KUPANG — METROPAGINEWS.COM || Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengabdi kepada masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Oesena, Kabupaten Kupang. Kegiatan yang digelar pada Sabtu (23/8/2025) ini berlangsung di Aula Kantor Desa Oesena dan diikuti oleh puluhan warga, Babinsa, serta perangkat desa setempat. Undana
Dengan mengusung tema “Sosialisasi Program Vaksinasi Hewan dan Pelayanan Kesehatan Hewan”, acara ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan hewan, terutama melalui vaksinasi.
Ketua tim pengabdian, drh. Tri Utami, M.Sc, menjelaskan bahwa pemilihan Desa Oesena bukan tanpa alasan. “Kami memilih lokasi ini berdasarkan masukan dari petugas kesehatan setempat. Sebelum melakukan vaksinasi, edukasi menjadi hal yang sangat penting agar masyarakat memahami manfaatnya. Dengan informasi yang benar, kami berharap warga lebih sadar dan mau berperan aktif membawa ternak maupun hewan kesayangan mereka untuk divaksin,” ujar drh. Tri Utami.
Dia menambahkan bahwa edukasi semacam ini sangat dibutuhkan untuk memperlancar program vaksinasi. Kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi tidak hanya menyelamatkan hewan, tetapi juga manusia dari risiko penyakit menular.
drh. Tri Utami dan tim juga berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan serupa di berbagai desa lainnya demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kesehatan lingkungan. “Dengan kesadaran bersama, kita bisa menciptakan desa yang bebas penyakit, baik untuk hewan maupun manusia,” ujarnya.
Kepala Desa Oesena, Nelson Boymau, dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa kesehatan hewan tidak bisa dipisahkan dari kesehatan manusia.
“Banyak ternak mati karena kita tidak tahu kalau dia sakit. Sama juga dengan anjing, kita pikir tidak perlu divaksin, padahal ini penting. Kalau kita mau sehat, hewan kita juga harus sehat. Jadi mari kita dukung program vaksinasi ini. Untuk sapi, babi, anjing semua harus kita buka tangan dan terima,” ungkap Nelson.
Ia berharap masyarakat mulai mengubah cara pandang terhadap kesehatan hewan. Menurutnya, vaksinasi adalah langkah preventif yang harus dilakukan untuk mencegah kerugian ekonomi sekaligus melindungi kesehatan manusia dari penyakit zoonosis.
Pemateri pertama, drh. Antin Trop, V.Sc, memberikan sosialisasi mengenai vaksinasi pada ternak babi. Ia menjelaskan bahwa babi merupakan salah satu ternak yang rentan terhadap berbagai penyakit menular, sehingga vaksinasi sangat penting untuk mencegah kerugian ekonomi.
“Penyakit seperti hog cholera dapat menyebar dengan cepat dan menyebabkan kematian massal jika tidak dicegah. Dengan vaksinasi teratur, risiko ini bisa ditekan,” tegas Antin.
Warga yang hadir antusias menyimak, bahkan ada yang mengungkapkan kesulitan mereka selama ini. Oskar, salah satu peternak babi, mengatakan, “Kami sering kewalahan mencari obat untuk babi yang sakit. Dengan kegiatan seperti ini, kami jadi tahu langkah pencegahan yang tepat,” ujarnya.
drh. Fhady Loe, M.Si, menyampaikan materi tentang vaksinasi pada ternak ruminansia seperti sapi dan kambing. Menurutnya, penyakit seperti antraks dan brucellosis dapat menurunkan produktivitas ternak dan mengancam kesehatan masyarakat. “Jika hewan ternak sakit, dampaknya bukan hanya pada peternak, tetapi juga bisa mempengaruhi ketahanan pangan. Dengan vaksinasi, kita melindungi ternak sekaligus kesehatan manusia,” kata Fhady.
Selain memberikan penyuluhan, tim juga memberikan pelayanan kesehatan hewan secara langsung, termasuk vaksinasi untuk ternak dan hewan peliharaan milik warga yang hadir.
Materi berikutnya disampaikan oleh drh. Tarsisius Tohianong, M.Sc, yang membahas vaksinasi untuk hewan kesayangan seperti anjing dan kucing. Ia menekankan bahwa vaksinasi rabies adalah langkah pencegahan yang tidak boleh diabaikan. “Rabies adalah penyakit yang mematikan dan bisa menular ke manusia. Vaksinasi rutin pada anjing dan kucing adalah kunci utama melindungi keluarga dan lingkungan,” jelas Tarsisius.
Ia juga memberikan tips sederhana bagi pemilik hewan peliharaan untuk memastikan jadwal vaksinasi tidak terlewat, sekaligus pentingnya menjaga kebersihan kandang dan pakan.
Melalui kegiatan ini, ketua tim pengabdian berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi hewan semakin meningkat, sehingga penyakit menular pada hewan dapat dicegah sejak dini demi kesejahteraan peternak dan keamanan pangan masyarakat.*
Reporter: Alberto L


Komentar Klik di Sini