BerandaPariwisataAksi Bersih Sungai Pasca Hari Raya Kurban

Aksi Bersih Sungai Pasca Hari Raya Kurban

KLATEN – METROPAGINEWS.COM ||
Prakoso, Ketua Paguyuban River Tubing Kali Pusur sekaligus pengelola objek wisata New River Moon, memimpin langsung aksi bersih sungai sepanjang aliran Kali Pusur yang digelar hari ini. Kegiatan ini merupakan respons tegas terhadap masih maraknya praktik pembuangan sisa isi perut hewan kurban ke sungai, yang dikhawatirkan mencemari lingkungan dan mengganggu kenyamanan wisatawan serta warga sekitar (28/05/2026).

Meski sudah ada himbauan, seruan, dan larangan untuk tidak membuang sampah di sungai, kenyataan di lapangan menunjukkan pelanggaran masih sering terjadi. Tim relawan menemukan sekitar 20 karung berisi kotoran dan sisa daging kurban di beberapa titik sepanjang daerah aliran sungai Kali Pusur. Temuan ini memantik keprihatinan mendalam dari para pengelola wahana river tubing dan relawan lingkungan, sehingga mereka bergerak cepat untuk membersihkan dan menanggulangi potensi dampak pencemaran.

My project 23 November 2024 pukul 04.36.37 1 3

Dari temuan tersebut, sisa-sisa sampah organik langsung dikumpulkan dan ditangani dengan prosedur yang dianggap aman oleh tim. Beberapa titik pembuangan darurat digali untuk mengubur material yang berpotensi mencemari agar tidak kembali mencemari aliran sungai. Prakoso menegaskan bahwa tindakan ini bersifat sementara dan darurat, solusi jangka panjang harus melibatkan edukasi, fasilitas pembuangan yang memadai, dan pengawasan bersama.

Prakoso menjelaskan bahwa praktik membuang sampah organik maupun non-organik ke sungai sangat tidak dianjurkan karena selain mencemari lingkungan, juga mengurangi kenyamanan pengguna sungai dan pengunjung wisata river tubing. “Sungai yang kotor bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga menurunkan kualitas air, mengganggu ekosistem, dan berpotensi menimbulkan penyakit,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pencemaran organik dapat mempercepat proses eutrofikasi, menurunkan kadar oksigen, dan merusak habitat biota air.

Dampak pencemaran sungai tidak hanya bersifat estetika. Tumpukan sampah organik dapat memicu polusi air, menurunkan kualitas ekosistem, dan bahkan meningkatkan risiko banjir jika aliran tersumbat. Selain itu, pariwisata lokal yang bergantung pada sungai sebagai wahana rekreasi akan terdampak langsung, pengunjung enggan datang jika kondisi sungai kotor, sehingga pendapatan masyarakat sekitar yang bergantung pada jasa wisata ikut menurun. Oleh karena itu, menjaga kebersihan sungai adalah investasi jangka panjang bagi kesejahteraan komunitas.

Paguyuban River Tubing Kali Pusur terdiri dari delapan operator wahana yang beroperasi di bantaran sungai. Operator-operator tersebut antara lain Cokro River Tubing, River Care Cokro 18, Kipas, New River Moon, Refresh, Taman Banyu Gemblindhing, Watu Kapu, dan River Tubing Pusur Adventure. Keseluruhan operator berharap aksi bersih ini tidak hanya menjadi kegiatan insidental, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu membangun kesadaran komunal tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai.

Pelaksanaan aksi yang melibatkan relawan dari paguyuban, pengelola wahana, serta warga sekitar. Mereka melakukan pembersihan manual, pengumpulan sampah, dan penguburan sisa-sisa organik yang berpotensi mencemari. Selain kerja fisik, kegiatan ini dimanfaatkan sebagai momen edukasi, relawan mensosialisasikan tata cara pembuangan limbah yang benar, alternatif pengolahan sisa kurban yang ramah lingkungan, serta pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai.

Prakoso mengimbau agar paguyuban, relawan, dan warga proaktif menyuarakan himbauan untuk tidak membuang sampah ke sungai. Ia menekankan perlunya koordinasi antara masyarakat, pengelola wisata, dan pihak berwenang untuk menyediakan fasilitas pembuangan sampah yang memadai serta mekanisme pengolahan limbah kurban yang aman kedepannya. “Kita perlu solusi praktis, titik pengumpulan sampah organik, komposter komunitas, atau kerja sama dengan pihak yang berkompeten untuk mengolah sisa kurban secara higienis,” ujarnya.

Para operator berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin, terutama setelah momentum – momentum besar seperti Hari Raya Kurban, agar kebersihan sungai tetap terjaga dan wisata river tubing dapat berlangsung aman dan nyaman. Kesadaran kolektif yang tumbuh dari kegiatan ini diharapkan menjadi warisan bagi generasi mendatang, sungai yang bersih, lingkungan yang sehat, dan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Aksi bersih sungai ini juga membuka ruang bagi inisiatif lanjutan, seperti pelatihan pengelolaan limbah organik, pemasangan papan himbauan di titik-titik strategis, serta pembentukan tim patroli lingkungan yang melibatkan warga dan operator. Dengan langkah-langkah konkret tersebut, diharapkan praktik pembuangan sisa kurban ke sungai dapat diminimalkan dan penanganan limbah menjadi lebih terstruktur.

Penutup kegiatan diwarnai komitmen bersama untuk memperkuat edukasi lingkungan dan memperluas jaringan relawan. Paguyuban River Tubing Kali Pusur menegaskan kesiapan mereka untuk terus menggalakkan program bersih sungai, sambil mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut menjaga dan merawat Kali Pusur. Dengan kerja sama yang konsisten dan kesadaran kolektif, Kali Pusur bukan hanya akan kembali jernih, tetapi juga menjadi cermin tanggung jawab bersama, warisan yang akan dinikmati anak cucu kita kelak.

( Pitut Saputra )