BerandaDaerahSarasehan ETK Kaligondang Teguhkan Semangat Regenerasi Pramuka

Sarasehan ETK Kaligondang Teguhkan Semangat Regenerasi Pramuka

PURBALINGGA — METROPAGINEWS.COM || Estafet Tunas Kelapa (ETK) bukan sekadar tradisi membawa lambang Gerakan Pramuka dari satu wilayah ke wilayah lain. Di balik perjalanan Tunas Kelapa, terdapat pesan tentang kesinambungan perjuangan, persaudaraan, pengabdian, dan regenerasi anggota Pramuka.

Pesan tersebut mengemuka dalam Sarasehan Estafet Tunas Kelapa yang digelar Kwartir Ranting (Kwarran) Kaligondang di Balai Desa Penolih, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (5/9/2026).

Sarasehan menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan ETK Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah 2026 yang melintasi wilayah Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga.

Kamabiran Kwarran Kaligondang sekaligus Camat Kaligondang, Kak Setyo Iman Santosa, S.Kom., M.PA., dalam sambutannya mengatakan ETK perlu dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan dan semangat pengabdian, bukan hanya kegiatan seremonial.

“Estafet Tunas Kelapa menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan membangun semangat gotong royong. Nilai-nilai tersebut harus terus dihidupkan dalam setiap kegiatan kepramukaan dan diwujudkan dalam pengabdian kepada masyarakat,” ujar Setyo.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur dalam ETK juga menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana semangat yang dibawa dalam ETK ini tidak berhenti ketika estafet selesai. Semangat persaudaraan, kepedulian, kedisiplinan, dan pengabdian harus terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Sarasehan ETK Kaligondang Teguhkan Semangat Regenerasi Pramuka

BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider

Sementara itu, Ketua Kwarran Kaligondang, Kak Suparman, mengatakan perjalanan Tunas Kelapa memiliki makna simbolik tentang keberlanjutan Gerakan Pramuka.

“Kegiatan Estafet Tunas Kelapa bukan sekadar kegiatan perjalanan membawa lambang Gerakan Pramuka. Lebih dari itu, Estafet Tunas Kelapa merupakan simbol kesinambungan perjuangan, semangat persaudaraan, pengabdian, dan regenerasi Gerakan Pramuka,” ujar Suparman.

Ia menjelaskan, Tunas Kelapa yang diestafetkan dari satu tempat ke tempat lain mengandung pesan bahwa semangat Pramuka harus terus tumbuh, bergerak, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Melalui kegiatan sarasehan ini, kami berharap tidak hanya terjadi pertemuan secara fisik, tetapi juga terjadi pertukaran gagasan, pengalaman, dan semangat untuk bersama-sama memajukan Gerakan Pramuka di Kwarran Kaligondang,” katanya.

Dalam sarasehan tersebut, Suparman juga menyampaikan materi kilas balik perjalanan ETK sebagai ruang refleksi untuk memahami kembali nilai dan sejarah kegiatan tersebut dalam Gerakan Pramuka.

Sarasehan diharapkan tidak berhenti sebagai forum nostalgia, tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen bersama untuk menjaga kesinambungan Gerakan Pramuka melalui pembinaan generasi muda dan pengabdian kepada masyarakat.

(Sambudi)

Komentar Klik di Sini