BerandaDaerahPKM Berdampak Undana Revitalisasi BUMDes, Perkuat Ekonomi Desa Anajiaka

PKM Berdampak Undana Revitalisasi BUMDes, Perkuat Ekonomi Desa Anajiaka

WAIBAKUL – METROPAGINEWS.COM || Universitas Nusa Cendana (Undana) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan desa.

Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berdampak 2026 yang resmi diluncurkan pada Senin (27/7/2026), berbagai tim dosen diterjunkan ke sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mendampingi masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal.

Salah satu tim yang bergerak cepat adalah Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undana yang melaksanakan kegiatan PKM di Desa Anajiaka, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, pada Selasa (28/7/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema revitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui penguatan kelembagaan dan sinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Tim PKM dipimpin oleh dosen FEB Undana, Dr. Petrus Emanuel de Rozari, M.Si., didampingi Efandri Agustian, S.E., M.M., dan Darwin Zebua, S.E., M.M.. Ketiga dosen tersebut memberikan pelatihan sekaligus pendampingan kepada pengelola BUMDes, pengurus KDMP, serta berbagai elemen masyarakat agar mampu mengembangkan lembaga ekonomi desa secara profesional dan berkelanjutan.

Ketua Tim PKM, Dr. Petrus Emanuel de Rozari atau yang akrab disapa Dr. Piet, menjelaskan bahwa revitalisasi BUMDes menjadi kebutuhan mendesak mengingat masih banyak BUMDes yang belum berfungsi optimal sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa.

Menurutnya, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih sebagai lembaga ekonomi baru harus dipandang sebagai mitra strategis, bukan pesaing. Sinergi kedua lembaga tersebut diyakini mampu memperkuat fondasi ekonomi desa melalui pengelolaan potensi lokal secara terpadu.

“BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih memiliki peran yang saling melengkapi. Apabila keduanya dikelola secara profesional dan bersinergi, maka berbagai potensi yang dimiliki Desa Anajiaka dapat berkembang menjadi sumber kesejahteraan masyarakat,” ungkap Dr. Piet.

Ia menambahkan bahwa Desa Anajiaka memiliki potensi besar yang layak dikembangkan, mulai dari kekayaan budaya, sumber daya alam, sektor pertanian lahan kering, peternakan, ekonomi kreatif, hingga modal sosial masyarakat yang kuat.

Potensi tersebut memerlukan inovasi, kreativitas, dan tata kelola yang baik agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

PKM Berdampak Undana Revitalisasi BUMDes, Perkuat Ekonomi Desa Anajiaka
BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider

Dalam kegiatan tersebut, tim FEB Undana memberikan berbagai materi pelatihan yang aplikatif, antara lain revitalisasi kelembagaan organisasi dan manajemen BUMDes, penguatan posisi strategis BUMDes dan KDMP, penyusunan business plan berbasis potensi unggulan desa, penyusunan studi kelayakan usaha yang berorientasi pada sektor peternakan dan pertanian lahan kering, hingga pembuatan platform profil desa dan katalog produk digital sederhana sebagai media promosi potensi desa.

Selain memberikan pelatihan, tim PKM juga menegaskan bahwa program ini tidak berhenti pada kegiatan sehari, melainkan akan dilanjutkan melalui pendampingan berkelanjutan.

Pendampingan tersebut diarahkan pada pengembangan sistem tata kelola yang transparan, termasuk mekanisme keterbukaan dalam pengelolaan modal usaha desa sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat dan mendorong partisipasi warga dalam membangun ekonomi desa.

Kegiatan PKM diikuti dengan antusias oleh 25 peserta yang terdiri atas pengelola BUMDes, pengurus Koperasi Desa Merah Putih, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta tokoh perempuan di Desa Anajiaka.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung aktif mengenai strategi pengembangan usaha desa, penguatan kelembagaan, hingga peluang pemasaran produk lokal.

Kepala Desa Anajiaka, Agustinus Laba Kasedu, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Universitas Nusa Cendana, khususnya Tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yang telah memilih Desa Anajiaka sebagai lokasi pelaksanaan PKM Berdampak 2026.

Ia berharap pendampingan yang diberikan tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi terus berlanjut hingga mampu melahirkan BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih yang sehat, produktif, dan menjadi penggerak utama peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Nusa Cendana dan Tim FEB Undana atas perhatian dan kepeduliannya terhadap pembangunan ekonomi desa kami. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya melalui penguatan lembaga ekonomi desa,” ujar Agustinus.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengelolaan usaha desa yang lebih profesional, kegiatan PKM ditutup dengan penyerahan bantuan berupa perangkat administrasi keuangan dan pembukuan kepada pengelola BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih Desa Anajiaka.

Melalui Program PKM Berdampak 2026, Universitas Nusa Cendana kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui pengabdian yang berorientasi pada pemberdayaan.(*)

(Alberto)

Komentar Klik di Sini