BerandaBudayaBumDes Jaya Janti Tampil Eksotis di Klaten Lurik Night Carnival 2026

BumDes Jaya Janti Tampil Eksotis di Klaten Lurik Night Carnival 2026

KLATEN – METROPAGINEWS.COM ||
Malam yang dipenuhi gemerlap lampu dan riuh tepuk tangan, BumDes Jaya Janti Polanharjo tampil eksotis dan memukau dalam Klaten Lurik Night Carnival, pada 27 Juli 2026 menghadirkan pertunjukan yang bukan sekadar estetika panggung tetapi juga pesan kuat tentang pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi lokal. Di bawah kepemimpinan Diena Nugrahaini, manajer BumDes, tim Jaya Janti hadir sebagai duta budaya yang memperkenalkan Janti Park, destinasi wisata desa yang dikelola oleh BumDes, kepada ribuan pengunjung yang memadati arena malam itu (28/07/2026)

Persiapan tim berlangsung intens dan terencana. Konsep kostum mengangkat motif lurik khas Klaten yang dipadu dengan sentuhan batik kontemporer sehingga menghasilkan tampilan yang memikat di bawah sorot lampu. Setiap helai kain dipilih dengan cermat untuk menonjolkan tekstur dan warna yang merefleksikan identitas Polanharjo, kombinasi garis lurik yang tegas dan motif batik yang lembut menciptakan harmoni visual yang kuat. Koreografi parade dirancang untuk menceritakan narasi lokal, dari kisah mata air Janti yang menyegarkan hingga dinamika kehidupan masyarakat desa, sementara tata rias, properti, dan narasi panggung disusun agar penampilan menjadi medium edukasi sekaligus hiburan.

Kontingen BumDes Jaya Janti ( dok foto @ Pitut Saputra )
Kontingen BumDes Jaya Janti ( dok foto @ Pitut Saputra )

Dalam persiapan tersebut, keterlibatan perajin lokal menjadi prioritas. Pembuatan kostum dan aksesori melibatkan pengrajin tenun lurik setempat sehingga proses kreatif tidak hanya menghasilkan produk panggung, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi bagi komunitas. Pelibatan ini memperkuat pesan bahwa festival bukan hanya ajang kompetisi, melainkan ruang kolaborasi antara seni, tradisi, dan ekonomi.

Lurik diposisikan oleh tim bukan sekadar kain atau kostum, melainkan medium narasi budaya. Dalam setiap gerak dan tampilan, terdapat simbolisme yang sengaja disisipkan, garis lurik dimaknai sebagai tekad dan keteguhan, sementara lambaian kain menggambarkan aliran air yang menjadi ikon Janti Park. Tim menampilkan figur-figur simbolis seperti ksatria dan dewi air Janti untuk menghidupkan mitos lokal dan mengaitkannya dengan fungsi ekologis mata air sebagai sumber kehidupan.

Selain estetika, penampilan juga berfungsi sebagai sarana edukasi. Di sela-sela parade, tim menyampaikan penjelasan singkat tentang makna motif, teknik tenun, dan peran lurik dalam kehidupan masyarakat Polanharjo. Pendekatan ini bertujuan agar generasi muda memahami akar budaya mereka dan agar penonton, baik lokal maupun wisatawan mendapatkan konteks yang lebih dalam tentang apa yang mereka saksikan.

Partisipasi BumDes Jaya Janti dirancang sebagai strategi promosi terintegrasi. Dokumentasi foto dan video direkam secara profesional untuk kampanye digital pasca-festival, dengan tujuan memperluas jangkauan promosi dan menarik wisatawan dari luar kabupaten. Materi visual ini akan digunakan untuk mengundang kolaborasi dengan pelaku pariwisata regional, platform digital, dan agen perjalanan.

“Kami tidak hanya ingin tampil eksotis di panggung, tujuan kami juga turut memperkenalkan Janti Park sebagai destinasi yang menarik dan ramah komunitas serta keluarga. Festival ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa pariwisata desa bisa tumbuh tanpa mengorbankan identitas budaya,” ujar Diena Nugrahaini, manajer BumDes Jaya Janti. Melalui kolaborasi dengan perajin lokal dan dokumentasi yang matang, kami juga berharap ke depan Janti Park makin dikenal luas serta minat kunjungan wisata ke Janti Park bisa meningkat sehingga memberi manfaat ekonomi langsung bagi warga.

Dampak ekonomi dari partisipasi ini bersifat berlapis. Secara langsung, warga yang terlibat sebagai penampil, perancang kostum, pengrajin, dan kru produksi memperoleh penghasilan tambahan. Keterlibatan perajin lokal dalam pembuatan kostum memberi nilai tambah ekonomi nyata bagi pengrajin tenun lurik dan pembuat aksesori. Secara tidak langsung, peningkatan visibilitas Janti Park membuka peluang usaha baru seperti paket wisata tematik, workshop tenun lurik untuk wisatawan, serta penjualan oleh-oleh berbasis kain lurik dan produk olahan lokal.

Untuk memaksimalkan manfaat tersebut, BumDes Jaya Janti kedepan merencanakan pelatihan singkat bagi warga tentang keterampilan presentasi, pelayanan pengunjung, dan manajemen stan. Pendekatan partisipatif ini memperkuat rasa memiliki terhadap Janti Park dan membangun jaringan promosi yang lebih luas ketika warga kembali ke komunitas masing-masing.

Partisipasi di Klaten Lurik Night Carnival 2026 menjadi titik awal bagi program lanjutan BumDes Jaya Janti. Rencana ke depan mencakup pengembangan paket wisata tematik yang terintegrasi dengan kalender pariwisata Klaten, penyelenggaraan workshop kolaborasi tenun secara berkala, serta upaya menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah dan platform digital untuk memperluas pemasaran. Dengan manajemen yang matang, keterlibatan komunitas, dan strategi promosi yang terarah, Janti Park berpeluang menjadi destinasi yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga kaya makna dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Langkah yang diambil BumDes Jaya Janti Polanharjo menunjukkan bahwa ketika budaya, ekonomi, dan pariwisata dipadukan secara bijak, hasilnya bukan hanya pertunjukan yang memukau tetapi juga peluang kesejahteraan yang berkelanjutan bagi komunitas desa.

( Pitut Saputra )