BerandaDaerahHarga Cabe Rawit Melonjak, Petani di Wongsorejo Sumringah Sambut Panen Kedua

Harga Cabe Rawit Melonjak, Petani di Wongsorejo Sumringah Sambut Panen Kedua

BANYUWANGI – METROPAGINEWS.COM || Harga cabe rawit di wilayah Banyuwangi mulai merangkak naik dalam sepekan terakhir. Kenaikan harga tersebut membawa angin segar bagi para petani cabe, khususnya di Kecamatan Wongsorejo, yang saat ini mulai memasuki masa panen.

Salah seorang petani cabe, Asnamo, warga Dusun Krajan, Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, mengaku bersyukur dengan kenaikan harga yang terjadi saat ini. Hal itu disampaikannya saat melakukan aktivitas petik cabe di kebunnya, Kamis (7/5/2026).

Harga Cabe Rawit Melonjak, Petani di Wongsorejo Sumringah Sambut Panen Kedua

Menurut Asnamo, panen kali ini masih belum maksimal karena sebagian besar tanaman cabe miliknya masih berwarna hijau dan belum siap dipanen seluruhnya.

“Ini panen kedua, memang belum banyak karena masih banyak yang hijau. Jadi dipetik yang merah saja. Insya Allah minggu depan hasilnya lebih banyak,” ujarnya.

BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider

Asnamo memiliki lahan pertanian seluas kurang lebih dua hektare. Namun tidak seluruh lahan ditanami cabe rawit. Ia menerapkan sistem tumpang sari dengan tanaman tembakau dan koro pedang guna memaksimalkan hasil pertanian.

Meski hasil panen belum melimpah, dirinya tetap merasa senang karena harga jual cabe saat ini sedang tinggi.
“Alhamdulillah, harganya mahal,” ucapnya singkat sambil tersenyum.

Sementara itu, Suharsono, yang akrab disapa Suage, pengepul Cabe Mahkota Rawit di wilayah Alasbuluh, membenarkan adanya lonjakan harga cabe rawit di tingkat pengepul maupun pasar.

Harga Cabe Rawit Melonjak, Petani di Wongsorejo Sumringah Sambut Panen Kedua

“Iya, harga cabe rawit sekarang naik. Seminggu lalu masih Rp29 ribu per kilogram, sekarang sudah melonjak jadi Rp53 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Kenaikan harga cabe ini disambut positif para petani, setelah sebelumnya hasil panen kurang menguntungkan. Para petani berharap harga tetap stabil hingga puncak panen dalam beberapa pekan mendatang.

(Venus)

Komentar Klik di Sini