KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Bapas Klaten gelar Bimbingan Kepribadian bertema tingkatkan religiusitas. Narasumber Kepala KUA Prambanan tekankan iman-taqwa sebagai landasan perbaikan diri. Pendekatan humanis bantu klien kembali bermartabat di masyarakat.Rabu (23/9)
Pendekatan spiritual dan pembentukan karakter terus diperkuat Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Klaten. Pada Rabu (23/9), Bapas Klaten menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Kepribadian bagi Klien Pemasyarakatan, bertempat di Musala Bapas Klaten. Kegiatan ini ditujukan untuk memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus membentuk pribadi yang lebih tangguh, bermartabat, dan bermanfaat di tengah masyarakat.
Mengangkat tema “Meningkatkan Religiusitas dengan Semangat Pemasyarakatan: Memanusiakan Manusia”, kegiatan ini diikuti penuh antusiasme oleh para klien. Hadir sebagai narasumber, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Prambanan, Ikhsan Harjanto.

INTI PEMBINAAN
Ikhsan Harjanto menyampaikan bahwa keimanan dan ketakwaan menjadi fondasi paling kokoh bagi seseorang yang ingin berubah dan memperbaiki diri. Nilai-nilai luhur agama diharapkan mampu menjadi pedoman hidup: mengendalikan diri dari perbuatan keliru, mengambil keputusan yang bijak, hingga membangun kembali hubungan yang harmonis dengan keluarga dan lingkungan sekitar.
“Religiusitas bukan sekadar ibadah rutin, melainkan mengubah sikap dan perilaku. Agar setiap langkah kita sadar, bertanggung jawab, dan tidak menyakiti orang lain,” semangat inilah yang ditanamkan kepada seluruh peserta.
Tema “memanusiakan manusia” ditegaskan sebagai inti dari pelaksanaan pemasyarakatan. Bapas Klaten tidak hanya mengawasi, melainkan membuka ruang luas bagi setiap klien untuk berbenah, mengembangkan potensi yang terpendam, dan kembali menjalankan peran yang berguna bagi sesama.

TUJUAN DAN HARAPAN
Melalui bimbingan ini, Bapas Klaten berupaya membekali setiap klien dengan kekuatan batin yang kuat: mampu hidup mandiri dan bertanggung jawab, serta menjauhi perilaku yang melanggar hukum. Kegiatan berlangsung tertib dan interaktif — para klien tidak hanya mendengarkan, tetapi juga berdiskusi secara terbuka tentang cara menerapkan nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari.
Bapas Klaten berkomitmen menjadikan pembimbingan berkelanjutan ini sebagai jalan utama: mengedepankan pendekatan yang manusiawi, penuh penghargaan, dan membangun harapan. Tujuannya satu mewujudkan klien pemasyarakatan yang berubah, berkembang, dan kembali berkontribusi secara positif bagi keluarga, lingkungan, serta bangsa. Pemasyarakatan yang benar-benar memanusiakan manusia.
( Desi )



Komentar Klik di Sini