KLATEN – METROPAGINEWS.COM ||
Musibah kebakaran melanda Kantor Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, pada Selasa dini hari. Peristiwa tersebut menghanguskan delapan ruangan yang menjadi pusat pelayanan masyarakat. Merespon cepat kejadian itu, Plt Bupati Klaten, Mahanni Yulindha Pratiwi, akrab disapa Mbak Linda langsung melakukan peninjauan ke lokasi pada Selasa pagi ini (03/11/2026).
Peninjauan dilakukan oleh Mbak Linda, sapaan akrab Plt Bupati Klaten, didampingi Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Klaten. Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB, hanya beberapa jam setelah api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran dibantu relawan dan warga sekitar.

Dari pantauan di lapangan, kondisi kantor Kecamatan Delanggu nampak cukup memprihatinkan. Beberapa bagian atap runtuh, dinding menghitam pekat akibat asap, serta puing-puing perabotan, kayu, dan dokumen yang hangus berserakan di lantai. Bau asap masih menyengat kuat di sekitar area kejadian. Mbak Linda terlihat menyusuri satu per satu ruangan yang terdampak, melihat langsung tingkat kerusakan, serta berdialog dengan Camat Delanggu Yunanto Sinung Nugroho beserta jajaran staf dan petugas BPBD yang telah melakukan asesmen awal.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun BPBD Kabupaten Klaten, total ada delapan ruangan yang hangus terbakar. Kedelapan ruangan tersebut meliputi gudang penyimpanan inventaris, ruang pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), ruang pendamping desa dan pendamping lokal desa, ruang arsip vital, serta aula utama yang selama ini digunakan untuk rapat koordinasi, musyawarah perencanaan, dan pelayanan publik dengan kapasitas besar.
Kebakaran tersebut tidak hanya merusak bangunan fisik, tetapi juga mengakibatkan sejumlah fasilitas kantor dan arsip mengalami kerusakan berat. Beberapa unit komputer, meja kursi pelayanan, lemari arsip, serta dokumen dokumen kependudukan dan administrasi pemerintahan dilaporkan tidak dapat diselamatkan. Beruntung, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, karena kebakaran terjadi pada dini hari saat kantor dalam keadaan kosong tanpa aktivitas pegawai.
Sementara itu, terkait penyebab pasti kebakaran, hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Petugas telah memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara. Dugaan sementara yang menguat di lapangan, api berasal dari korsleting listrik di bagian belakang kantor, tepatnya di area gudang yang kemudian dengan cepat merembet ke ruangan lain karena banyaknya material mudah terbakar seperti tumpukan kertas arsip, kardus, dan perabotan kayu.
Ditemui seusai kegiatan peninjauan, Mbak Linda menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa salah satu pusat pelayanan pemerintahan di wilayah Klaten utara tersebut. Ia menilai kerusakan yang ditimbulkan cukup parah dan berdampak langsung pada pelayanan kepada masyarakat Delanggu.
“Cukup lumayan parah karena total ada delapan ruangan yang terbakar dan beberapa tempat pelayanan. Jadi, saya meninjau ke sini untuk mengetahui kondisi serta proses menindaklanjutinya seperti apa,” ungkap Mbak Linda.
Ia menjelaskan, ruangan-ruangan yang terbakar tersebut memiliki fungsi strategis dalam pelayanan sehari-hari. Ruang pendamping PKH setiap hari melayani warga penerima manfaat, ruang pendamping desa menjadi pusat koordinasi pembangunan desa, sementara ruang arsip menyimpan dokumen penting dan bersejarah milik kecamatan. Aula juga menjadi pusat kegiatan warga dan pemerintahan. Oleh karena itu, kerusakan ini harus segera ditangani agar tidak berlarut-larut mengganggu pelayanan.
Meski demikian, Mbak Linda memberikan catatan positif bahwa masih terdapat beberapa ruangan di bagian depan kantor yang masih dapat dimanfaatkan dan dalam kondisi aman. Hal ini menjadi modal penting agar roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kecamatan Delanggu tidak lumpuh total akibat musibah tersebut.
“Alhamdulillah, masih ada beberapa ruangan yang bisa dipakai. Jadi, walaupun terkena musibah, pelayanan masyarakat tetap harus berjalan. Semoga ini bisa ditangani dengan segera,” imbuh Mbak Linda.
Dalam peninjauan tersebut, Mbak Linda memastikan kondisi kantor kecamatan serta langkah penanganan pascakebakaran dapat segera ditindaklanjuti. Ia menginstruksikan Camat Delanggu untuk segera melakukan penataan ulang ruangan, memilah arsip dan inventaris yang masih bisa diselamatkan, serta menyusun skema pelayanan darurat di ruangan yang masih layak.
Lebih lanjut, ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Klaten akan mengambil langkah komprehensif untuk pemulihan. BPBD bersama Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta OPD teknis lainnya akan melakukan pembersihan puing, pengamanan area yang rawan ambruk, inventarisasi total kerugian, dan perencanaan rehabilitasi serta rekonstruksi bangunan yang rusak.
Pemkab Klaten juga akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mempercepat proses penyelidikan penyebab kebakaran agar menjadi bahan evaluasi. Mbak Linda juga meminta seluruh OPD dan pemerintah kecamatan se-Kabupaten Klaten untuk melakukan pengecekan dan audit instalasi listrik secara berkala sebagai langkah mitigasi dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di kantor pelayanan lainnya.
Di akhir peninjauan, Plt Bupati Linda Benny mengajak seluruh ASN dan staf Kecamatan Delanggu untuk tetap semangat, solid, dan tidak larut dalam kesedihan. Ia menekankan bahwa musibah adalah ujian yang harus dihadapi bersama dengan semangat gotong royong.
Ia juga meminta masyarakat Delanggu untuk tetap tenang, memahami kondisi darurat, dan tetap mendukung upaya pemulihan pelayanan. Pemerintah Kabupaten Klaten berkomitmen penuh untuk memulihkan fungsi Kantor Kecamatan Delanggu secepat mungkin, sehingga aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik dapat kembali berjalan optimal seperti sedia kala.
( Pitut Saputra )


