KARAWANG – METROPAGINEWS.COM || Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) Kelompok 39 melaksanakan program BASAMSU (Bank Sampah dan Pengomposan Sukamulya) di Desa Sukamulya. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara bijak melalui penerapan sistem bank sampah dan pengolahan sampah organik menjadi kompos. Melalui program ini, mahasiswa berharap dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan bernilai ekonomis.
Kegiatan BASAMSU mendapat dukungan dari berbagai pihak dan dihadiri oleh Kepala UPTD Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta, serta perwakilan dari beberapa organisasi yang bergerak di bidang lingkungan dan pengelolaan sampah, yaitu ASOBSI, GA, ORPAS, dan PANEL. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Sukamulya sekaligus memberikan motivasi kepada masyarakat untuk menerapkan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Pelaksanaan program BASAMSU meliputi sosialisasi mengenai pemilahan sampah, pembentukan dan pendampingan bank sampah, pelatihan pembuatan kompos dari sampah organik rumah tangga, serta penyediaan sarana pendukung pengelolaan sampah. Kegiatan ini dirancang agar masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Sebagai langkah awal, mahasiswa memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya, yaitu sampah organik dan anorganik. Masyarakat juga diperkenalkan dengan konsep bank sampah sebagai salah satu solusi untuk mengurangi volume sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi melalui penjualan sampah yang dapat didaur ulang.
Selain itu, mahasiswa mengadakan pelatihan pengomposan dengan memanfaatkan sampah organik seperti sisa makanan, daun kering, dan limbah kebun. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai tahapan pembuatan kompos yang baik, mulai dari proses pemilahan bahan, pencampuran, hingga pemeliharaan kompos sampai siap digunakan. Hasil kompos yang dihasilkan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman pekarangan maupun lahan pertanian sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, mahasiswa juga menyerahkan sarana pendukung pengelolaan sampah kepada masyarakat dan memberikan pendampingan mengenai tata cara pengelolaan bank sampah, mulai dari proses pengumpulan, penimbangan, pencatatan, hingga penyaluran sampah kepada pihak pengepul.

BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider
Melalui program BASAMSU, masyarakat diharapkan tidak lagi memandang sampah sebagai limbah yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Program ini juga menjadi langkah nyata dalam membangun budaya peduli lingkungan serta mendukung terciptanya Desa Sukamulya yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Masyarakat Desa Sukamulya menyambut baik pelaksanaan program BASAMSU. Mereka menilai kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai pentingnya pengelolaan sampah sekaligus memberikan solusi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Program ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami jadi lebih memahami cara memilah sampah, mengelola sampah organik menjadi kompos, dan mengetahui bahwa sampah anorganik juga memiliki nilai ekonomi melalui bank sampah. Kami berharap program seperti ini dapat terus dilanjutkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Desa Sukamulya,” ujar salah satu peserta kegiatan.
“Alhamdulilah kegiatan sosialisasi Bank Sampah dan Pengomposan sederhana memberikan pemahaman untuk masyarakat sekitar tentang pentingnya memilah sampah dari sumbernya. semoga dengan diadakannya kegiatan ini masyarakat menjadi peduli dan peka terhadap pengelolaan lingkungan khususnya mengenai sampah” ujar Ketua KKN Desa Sukamulya Muhammad Kharis Firdaus.
Program BASAMSU menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Universitas Singaperbangsa Karawang dalam mendukung pembangunan desa berbasis lingkungan. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah, organisasi peduli lingkungan, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan serta menjadikan Desa Sukamulya sebagai desa yang lebih bersih, sehat, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.
(KKN UNSIKA Kelompok 39 Desa Sukamulya)


Komentar Klik di Sini