BerandaDaerahHening di Tengah Gebyar Bumiayu Fair, Panitia dan Pengunjung Gelar Doa Bersama...

Hening di Tengah Gebyar Bumiayu Fair, Panitia dan Pengunjung Gelar Doa Bersama untuk Korban Gedung Hogwan

BREBES – METROPAGINEWS.COM || Suasana Gebyar Bumiayu Fair (GBF) 2026 di Lapangan Asri, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berlangsung berbeda pada Minggu (30/8/2026) malam.

 

Di tengah keramaian kegiatan, panitia bersama para pengunjung GBF 2026 menggelar doa bersama untuk mendoakan para korban meninggal dunia dalam musibah ambruknya Gedung Hogwan di Bumiayu.

20260831 084146 0000

Doa bersama dipimpin langsung oleh Gus Nahib dari Pondok Pesantren Al Hikmah 1 Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes.

Suasana haru dan khidmat terasa ketika seluruh panitia dan pengunjung menundukkan kepala serta bersama-sama memanjatkan doa bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Ketua Panitia GBF 2026, Edi Riyanto, S.H., M.H., menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban.

“Atas nama seluruh panitia Gebyar Bumiayu Fair 2026, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diterima seluruh amal ibadahnya dan mendapatkan husnul khatimah,” ujar Edi.

Ia juga berharap keluarga korban diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.

Sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian kepada para korban serta keluarga yang sedang berduka, panitia GBF 2026 memutuskan meniadakan seluruh agenda hiburan di panggung utama pada Minggu malam hingga Senin dini hari.

Keputusan tersebut diambil karena sebagian keluarga korban berada di sekitar lokasi GBF. Bahkan, rumah keluarga korban diketahui berada tidak jauh dari Lapangan Asri Bumiayu.

Sebagai pengganti rangkaian hiburan, panitia menggelar doa bersama secara khusus untuk para korban.

“Ini adalah bentuk penghormatan kami kepada para korban dan keluarga yang sedang berduka. Malam ini tidak ada acara hiburan di panggung utama. Kita bersama-sama berdoa untuk saudara-saudara kita yang menjadi korban,” kata Edi.

Sebelumnya, musibah terjadi setelah bagian tembok depan Gedung Bulutangkis Hogwan di Bumiayu ambruk dan menimpa sejumlah rumah warga di sekitarnya.

Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Musibah ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Bumiayu dan masyarakat Kabupaten Brebes.

Doa bersama di tengah pelaksanaan GBF 2026 menjadi bentuk solidaritas dan penghormatan terhadap para korban, sekaligus menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap keluarga yang tengah berduka.

(Mistam)

Komentar Klik di Sini