KLATEN – METROPAGINEWS.COM ||
Pelepasan siswa dan siswi kelas VI SD Negeri Pucangan 2 Kartasura berlangsung khidmat dan penuh haru pada Sabtu, 6 Juni 2026. Acara yang digelar di area Pemancingan 1001 Janti menjadi momen penting bagi seluruh civitas sekolah, orang tua, dan tamu undangan. Rangkaian agenda yang dipersiapkan sejak beberapa minggu sebelumnya berjalan lancar, mulai dari sambutan kepala sekolah, penampilan seni siswa, hingga prosesi penyerahan kenang-kenangan. Suasana hangat dan kebersamaan terasa kuat ketika para guru mendampingi anak didik mereka satu per satu, menandai akhir dari perjalanan pendidikan dasar dan awal babak baru dalam kehidupan akademis para peserta didik (06/06/2026).
Pemilihan lokasi di Pemancingan 1001 Janti, Polanharjo bukan sekadar soal kapasitas atau pemandangan, melainkan upaya memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak dan keluarga. Selain prosesi formal, panitia juga merencanakan nuansa rekreasi sehingga kenangan yang tercipta bersifat emosional dan menyenangkan. Para siswa hadir dan antusias mengikuti kegiatan ringan yang dikemas rapi, seperti pentas seni, permainan edukatif, dan sesi foto bersama. Orang tua memanfaatkan kesempatan untuk berinteraksi, berbagi cerita, dan mengabadikan momen penting melalui foto dan video, sementara panitia memastikan alur acara tetap tertib dan hangat.

Kepala Sekolah Ali Ma’shum Fuadi menyampaikan apresiasi penuh haru dan bangga atas pencapaian para siswa kelas VI tahun ajaran 2025–2026. “Kelulusan ini bukan akhir, melainkan langkah awal menuju jenjang berikutnya. Teruslah belajar dengan semangat, jaga disiplin, dan jangan takut bermimpi besar,” ujar Ali. Ia juga mengajak orang tua untuk terus mendampingi dan memotivasi anak-anak agar tidak cepat puas dan selalu berusaha meraih cita-cita. Pernyataan kepala sekolah mendapat tepuk tangan hangat dari hadirin yang menyaksikan prosesi penyerahan kenang-kenangan.
Para guru dan wali kelas tampak menahan haru saat melepas murid-muridnya. Wali kelas Heni Sulistiyawati memberikan pesan mendalam kepada siswa yang telah dibimbingnya selama enam tahun. “Saya bangga melihat kalian tumbuh, ingatlah nilai kejujuran, kerja keras, dan saling menghormati. Jadilah generasi yang berakhlak dan berprestasi,” kata Heni sambil meneteskan air mata kebahagiaan. Guru-guru lain mengenang perjuangan bersama, mulai dari proses belajar mengajar hingga tantangan yang berhasil diatasi, dan berharap hubungan baik antara guru dan murid tetap terjaga meski mereka melangkah ke sekolah baru.
Dukungan orang tua menjadi sorotan penting dalam acara tersebut. Salah seorang orang tua, Marjoko, mengaku sangat terkesan melihat putrinya tampil dan menerima penghargaan kelulusan. “Saya bangga dan haru. Semoga anak saya bisa melanjutkan ke sekolah yang mendukung prestasi dan perkembangan dirinya,” ujarnya. Orang tua lain juga menyampaikan harapan agar lingkungan belajar di jenjang berikutnya kondusif dan guru terus membimbing dengan dedikasi. Dukungan keluarga dianggap sebagai faktor penentu yang memperkuat motivasi belajar siswa di masa depan.
Panitia yang terdiri dari guru, komite sekolah, dan relawan orang tua bekerja keras memastikan setiap detail berjalan lancar. Marjoko Ketua panitia, menjelaskan persiapan matang yang dilakukan. “Kami menata panggung sederhana, dekorasi, dan jadwal acara agar semua peserta dapat menikmati momen tanpa tergesa-gesa. Tujuan kami adalah menciptakan kenangan indah bagi siswa dan keluarga,” jelasnya. Terdapat stan makanan ringan, area permainan anak, serta panggung kecil untuk pertunjukan seni yang menambah warna acara dan mempererat ikatan antar warga sekolah.
Lebih lanjut ketua panitia sekolah turut memberi penegasan tentang pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga serta menyatakan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. “Kami akan terus mendukung program sekolah agar anak-anak mendapatkan fasilitas dan bimbingan terbaik.” tegas Marjoko. Harapan ini menguatkan pesan bahwa keberhasilan siswa tidak lepas dari sinergi antara guru, orang tua, dan masyarakat.
Disisi lain perwakilan siswi, Nismara menyampaikan rasa terima kasih atas bimbingan guru dan dukungan orang tua. “Terima kasih kepada semua guru yang sabar mengajar kami. Kami akan terus berusaha dan membawa nama baik sekolah ke jenjang berikutnya,” kata Nismara mewakili teman-temannya. Pernyataan siswa ini mendapat sorak dan tepuk tangan dari hadirin, menegaskan bahwa momen perpisahan juga menjadi titik tolak semangat baru bagi para lulusan untuk menatap masa depan dengan percaya diri.
Pelepasan SD Negeri Pucangan 2 Kartasura di object wisata pemancingan 1001 Janti, Polanharjo Klaten, menjadi bukti bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses membentuk karakter dan membangun kenangan. Dengan doa dan dukungan yang terus mengalir, diharapkan para lulusan mampu menapaki jenjang pendidikan berikutnya dengan tekad dan cita-cita tinggi. Semoga kenangan manis dari hari itu menjadi bekal berharga bagi setiap anak dalam menempuh perjalanan baru menuju masa depan.
( Pitut Saputra )

