KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Gema takbir berkumandang di Lapas Klaten saat ratusan WBP gelar Salat Idul Adha dan penyembelihan kurban; kegiatan menjadi sarana pembinaan karakter agar mereka kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.Kamis (28/5/2026)
Gema takbir berkumandang syahdu di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Klaten, mengiringi ibadah Salat Idul Adha 1447 H/2026 M yang dilaksanakan oleh ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersama jajaran petugas Lapas. Meskipun berada di balik jeruji, kegembiraan menyambut hari raya tetap terpancar jelas dari wajah mereka.

Ibadah dimulai sejak pagi hari dengan berkumandangnya takbir yang meriah di setiap sudut Lapas. Ratusan WBP berbaris rapi di lapangan utama Lapas, mengenakan pakaian putih yang bersih dan mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan penuh khidmat.
“Untuk kita yang sedang menjalani masa pidana, hari raya ini memiliki arti yang sangat mendalam. Ini adalah momen untuk meningkatkan ketakwaan dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar salah satu WBP saat ditemui usai salat.
Setelah salat berjamaah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi penyembelihan hewan kurban yang telah disiapkan. Tahun ini, Lapas Klaten menyembelih sejumlah hewan kurban yang berasal dari sumbangan petugas Lapas, masyarakat luar, dan sebagian dari WBP yang mampu menyisihkan rejekinya untuk berkurban.

Seluruh proses penyembelihan dilakukan sesuai dengan syariat Islam dan standar kebersihan yang ketat. Petugas Lapas bekerja sama dengan perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Klaten untuk memastikan setiap tahapan berjalan dengan benar.
“Kita ingin memastikan bahwa ibadah kurban ini dilakukan dengan khidmat dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu, kebersihan dan kesehatan juga menjadi perhatian utama,” ujar Kepala Lapas Klaten saat meninjau area penyembelihan.
Setelah proses penyembelihan selesai, daging kurban kemudian diolah dan dibagikan secara merata kepada seluruh WBP, keluarga mereka yang datang mengunjungi, serta masyarakat sekitar Lapas yang kurang mampu. Hal ini menjadi bentuk kepedulian Lapas Klaten terhadap kesejahteraan bersama.
“Kita ingin semua orang bisa merasakan kebahagiaan hari raya ini. Meskipun kita berada di sini, rasa kebersamaan tetap bisa kita rasakan dan bagikan kepada banyak orang,” tambah salah satu petugas Lapas.
Sebelum pelaksanaan ibadah kurban, seluruh WBP juga mendapatkan pemahaman tentang makna filosofis Idul Adha dari narasumber dari Kementerian Agama Kabupaten Klaten. Dalam ceramahnya dijelaskan bahwa Idul Adha mengajarkan kita untuk selalu bersedia berkorban dan berbagi dengan sesama.
“Semua yang kita lakukan dengan ikhlas pasti akan mendapatkan balasan yang terbaik. Ini menjadi harapan kita untuk bisa kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik dan bermanfaat,” ujar salah satu WBP dengan penuh semangat.
Melalui kegiatan ini, Lapas Klaten berharap nilai-nilai keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan yang menjadi inti dari Idul Adha dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari pembinaan karakter WBP agar mereka dapat kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik dan bermanfaat.
Idul Adha mengajarkan kita untuk selalu bersedia berkorban dan berbagi. Semoga melalui ibadah ini, setiap WBP dapat menemukan makna baru dalam hidup dan kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik dan bermanfaat.
( Desi )


Komentar Klik di Sini