BerandaPendidikan125 Mahasiswa Agribisnis Undana Dibekali Problem Solving Sebelum Terjun ke 16 Mitra...

125 Mahasiswa Agribisnis Undana Dibekali Problem Solving Sebelum Terjun ke 16 Mitra Magang

KUPANG – METROPAGINEWS.COM || Sebanyak 125 mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana (Undana), mengikuti Pembekalan Magang Reguler Tahun 2026, Kamis (17/9/2026).

 

Kegiatan ini menjadi tahapan awal sebelum mahasiswa diterjunkan ke 16 mitra magang yang tersebar di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

 

Pembekalan tidak hanya diarahkan untuk memastikan kesiapan akademik dan teknis mahasiswa, tetapi juga memperkuat kemampuan nonteknis atau soft skills.

 

Salah satu perhatian utama tahun ini adalah kemampuan mahasiswa dalam menghadapi persoalan dan dinamika yang mungkin muncul selama berada di lingkungan kerja.

 

Ke-16 mitra magang yang menjadi lokasi mahasiswa berasal dari berbagai sektor. Di antaranya perusahaan pengolahan kelor, perusahaan pengolahan cokelat, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak dalam pengolahan produk berbahan baku potensi lokal.

 

Keragaman mitra tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam berbagai aktivitas agribisnis, mulai dari pengolahan hasil pertanian, manajemen usaha, pemasaran produk, hingga penyuluhan dan pendampingan petani.

 

Ketua Panitia Pembekalan Magang Reguler, Yakobus C.W. Siubelan, S.P., M.Si., dalam laporannya menekankan bahwa pembekalan merupakan tahapan penting sebelum mahasiswa memasuki lingkungan kerja.

 

Mahasiswa perlu memiliki pemahaman mengenai tanggung jawab, tata tertib, dan etika profesional. Selain itu, kesiapan mental dan kemampuan beradaptasi juga menjadi modal penting karena setiap mitra memiliki karakter lingkungan kerja yang berbeda.

 

Sementara itu, Koordinator Program Studi Agribisnis, Siska Elvani, S.P., M.P., menegaskan bahwa kegiatan magang merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik nyata di dunia kerja.

 

Menurutnya, mahasiswa perlu memanfaatkan pengalaman magang untuk mengembangkan kompetensi, meningkatkan kedisiplinan, serta membangun sikap profesional dan bertanggung jawab.

 

Mahasiswa juga diharapkan tidak sekadar datang ke lokasi magang untuk memenuhi kewajiban akademik. Mereka didorong agar mampu memberikan kontribusi positif kepada masing-masing mitra melalui penerapan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Undana.

 

Salah satu bagian penting dalam rangkaian pembekalan adalah Workshop Problem Solving.

 

Workshop tersebut dikoordinasikan oleh Santhy Chamdra, S.P., M.Si., selaku Ketua Panitia, dengan Kiki Windia, S.P., M.Sc., sebagai Sekretaris Panitia.

 

Kegiatan ini secara khusus dirancang untuk memperkuat kesiapan mental mahasiswa, kemampuan berkomunikasi, serta keterampilan dalam mengenali dan menyelesaikan persoalan yang dapat muncul selama menjalankan magang.

 

Materi “Problem Solving: Menghadapi Lingkungan Kerja yang Tidak Sehat” disampaikan oleh Rabea Merry Susana Seo, M.Th., praktisi konseling dan pengembangan diri.

 

Dalam materi tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa dunia kerja tidak selalu berjalan sesuai harapan. Mereka mungkin menghadapi tekanan pekerjaan, perbedaan karakter dengan rekan kerja, konflik, maupun pola komunikasi yang kurang baik.

 

Karena itu, mahasiswa tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan mengelola diri ketika berhadapan dengan situasi yang sulit.

 

Mahasiswa dibekali kemampuan mengenali masalah, mengelola emosi, membangun komunikasi yang efektif, serta menentukan langkah penyelesaian secara tepat dan profesional.

 

Salah satu prinsip yang diperkenalkan dalam workshop tersebut adalah “Pause, Clarify, Respond, Document”.

 

Prinsip ini mengajarkan mahasiswa untuk terlebih dahulu menenangkan diri sebelum memberikan reaksi, meminta klarifikasi terhadap persoalan yang belum jelas, memberikan respons berdasarkan fakta, serta mendokumentasikan informasi atau instruksi kerja yang relevan.

 

Pendekatan tersebut diharapkan membantu mahasiswa menghindari reaksi spontan ketika menghadapi persoalan di tempat kerja.

 

Selain problem solving, mahasiswa juga mendapatkan pembekalan mengenai moral dan etika selama menjalankan magang.

 

Mereka turut diberikan gambaran mengenai lokasi dan karakteristik mitra magang, sistematika penyusunan laporan akhir, serta tahapan penyelesaian laporan magang.

 

Rangkaian materi tersebut menjadi bagian dari upaya Program Studi Agribisnis Undana memastikan mahasiswa memahami seluruh proses magang, sejak persiapan, pelaksanaan di lapangan, hingga penyusunan laporan.

 

Magang sekaligus menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan realitas dunia kerja.

 

Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana konsep agribisnis yang dipelajari di ruang kuliah diterapkan dalam pengelolaan usaha, pengolahan produk pertanian, pemasaran, penyuluhan, maupun pendampingan masyarakat.

 

Di sisi lain, keberadaan mahasiswa pada berbagai mitra juga diharapkan dapat menghadirkan kontribusi nyata, terutama dalam mendukung pengembangan usaha dan pemanfaatan potensi lokal Nusa Tenggara Timur.

 

Melalui pembekalan tersebut, Program Studi Agribisnis Undana tidak hanya mempersiapkan mahasiswa agar mampu menyelesaikan program magang, tetapi juga membangun kesiapan mereka menghadapi dunia profesional.

 

Sebanyak 125 mahasiswa tersebut diharapkan mampu menjalankan magang dengan disiplin, menjaga etika, beradaptasi dengan lingkungan kerja, menyelesaikan persoalan secara profesional, serta memberikan kontribusi positif bagi 16 mitra magang.

 

 

(Alberto)

Komentar Klik di Sini