BANJARNEGARA – METROPAGINEWS.COM || Kepedulian terhadap fasilitas umum dan keamanan lingkungan kembali ditunjukkan masyarakat Desa Mantrianom, RT 02/RW 02, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara. Melalui semangat gotong royong, warga secara swadaya membangun talud atau dinding penahan tanah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Janatul Firdaus, Selasa (3/11/2026).
Pembangunan talud sepanjang kurang lebih 50 meter tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat struktur tanah di area pemakaman sekaligus mengantisipasi potensi erosi dan tanah longsor, terutama saat musim hujan.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kestabilan tanah agar tidak terjadi pergerakan yang berpotensi merusak area pemakaman maupun membahayakan lingkungan sekitarnya.
Ketua Paguyuban Makam Janatul Firdaus sekaligus Ketua Panitia Pembangunan, Suryanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga dan para donatur yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
” kegiatan ini murni lahir dari kesadaran dan kepedulian masyarakat. Melalui dana swadaya serta gotong royong tenaga, kita bersama-sama berupaya menjaga kenyamanan dan keamanan tempat pemakaman desa,” ujar Suryanto.
Menurutnya, pembangunan tersebut bukan sekadar menghadirkan infrastruktur pengaman, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kekompakan antarwarga.
Dalam pelaksanaannya, perencanaan teknis pembangunan disusun oleh Kepala Dusun (Kadus) Jamal. Ia turut menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara mandiri berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.

Tidak hanya dalam tahap perencanaan, Kadus Jamal juga terlibat langsung melakukan pengawasan di lokasi agar proses pembangunan berjalan sesuai rencana.
Berdasarkan perhitungan panitia, total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan talud tersebut mencapai Rp25 juta. Hingga saat ini, dana yang berhasil dihimpun dari iuran warga, sumbangan para donatur dari luar desa, serta dukungan tokoh masyarakat telah mencapai Rp19 juta.
Dengan demikian, masih terdapat kekurangan anggaran sekitar Rp6 juta untuk memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat warga untuk memulai pengerjaan. Partisipasi masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui bantuan dana, tetapi juga sumbangan tenaga, material bangunan, hingga penyediaan konsumsi secara bergantian selama kegiatan berlangsung.
Pembangunan talud sepanjang 50 meter itu ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua minggu.
Melalui semangat kebersamaan dan swadaya masyarakat, TPU Janatul Firdaus diharapkan menjadi area pemakaman yang lebih aman, memiliki struktur tanah lebih stabil, serta tetap terjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanannya.
Gotong royong ini sekaligus menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan fasilitas bersama dapat tumbuh dari kesadaran masyarakat tanpa harus selalu menunggu bantuan pemerintah.
(Heri.M)



Komentar Klik di Sini