai langkah awal dan komoditas andalan, kelompok ini menetapkan tanaman Jahe sebagai produk utama yang dikembangkan. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Satya menjelaskan bahwa jahe merupakan tanaman yang sangat dibutuhkan pasar, memiliki nilai jual stabil, serta berfungsi ganda sebagai tanaman pangan sekaligus tanaman obat yang berkhasiat kesehatan.
“Kami memilih jahe karena tanaman ini masih sangat dicari, bisa masuk ke semua lini kebutuhan pasar, dan tentunya sebagai tanaman obat yang selalu dibutuhkan masyarakat. Ada tiga jenis jahe yang akan kami kembangkan di sini, yaitu Jahe Gajah, Jahe Merah, dan Jahe Emprit,” jelas Satya.
Diharapkan, dengan keberagaman jenis tanaman ini, hasil panen nantinya bisa memenuhi berbagai kebutuhan pasar, mulai dari kebutuhan dapur rumah tangga hingga kebutuhan industri obat-obatan tradisional.

Dukungan Penuh Pemerintah Desa & Komitmen Pengurus
Antusiasme dan dukungan terhadap keberadaan KWT ini juga datang kuat dari unsur pemangku wilayah. Ketua RT 03 sekaligus Pembina kelompok, Joko Hartanto, menyambut baik dan sangat mendukung gerakan warga ini. Menurutnya, inisiatif warga merupakan modal utama kemajuan desa.
Kepala Desa Pogung juga memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah warga Niten. Ia berkomitmen akan mengupayakan legalitas hukum bagi kelompok ini agar memiliki payung hukum yang jelas, serta berjanji akan membantu memfasilitasi perkembangannya. Sinergi antara pihak RT, RW, dan Pemerintah Desa ditekankan akan terus dibangun demi kemajuan kelompok tani ini.
Sementara itu, Joko Hartanto yang juga selaku Ketua Rt setempat,menyampaikan harapan besarnya. Ia ingin KWT “Ertiga Lestari” ini tidak hanya maju untuk wilayahnya sendiri, namun bisa menjadi pelopor dan contoh bagi lingkungan sekitar hingga desa-desa lain di Kecamatan Cawas.
“Harapan terbesar saya, melalui KWT ini kita bisa menjadi pelopor. Ini juga merupakan bentuk nyata dari ketahanan pangan, yang kami harapkan dimulai dari lingkungan rumah sendiri dulu. Nantinya program ini bisa menjadi program utama warga untuk menambah pendapatan ekonomi keluarga,” tegas Joko Hartanto.
Bentuk Tim Pengawas & Jaga Kekompakan
Agar program ini berjalan sesuai rencana dan berkelanjutan, Joko Hartanto juga telah menyiapkan langkah strategis. Ia membentuk tim khusus dengan struktur KSB ( Ketua Sekertaris Bendahara ), yang bertugas melakukan pengawasan, pemantauan, serta memastikan setiap tugas dan fungsi organisasi berjalan dengan benar dan tepat sasaran.
Terakhir, Joko Hartanto berpesan kepada seluruh anggota agar selalu menjaga kekompakan dan kebersamaan. Menurutnya, modal terbesar keberhasilan kelompok ini adalah persatuan. Segala kendala atau masalah yang muncul ke depannya harus diselesaikan bersama-sama demi kemajuan ekonomi warga Niten Pogung yang lebih mandiri dan sejahtera.
Melalui tanaman jahe sebagai komoditas unggulan, KWT “Ertiga Lestari” membuktikan bahwa lahan kosong pun bisa berubah menjadi ladang rezeki. Semangat ini diharapkan terus terjaga, menjadikan wilayah RT 03/01 sebagai pelopor kemajuan pertanian perempuan di Kecamatan Cawas.
( Desi )


Komentar Klik di Sini