KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Lapas Kelas IIB Klaten gelar tes urine bagi seluruh pegawai dan WBP dalam rangka HBP ke-62, sebagai bentuk komitmen “Lapas Bersinar” dan implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.Senin (6/4/2026)
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Klaten menunjukkan keseriusan yang tinggi dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari peredaran gelap narkotika. Sebagai bentuk nyata komitmen mewujudkan “Lapas Bersinar” (Bersih Narkoba), pihak Lapas menyelenggarakan tes urine bagi seluruh jajaran pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Langkah strategis ini diambil guna memastikan tidak ada ruang bagi penyalahgunaan narkotika di dalam institusi.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 Tahun 2026. Dengan mengusung tema “Pemasyarakatan Bersih”, Lapas Klaten berupaya memperkuat integritas organisasi serta kepercayaan publik terhadap sistem pemasyarakatan nasional. Momentum HBP ke-62 ini dijadikan pijakan penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perilaku dan kedisiplinan baik bagi petugas maupun warga binaan.

Implementasi 15 Program Aksi Kementerian
Selain sebagai bentuk peringatan hari besar pemasyarakatan, pelaksanaan tes urine ini juga merupakan implementasi langsung dari salah satu dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Program tersebut menekankan pada penguatan fungsi pengawasan dan pemberantasan narkoba di lingkungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) seluruh Indonesia. Dengan menjalankan deteksi dini secara konsisten dan teratur, Lapas Klaten mendukung penuh agenda besar kementerian dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang berintegritas dan berkualitas.
Proses pengambilan sampel urine dilakukan dengan pengawasan ketat dari tim medis dan Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) untuk menjamin validitas dan objektivitas hasil tes. Kepala Lapas Klaten menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan instrumen penting dalam deteksi dini potensi gangguan keamanan dan keterlibatan dengan barang haram.
“Transparansi dalam pelaksanaan tes ini menjadi bukti bahwa pihak Lapas tidak akan memberikan toleransi terhadap siapa pun yang terlibat dengan narkotika, baik itu pegawai maupun warga binaan,” tegasnya.

Melalui sinergi yang erat antara petugas dan warga binaan, diharapkan lingkungan Lapas Klaten tetap kondusif dan bebas dari pengaruh narkotika. Hasil negatif dari tes urine ini nantinya akan menjadi dasar penilaian kinerja bagi pegawai serta menjadi syarat berkelanjutan bagi WBP dalam mengikuti program pembinaan yang telah direncanakan. Upaya berkelanjutan ini diharapkan dapat menjadi standar baku dalam menjaga martabat Pemasyarakatan yang bersih, profesional, dan melayani dengan baik.
“Komitmen terhadap lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba adalah tanggung jawab bersama. Melalui tes urine rutin dan implementasi program aksi kementerian, Lapas Klaten bertekad untuk menjadi contoh dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang bermutu dan berintegritas.”
( Desi )


Komentar Klik di Sini