KLATEN – METROPAGINEWS.COM || SPPG Jambukulon Ceper, Klaten, kembali beroperasi sejak Kamis (11/12/2025) setelah dana dari BGN Pusat dicairkan cepat,tanpa menunggu 24 jam sejak pemberhentian sementara akibat kekosongan dana.
Kegiatan Sistem Pemberian Pangan Sekolah (SPPG) Jambukulon di Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, telah kembali berjalan lancar sejak Kamis (11/12/2025). Pengumuman ini disampaikan oleh Koordinator Wilayah Badan Gugus Tugas (BGN) Kabupaten Klaten, Yoga Angga Pratama, dalam temu wawancara di Dapur Operasional MBG Jambu Kulon, menyertai rasa lega setelah periode pemberhentian sementara yang sempat mengguncang harapan ribuan penerima manfaat.
” Setelah pernyataan pemberhentian sementara yang sempat di muat di media, sore nya dana dari pusat langsung cair,” ucap Yoga.

Hanya sehari sebelumnya, pada Rabu (10/12/2025), pihak pengelola telah mengeluarkan pernyataan permohonan maaf yang tulus, mengakui keterbatasan untuk melanjutkan operasional secara sementara. Akar masalahnya terletak pada kekosongan dana, setelah menunggu pencairan dari BGN Pusat selama tiga minggu tanpa tanda-tanda kedatangan.
“Aturan operasional terbaru SPPG secara tegas melarang penggunaan dana talangan; setiap kegiatan harus didasarkan pada dana resmi yang telah dicairkan dari pusat. Sejauh ini, kendala yang kita hadapi hanyalah terkait proses pencairan tersebut,” terangnya dengan nada yang tenang namun tegas.
Yoga juga mengesampingkan tegas spekulasi yang beredar, bahwa penundaan pencairan dana disebabkan oleh pelanggaran aturan. “Semua aspek regulasi dan prosedur telah kami penuhi dengan cermat, tanpa adanya kesalahan yang material. Bahkan, dapur kami pernah diangkat sebagai contoh terbaik di wilayah ini. Disini, standar operasional prosedur (SOP) diterapkan dengan tingkat ketat yang tinggi,” jelasnya.
Kondisi semasa pemberhentian sementara sempat menimbulkan kekhawatiran mendalam, mengingat SPPG Jambukulon menjadi tulang punggung pemberian pangan untuk sekitar 32 sekolah dan lebih dari 2.900 penerima manfaat. Jika situasi berlanjut, dampaknya tidak hanya mengenai akses pangan siswa, tetapi juga nasib 50 karyawan yang bergantung pada operasional dapur tersebut. Pihak sekolah juga sempat menyampaikan kekesalan mendalam jika kondisi tersebut benar-benar berlangsung lama.
Namun, keberuntungan menyertai. Tanpa perlu menunggu hingga 24 jam sejak pemberitaan pemberhentian sementara beredar, dana dari BGN Pusat akhirnya dicairkan dengan cepat. Hal ini memungkinkan operasional SPPG Jambukulon untuk segera dihidupkan kembali, tanpa ada jeda yang signifikan bagi layanan kepada masyarakat.
“Kami berharap insiden semacam ini tidak terulang lagi. Tujuan utama kita adalah memastikan operasional berjalan dengan lancar dan teratur, sehingga setiap penerima manfaat dapat menikmati haknya atas pangan sekolah yang layak,” ungkap Yoga dengan harapan yang tulus.
( Desi )


Komentar Klik di Sini