KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Perwakilan Bapas Klaten Heri Pamungkas ikuti Forum Dunia WCPP 2026 di Bali, berbagi praktik terbaik dalam sistem pembimbingan kemasyarakatan dengan delegasi dari 44 negara, dengan fokus pada pendekatan pemulihan dan reintegrasi sosial.Kamis (16/4/2026)
Perwakilan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Klaten sekaligus Ketua Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Jawa Tengah, Heri Pamungkas, turut menghadiri The 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) 2026 yang diselenggarakan di Bali pada Rabu (15/04/2026). Forum internasional dua tahunan ini menjadi ajang penting untuk memperkuat kolaborasi global dalam pengembangan sistem pembimbingan kemasyarakatan.
Kegiatan yang diikuti oleh delegasi dari 44 negara ini juga dihadiri oleh Kepala Bapas se-Indonesia dan perwakilan IPKEMINDO dari berbagai wilayah di tanah air. Sebagai wadah strategis untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik (best practices), forum ini fokus pada pengembangan sistem probation atau pembimbingan kemasyarakatan yang lebih efektif dan berorientasi pada pemulihan.

Dalam sesi pembukaan, Agus Andrianto ,perwakilan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan – menegaskan bahwa sistem pemasyarakatan di Indonesia kini telah beralih fokus dari sekadar penghukuman menuju pendekatan pemulihan melalui restorative justice (keadilan pemulih). Pendekatan ini bertujuan tidak hanya untuk memulihkan hubungan yang rusak antara pelaku, korban, dan masyarakat, tetapi juga untuk menekan angka residivisme atau pengulangan tindak pidana.
“Kita sedang berupaya membangun sistem pemasyarakatan yang tidak hanya menghukum, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pelaku untuk memperbaiki diri dan kembali menjadi bagian yang produktif dalam masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Yusril Ihza Mahendra yang hadir sebagai keynote speaker menyampaikan pandangan bahwa tidak ada satu model pemasyarakatan yang dapat diterapkan secara universal di semua negara. Setiap negara memiliki kondisi sosial, budaya, dan hukum yang berbeda, sehingga forum internasional seperti WCPP menjadi sangat penting sebagai sarana bertukar pengalaman dan pembelajaran silang antarnegara.
Heri Pamungkas menyampaikan bahwa keikutsertaannya sebagai perwakilan Bapas Klaten dan IPKEMINDO Jawa Tengah memberikan banyak wawasan baru yang berharga, yang dapat diadaptasi dan diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembimbingan kemasyarakatan di Indonesia.
“Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas dan profesionalitas para pembimbing kemasyarakatan di tanah air. Kita dapat mengambil inspirasi dari praktik terbaik negara lain dan menyesuaikannya dengan kondisi serta kebutuhan di Indonesia,” ujarnya dengan semangat.
Selain sesi diskusi dan pertukaran pengetahuan, kegiatan ini juga menampilkan aneka karya warga binaan dari berbagai daerah di Indonesia, yang dipamerkan kepada delegasi internasional. Pameran ini menjadi bentuk bukti nyata dukungan terhadap program pembinaan dan reintegrasi sosial, serta menunjukkan potensi kreatif dan produktif yang dimiliki oleh warga binaan.
Melalui partisipasi dalam WCPP 2026 ini, diharapkan Bapas Klaten bersama IPKEMINDO Jawa Tengah dapat terus berkontribusi aktif dalam mendorong perkembangan sistem pemasyarakatan yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada pemulihan serta reintegrasi sosial bagi seluruh warga binaan.
“Forum dunia WCPP 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi internasional sangat penting dalam mengembangkan sistem pemasyarakatan yang lebih baik. Melalui pertukaran praktik terbaik dan pengalaman, kita dapat terus meningkatkan kualitas layanan pembimbingan kemasyarakatan di Indonesia. Semoga ilmu dan wawasan yang diperoleh dapat segera diimplementasikan untuk membawa perubahan positif bagi sistem pemasyarakatan dan kesejahteraan masyarakat.”
( Desi )


Komentar Klik di Sini