BerandaKesehatanJamu Tradisional Warisan Leluhur Mulai Terkikis oleh waktu

Jamu Tradisional Warisan Leluhur Mulai Terkikis oleh waktu

BANYUWANGI – METROPAGINEWS.COM II Perkembangan dan pertumbuhan produksi jamu tradisional warisan leluhur bisa dikatakan mengalami fase menurun dari tahun ketahun, Sabtu (4/4).

 

 

Padahal jamu yang diproses secara alami sangat besar sekali manfaatnya bagi kesehatan tubuh dan menjaga imun tubuh agar selalu sehat.

Namun, dengan perkembangan jaman sudah mengalami kemrosotan karena dampak dari banyaknya produk minuman instan, sehingga keberadaan jamu tradisional sepi peminat dan hanya sejumlah warga masyarakat tertentu saja yang memahami akan manfaat kesehatan masih bertahan untuk tetap mengkonsumsi jamu tradisional yang terbuat secara alami berbahan rempah dan herbal alami.

Disampaikan Pengelola sekalligus Pengusaha jamu tradisional keliling, M Qodri atau biasa dipanggil Kak Anhar saat diwawancarai Wartawan METROPAGINEWS.COM mengaku sudah beberapa tahun ini mengeluti profesi memproduk jamu tradisional berkeliling di wilayah desa – desa Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.

Diakuinya, pelanggannya bisa dikatakan lumayan banyak rata – rata dikalangan remaja hingga orang dewasa yang secara rutin mengkonsumsi jamu hasil produksinya.

” Mayoritas ibu – ibu yang menjadi pelanggan tetap saya,” Ungkap Anhar.

Kedepan, untuk lebih mengoptimalkan produksi olahan jamu tradisional rencananya secara bertahap berproduksi jenis ekstrak seperti Ekstrak Jahe, kunyit, seledri, temulawak dan beberapa jenis tanaman rempah lainnya.

” Sudah bertahun – tahun ini sya memproduksi jamu dibuat cair dan di minum langsung. Alhamdulillah, setiap harinya barang dagangan produksi jamu tradisional yang saya bawa selalu habis dan setiap harinya saya memproduksi jamu. Dalam seminggu saya libur selama 3 (tiga) hari saja,” Ungkapnya.

(Tyo)

Komentar Klik di Sini