KLATEN-METROPAGINEWS.COM ||
Pelepasan jamaah calon haji Kabupaten Klaten yang digelar di Graha Bung Karno Klaten pada Selasa pagi ini berlangsung khidmat dan penuh haru. Acara yang dihadiri oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo serta puluhan pejabat dan keluarga jamaah ini menjadi momen penting sebelum 1.114 warga Klaten berangkat menunaikan rukun Islam kelima. Suasana semakin hangat ketika Bupati hadir untuk memberikan arahan, doa, dan dukungan moral kepada seluruh jamaah (28/04/2026)
Dalam sambutannya, Bupati Hamenang menekankan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan keberangkatan dan pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar. Ia menyampaikan rasa syukur karena Kabupaten Klaten mampu memberangkatkan lebih dari seribu jamaah pada tahun ini, terbagi dalam enam kelompok terbang. “Alhamdulillah tahun ini kita memberangkatkan jamaah haji seribu lebih. Pemerintah daerah berupaya memberikan bekal agar kerinduan akan masakan Indonesia sedikit terobati selama di Tanah Suci,” ujar Bupati. Pernyataan ini menegaskan perhatian pemerintah tidak hanya pada aspek administratif, tetapi juga pada kesejahteraan dan kenyamanan jamaah selama berada jauh dari tanah air.

Lebih jauh, Bupati Hamenang memaparkan langkah-langkah konkret yang telah diambil oleh Pemkab Klaten untuk mendukung jamaah. Ia menyebutkan penyediaan bekal makanan khas Indonesia seperti lauk kering, abon, dan sambal pecel sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan semangat jamaah. “Harapannya jamaah haji Kabupaten Klaten diberikan kesehatan dan kelancaran selama prosesi haji, dari mulai berangkat, di tanah suci, dan sampai pulang lagi di tanah air,” tegasnya. Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah memprioritaskan keselamatan dan kelancaran ibadah sebagai tanggung jawab bersama.
Selain pernyataan Bupati, pihak penyelenggara dan tokoh terkait juga memberikan penjelasan mengenai teknis pemberangkatan. Panitia menjelaskan bahwa 1.114 jamaah tersebut terbagi ke dalam enam kloter yakni kloter 20, 59, 60, 61, 62, dan 81. Pembagian kloter ini dilakukan untuk memudahkan koordinasi, pengaturan transportasi, serta pendampingan selama di embarkasi dan debarkasi. Pihak terkait menegaskan kesiapan administrasi, kesehatan, dan pembekalan manasik haji sebagai bagian dari rangkaian persiapan yang matang.
Salah satu momen yang menarik perhatian publik adalah kehadiran Faliha Nazihah, seorang jamaah berusia 22 tahun dari kalangan Generasi Z. Faliha, yang masih menempuh pendidikan di bangku kuliah, menjadi simbol semangat generasi muda dalam menunaikan ibadah haji. Dalam kesempatan pamitan, Faliha menyampaikan rasa syukur dan motivasi bagi teman-teman sebayanya. “Saya daftar haji dari umur 15 tahun melalui KBIH Arofah. Alhamdulillah tahun ini diberikan kesempatan untuk berangkat bersama kedua orang tua,” ungkapnya dengan wajah ceria. Pernyataan Faliha menegaskan bahwa niat dan persiapan sejak dini dapat membuka peluang bagi generasi muda untuk menunaikan haji lebih awal.
Faliha juga memberikan pesan kepada kaum muda agar tetap istiqomah dalam beribadah dan bersabar menunggu giliran. “Buat teman-teman, kalau sudah mendaftar semoga segera diberangkatkan. Kalau belum, kita harus niat, selalu berdoa, bersyukur, dan jangan riya,” katanya. Pesan ini mendapat sambutan hangat dari keluarga jamaah dan panitia, karena mengingatkan bahwa haji adalah perjalanan spiritual yang memerlukan kesiapan batin dan fisik.
Pihak kesehatan dan pembimbing manasik juga menegaskan pentingnya kondisi fisik yang prima sebelum berangkat. Mereka mengimbau jamaah untuk menjaga pola makan, istirahat cukup, dan mematuhi anjuran medis terkait vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan. Dukungan logistik dan informasi dari pemerintah daerah serta KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) setempat dinilai krusial untuk meminimalkan kendala selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Secara keseluruhan, acara pamitan jamaah haji Kabupaten Klaten menampilkan sinergi antara pemerintah daerah, panitia penyelenggara, keluarga, dan jamaah sendiri. Pernyataan Bupati Hamenang menjadi titik fokus yang menegaskan komitmen pemerintah untuk mendampingi dan memfasilitasi jamaah, sementara suara-suara dari pihak terkait seperti Faliha dan panitia memperkaya nuansa harapan dan kesiapan. Dengan doa, dukungan, dan persiapan matang, harapan bersama adalah agar seluruh jamaah Klaten dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar, sehat, dan kembali ke tanah air membawa berkah serta pengalaman spiritual yang mendalam.
Dengan doa yang mengiringi dan dukungan nyata dari Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo serta seluruh pihak terkait, pelepasan 1.114 jamaah haji Kabupaten Klaten bukan sekadar upacara perpisahan, melainkan wujud komitmen bersama untuk menjamin kelancaran, kesehatan, dan kenyamanan selama menunaikan ibadah suci, semoga semangat generasi muda seperti Faliha menjadi inspirasi, setiap langkah di Tanah Suci diberkahi, dan para jamaah kembali ke kampung halaman dengan selamat, penuh hikmah, serta membawa berkah bagi keluarga dan masyarakat.
( Pitut Saputra )

