BerandaKesehatanSkrining Kesehatan Rutin di Tahu Sehat Sari Cokro

Skrining Kesehatan Rutin di Tahu Sehat Sari Cokro

KLATEN – METROPAGINEWS.COM ||
Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) Puskesmas Tulung kembali menggelar skrining kesehatan rutin di Pabrik Tahu Sehat Sari Cokro. Kegiatan tahunan ini menjadi wujud nyata sinergi antara layanan kesehatan masyarakat dan dunia usaha kecil menengah, dengan tujuan mencegah penyakit akibat kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat daya saing produk lokal (23/04/2026).

Sadono, perwakilan koordinator kegiatan dari pabrik tahu sehat sari, menjelaskan bahwa pelaksanaan pemeriksaan telah melalui persiapan matang bersama tim Pos UKK. “Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun sekali. Persiapan dan koordinasi dengan manajemen pabrik telah dilakukan untuk menentukan jadwal, lokasi pemeriksaan, dan daftar pekerja yang akan diperiksa,” ujarnya.

My project 20260423 125350

Ia menambahkan bahwa logistik pemeriksaan seperti alat ukur tekanan darah, timbangan, stadiometer, alat pemeriksaan gula darah, serta formulir rekam medis sederhana telah disiapkan. Ruang pemeriksaan ditempatkan di area yang mudah diakses namun tetap menjaga privasi pekerja.

Sadono memaparkan alur pemeriksaan yang disusun secara terstruktur, registrasi, skrining awal, pemeriksaan klinis singkat, konseling dan edukasi, hingga rujukan dan tindak lanjut. “Registrasi mencatat identitas, usia, jabatan, dan riwayat kesehatan singkat. Skrining awal meliputi pengukuran suhu tubuh, tekanan darah, berat dan tinggi badan, serta pemeriksaan gula darah bila diperlukan,” jelasnya. Pemeriksaan klinis singkat difokuskan untuk mendeteksi gejala gangguan pernapasan, gangguan kulit, dan keluhan muskuloskeletal yang sering muncul pada pekerjaan pabrik tahu.

Dari sisi tenaga kesehatan, Dokter Bintari Wahyuning Putri dari Puskesmas Tulung menegaskan pentingnya pemeriksaan berkala untuk deteksi dini dan pencegahan. “Pemeriksaan rutin yang kami lakukan antara lain pengukuran tekanan darah untuk deteksi hipertensi, pemeriksaan gula darah untuk risiko diabetes, serta pemeriksaan kulit dan saluran pernapasan yang relevan dengan proses produksi tahu,” kata Dokter Bintari di sela-sela kegiatan. Ia menambahkan bahwa pemeriksaan muskuloskeletal menjadi fokus karena aktivitas mengangkat dan membungkuk kerap dilakukan pekerja pabrik tahu sehat sari.

Dokter Bintari menekankan bahwa pencegahan penyakit akibat kerja adalah bagian integral dari intervensi. “Kami memeriksa kondisi kulit yang mungkin terpapar air atau bahan baku, serta memberikan edukasi penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan sepatu keselamatan,” ujarnya. Tim Pos UKK juga menekankan praktik cuci tangan yang benar, sanitasi area produksi, dan pengelolaan limbah organik untuk mencegah kontaminasi produk.

Edukasi kesehatan diberikan secara individual saat konsultasi dan secara kelompok melalui sesi singkat di sela pemeriksaan. “Materi yang disampaikan mencakup gizi seimbang, pentingnya istirahat cukup, teknik mengangkat beban yang aman, serta pencegahan penyakit menular,” terang Dokter Bintari. Pendekatan kombinasi antara pemeriksaan klinis dan promosi perilaku sehat dinilai efektif meningkatkan kesadaran pekerja terhadap praktik kerja aman dan pola hidup sehat.

Rekam kesehatan sederhana yang dibuat oleh Pos UKK menjadi alat penting untuk memantau tren kesehatan tenaga kerja. “Setiap hasil skrining dicatat dan salinan ringkas diberikan kepada pekerja. Data ini berguna untuk mengidentifikasi masalah berulang dan merencanakan intervensi lanjutan seperti imunisasi, pemeriksaan lebih mendalam, atau pelatihan ergonomi,” jelas Dokter Bintari. Tindak lanjut meliputi kunjungan berkala, rujukan ke Puskesmas, serta evaluasi efektivitas intervensi di pabrik.

Manajemen pabrik menyambut positif program Pos UKK karena berdampak langsung pada produktivitas dan reputasi usaha. Sadono menegaskan, “Kesehatan pekerja adalah aset perusahaan. Dengan dukungan Puskesmas, kami dapat menjaga kontinuitas produksi sekaligus meningkatkan mutu produk tahu.” Ia menilai penurunan angka ketidakhadiran akibat penyakit dan peningkatan kualitas higiene produksi memberi nilai tambah bagi konsumen.

Pihak pekerja juga merasakan manfaat nyata. Jeki, salah seorang pekerja yang mengikuti skrining, mengungkapkan, “Saya senang mengikuti kegiatan ini. Kesehatan yang terjaga meningkatkan kualitas hidup, dan deteksi dini mengurangi risiko sakit yang bisa menyebabkan kehilangan pendapatan.” Pernyataan ini menegaskan bahwa program kesehatan tidak hanya menyelamatkan produktivitas pabrik, tetapi juga melindungi kesejahteraan keluarga pekerja.

Keberlanjutan program dinilai bergantung pada komitmen bersama antara tenaga kesehatan, manajemen pabrik, dan pekerja. Sadono mengusulkan pembentukan kelompok kerja sehat di pabrik yang bertugas mengawasi kebersihan, memastikan ketersediaan sabun dan air, serta mengingatkan rekan kerja tentang praktek kerja aman. “Dengan adanya kelompok kerja sehat, pesan-pesan kesehatan dapat terus hidup dalam budaya kerja sehari-hari,” ujarnya.

Pelaksanaan rutinitas Pos UKK di Pabrik Tahu Sehat Sari Cokro menunjukkan bahwa intervensi kesehatan sederhana namun konsisten mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif. Program ini tidak hanya menjaga kesehatan tenaga kerja, tetapi juga mendukung mutu produk dan keberlanjutan usaha kecil menengah di Klaten. Komitmen berkelanjutan dari semua pihak menjadi kunci agar inisiatif serupa dapat direplikasi di pabrik-pabrik lain demi terciptanya komunitas kerja yang lebih sehat dan tangguh.

( Pitut Saputra )