KLATEN – METROPAGINEWS.COM ||
Sejumlah keluarga besar dan kerabat almarhum Benny Indra Ardhianto menggelar ziarah makam dan doa bersama di makam Jonggrangan Ngreden Wonosari, Selasa sore ini. Kegiatan yang berlangsung khidmat itu dipimpin oleh ayah almarhum, H. Hariyanto, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Klaten, didampingi keluarga, rekan-rekan, serta beberapa petugas keamanan dari rumah dinas Wakil Bupati di Klaten dan Delanggu (14/04/2026).
Acara dimulai dengan penghormatan di pusara, dilanjutkan pembacaan surat Yasin, dzikir, dan tahlil bersama. Hadir pula sejumlah tokoh keluarga dan kerabat dekat yang ikut melantunkan doa untuk keselamatan dan pengampunan bagi almarhum. Dalam sambutannya, H. Hariyanto menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peziarah yang hadir dan menyinggung momen khusus yang bertepatan dengan hari itu.

“Terima kasih atas kehadiran segenap peziarah yang telah meluangkan waktu untuk ziarah makam dan doa bersama ke makam almarhum Mas Benny Indra Ardhianto di makam Desa Ngreden karena hari ini 34 tahun yang lalu pada 14 April 1992 adalah hari lahir Mas Benny,” ujar Hariyanto. Pernyataan tersebut mengingatkan hadirin bahwa tanggal ziarah saat ini bertepatan dengan hari kelahiran almarhum, sehingga suasana menjadi lebih haru dan penuh kenangan.
Dalam pernyataannya mewakili keluarga besar, Hariyanto juga menyampaikan harapan agar doa yang dipanjatkan bisa diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa. “Mewakili keluarga besar saya mengucapkan terima kasih pada bapak ibu sekalian yang tadi sudah ikut berdoa bersama membaca surat Yasin, dzikir dan tahlil mendoakan almarhum. Semoga dengan niat tulus ikhlas kita bersama, almarhum diterima di sisi-Nya, diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, serta diberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya,” kata Hariyanto dengan suara yang tampak terharu.
Suasana ziarah menjadi momen kebersamaan antara keluarga dan para petugas keamanan yang selama ini mendampingi almarhum semasa hidup. Hariyanto menyampaikan apresiasi khusus kepada para security yang tetap menjaga tali silaturahmi meskipun almarhum telah tiada. “Saya terharu sekaligus salut karena teman-teman security baik di rumah dinas maupun yang di rumah Delanggu hingga saat ini masih terlihat kebersamaannya meskipun almarhum sudah tidak ada,” ujarnya.
Dalam sambutan yang mengandung pesan religius dan sosial, Hariyanto mengingatkan pentingnya terus mendoakan almarhum dalam setiap ibadah dan sembahyang menurut keyakinan masing-masing. Ia menekankan bahwa orang yang telah meninggal tidak membawa apa-apa kecuali tiga hal yakni, doa anak yang sholeh, amal jariyah, dan ilmu yang bermanfaat. Pernyataan ini disampaikan sebagai pengingat bagi keluarga dan masyarakat untuk terus melakukan amal baik yang dapat menjadi bekal bagi yang telah tiada.
Kegiatan ziarah juga dimanfaatkan keluarga untuk saling menguatkan dan mempererat tali persaudaraan. Para peziarah saling berbagi kenangan tentang almarhum, mengenang sosoknya yang dikenal dekat dengan keluarga dan lingkungan sekitar. Beberapa kerabat menyebutkan bahwa almarhum aktif dalam kegiatan sosial dan kerap menunjukkan kepedulian terhadap sesama, sehingga kepergiannya telah meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak.
Sejumlah warga setempat yang turut hadir menyampaikan simpati dan turut berdoa untuk almarhum. Mereka menilai bahwa kegiatan ziarah dan doa bersama seperti ini penting untuk menjaga tradisi dan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Selain itu, ziarah juga menjadi sarana refleksi bagi keluarga dan masyarakat untuk mengingatkan kembali makna hidup dan pentingnya berbuat baik selama masih diberi kesempatan.
Panitia pelaksana ziarah memastikan prosesi berjalan tertib dan khidmat. Pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi makam dilakukan secara sederhana untuk memberi ruang bagi peziarah yang datang dari berbagai arah. Petugas keamanan yang hadir membantu kelancaran acara dan memastikan protokol kesopanan serta ketertiban tetap terjaga selama kegiatan berlangsung.
Menutup rangkaian acara, keluarga besar mengajak seluruh hadirin untuk terus mendoakan almarhum dalam setiap kesempatan. Hariyanto berharap agar jalinan silaturahmi dan persaudaraan yang terjalin antara keluarga, rekan, dan petugas keamanan dapat terus dipelihara. “Kami dari keluarga besar kiranya berharap pada semuanya yang hadir untuk selalu mendoakan almarhum dalam sisipan doa menurut keyakinan masing-masing dalam setiap kali ibadah dan sembahyang baik wajib maupun sunah,” tuturnya.
Ziarah makam dan doa bersama ini menjadi pengingat akan nilai-nilai keagamaan, kebersamaan keluarga, dan tanggung jawab sosial terhadap mereka yang telah berpulang. Bagi keluarga besar, momentum ini bukan hanya sekedar ritual, melainkan wujud penghormatan terakhir dan komitmen untuk menjaga kenangan serta amal baik almarhum agar terus hidup dalam doa dan perbuatan yang bermanfaat.
( Pitut Saputra )

