DENPASAR – METROPAGINEWS.COM || Komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika terus diperkuat SMK Prshanti Nilayam Kuta melalui implementasi Program Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba).
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, sekolah menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba kepada peserta didik baru dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026 yang digelar pada 14 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata sekolah dalam membangun kesadaran sejak dini mengenai ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di kalangan pelajar.
Melalui edukasi yang komprehensif, para siswa diharapkan mampu mengenali berbagai jenis narkoba, memahami dampak buruknya terhadap kesehatan dan masa depan, serta memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika.
Program Sekolah Bersinar sendiri merupakan bentuk sinergi antara pihak sekolah, BNN Kabupaten Badung, serta dukungan orang tua dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dari narkoba.
Selain berfokus pada upaya pencegahan, program ini juga mendorong terciptanya budaya sekolah yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
Penyuluhan menghadirkan Susanti Oktavia dari BNN Kabupaten Badung sebagai narasumber. Ia didampingi oleh Kepala SMK Prshanti Nilayam Kuta, Ni Wayan Suarni, yang juga merupakan penggiat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Kabupaten Badung.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta MPLS tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan serta aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai modus peredaran narkoba, dampak penyalahgunaan zat adiktif, hingga langkah-langkah yang harus dilakukan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.
Dalam sambutannya, Ni Wayan Suarni menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam membentengi generasi muda dari ancaman narkoba yang semakin kompleks.

BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider
“Kami ingin kalian mengenal peredaran narkoba dan jenis-jenisnya saat ini. Itu sebabnya sekolah masuk dalam kawasan tanpa rokok, karena sama-sama gampang dicoba dan akhirnya membuat kecanduan,” ujar Ni Wayan Suarni.
Menurutnya, penerapan kawasan tanpa rokok di lingkungan sekolah merupakan bagian dari upaya membangun pola hidup sehat sekaligus mencegah siswa mencoba berbagai zat adiktif yang berpotensi menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkoba.
Sementara itu, Susanti Oktavia dari BNN Kabupaten Badung mengingatkan bahwa peredaran narkoba saat ini semakin masif dan menyasar berbagai kalangan, termasuk pelajar. Oleh karena itu, edukasi tentang bahaya narkoba dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui dunia pendidikan.
“Peredaran narkoba sangat masif saat ini sehingga perlu diintegrasikan ke depannya dalam kurikulum SMA, SMK, dan SLB. Kalau sudah paham bahayanya, sayangi diri kalian mulai saat ini,” pesannya kepada para peserta.
Sebagai bagian dari penyuluhan, peserta juga diajak menyaksikan sejumlah video edukatif yang menggambarkan dampak buruk penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan fisik, mental, kehidupan sosial, hingga masa depan para korbannya.
Tayangan tersebut memberikan kesan mendalam bagi para murid. Banyak di antara mereka mengaku prihatin dan merasa iba melihat kondisi para korban penyalahgunaan narkotika.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai jenis-jenis narkoba dan dampak negatifnya, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya menjaga diri, memilih pergaulan yang sehat, serta mengetahui mekanisme pelaporan apabila menemukan dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan sekitar.
Dengan terlaksananya penyuluhan ini, SMK Prshanti Nilayam Kuta berharap Program Sekolah Bersinar tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar menjadi budaya sekolah yang mampu melahirkan generasi muda yang sehat, berkarakter, berprestasi, dan memiliki keberanian untuk mengatakan tidak terhadap narkoba.
Sinergi antara sekolah, BNN, orang tua, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat sebagai benteng utama dalam melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.*
Alberto


Komentar Klik di Sini