BerandaCultureBuka Rangkaian KLIC FEST 2026 Delegasi 16 Negara Diajak Keliling Klaten, Kekayaan...

Buka Rangkaian KLIC FEST 2026 Delegasi 16 Negara Diajak Keliling Klaten, Kekayaan Budaya Dan Wisata Di Bawa Ke Hadapan Mata Dunia

KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Rangkaian KLIC Fest 2026 dibuka dengan city tour bagi delegasi 16 negara; menjelajahi destinasi budaya wayang, gerabah, batik, lurik, hingga Umbul Ponggok, dapatkan pujian dari tamu internasional.Kamis (21/5/2026)

 

Rangkaian gelaran Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 resmi dimulai dengan semarak pada Minggu (17/05/2026) melalui acara khusus city tour ke sejumlah destinasi budaya dan wisata ikonik Kabupaten Klaten. Kegiatan yang diikuti oleh delegasi dari 16 negara peserta ini menjadi pintu gerbang bagi tamu internasional untuk mengenal langsung kekayaan budaya, kerajinan tradisional, dan keindahan alam yang menjadi kebanggaan Klaten.

 

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyampaikan bahwa kedatangan delegasi internasional menjadi momen emas untuk mempromosikan potensi daerah ke kancah global. “Delegasi dari Klaten International Cycling Festival sudah mulai berdatangan. Sebagai pembukaan, kami mengajak mereka untuk ikut serta dalam kegiatan Car Free Day, karena hari ini bertepatan dengan hari Minggu. Ini menjadi kesempatan bagus bagi mereka untuk merasakan suasana kehidupan sehari-hari masyarakat Klaten,” ujarnya dengan penuh semangat.

20260521 200826 0000

PERJALANAN DIMULAI DENGAN CAR FREE DAY DAN KUNJUNGAN SANGGAR WAYANG

Kegiatan dimulai dengan jalan pagi bersama ribuan warga lokal di Car Free Day (CFD) Jalan Pemuda, di mana delegasi bisa merasakan semangat kebersamaan dan kehangatan masyarakat Klaten. Suasana penuh keceriaan tercipta saat delegasi berinteraksi langsung dengan warga, bahkan beberapa di antaranya bergabung dengan atraksi tari tradisional yang digelar di tengah jalan.

 

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Sanggar Omah Wayang, Desa Sumberejo, Klaten Selatan – salah satu pusat pengembangan seni wayang di daerah. Di sinilah para tamu dari luar negeri disuguhkan aksi khas budaya Jawa yang memukau, mulai dari penampilan dalang cilik yang penuh semangat hingga iringan musik gamelan yang dimainkan oleh pengrawit cilik dengan keahlian luar biasa.

 

Tak hanya menikmati pertunjukan, delegasi juga diajak menyaksikan proses kerajinan pembuatan wayang kulit secara langsung dari seniman asal Desa Sidowarno, Wonosari sentra pembuatan wayang kulit yang telah terkenal hingga ke mancanegara. Beberapa delegasi bahkan mendapatkan kesempatan untuk mencoba teknik mentatah (menggores) wayang kulit dengan bimbingan langsung dari para ahli, dengan hasil karya mereka sendiri sebagai kenang-kenangan berharga.

20260521 201030 0000

MENJELAJAHI KEKAYAAN KERAJINAN KHAS KLATEN

Kunjungan selanjutnya membawa delegasi ke Desa Melikan, Wedi, untuk mengenal seni pembuatan gerabah dengan teknik unik yang hanya bisa ditemukan di Klaten. Mereka menyaksikan proses pembuatan gerabah dengan menggunakan metode putaran miring – sebuah teknik tradisional yang telah diwariskan selama puluhan generasi dan tidak ada duanya di dunia. Beberapa delegasi terlihat sangat antusias saat mencoba membentuk tanah liat menjadi berbagai bentuk wadah dengan bimbingan dari perajin berpengalaman.

 

Tak berhenti di situ, rombongan kemudian berkunjung ke Desa Jarum, Bayat, untuk belajar mencanting motif batik khas Klaten. Di bawah bimbingan langsung oleh perajin batik lokal, para delegasi mencoba menorehkan motif-motif khas seperti wayang, flora, dan fauna Jawa pada kain putih, dengan hasil yang mengejutkan mereka sendiri.

 

Setelah puas mencoba kedua teknik kerajinan tersebut, perjalanan berlanjut ke Lurik Prasojo, Pedan, untuk melihat proses pembuatan lurik khas Klaten yang menjadi warisan budaya tak ternilai harganya. Para delegasi mengagumi keterampilan tangan luar biasa dari para perajin saat menyusun benang satu per satu untuk membentuk motif khas yang rumit dan indah. Mereka juga menunjukkan rasa kagum mendalam terhadap proses pembuatan lurik yang masih menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), yang mempertahankan nilai tradisional dan keaslian produk.

20260521 201243 0000

AKHIRI PERJALANAN DENGAN KEINDAHAN UMBUL PONGGOK

Rangkaian city tour yang penuh makna ditutup dengan kunjungan ke Umbul Ponggok, Polanharja – destinasi wisata alam yang terkenal dengan kejernihan air sumber alaminya. Di sinilah delegasi bisa merasakan kesegaran air yang dingin dan segar, bahkan sebagian dari mereka memilih untuk berenang atau sekadar menyegarkan diri di kolam alami yang dikelilingi pemandangan hijau yang menenangkan.

 

Vice President International Veteran Cycling Association (IVCA) Filip Pauwels mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang luar biasa bagi sejumlah delegasi yang pertama kali datang ke Indonesia. “Yang paling menarik adalah tempat ini ramah dan baru bagi saya. Saya sangat terbuka untuk setiap pengalaman. Saya menyukainya hari ini, terutama cara orang-orang di sini bersikap sangat ramah dan penuh kehangatan,” katanya dengan senyum lebar yang tak kunjung pudar.

 

Salah satu delegasi dari Jerman, Buttner, menyampaikan bahwa ini adalah kesempatan pertamanya mengunjungi Indonesia dan ia merasa sangat terkesan dengan segala hal yang ada di Klaten. “Saya benar-benar terkesan mendalam dengan keragaman yang ada di sini mulai dari keramahan warga, kekayaan budaya dan seni yang luar biasa, kuliner khas yang lezat, destinasi wisata yang memukau, hingga produk asli daerah yang memiliki nilai tinggi,” ujarnya.

 

“Saya menjadi lebih semangat lagi untuk mengeksplorasi banyak hal di sini, di Klaten. Rasanya tidak cukup hanya sehari mengelilingi Klaten. Ada begitu banyak hal menarik yang bisa kita pelajari dan nikmati. Saya bahkan sudah berencana untuk kembali beserta keluarga saya nanti,” tambahnya dengan penuh antusiasme.

 

Dengan suksesnya acara pembukaan ini, diharapkan KLIC Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi bersepeda dunia kelas, tetapi juga menjadi wahana efektif untuk mempromosikan Kabupaten Klaten sebagai destinasi wisata dan budaya yang layak untuk dikunjungi oleh wisatawan dari seluruh dunia.

 

Kekayaan budaya dan keindahan alam Klaten adalah aset berharga yang harus kita banggakan dan lestarikan. Semoga dengan kedatangan delegasi internasional ini, nama Klaten akan semakin dikenal di kancah dunia dan membawa manfaat besar bagi kemajuan pariwisata dan ekonomi daerah.

 

 

( Desi )

Komentar Klik di Sini