KLATEN – METROPAGINEWS.COM || 3 hari pesta kreativitas ML, Pentas Seni Gedruk,Jathilan, hingga karnaval tema viral & bermakna. 666 siswa 21 kelas: lucu, unik, mendidik. Kepala Sekolah: kegembiraan polos, tetap kondusif itulah karakter yang terbentuk.Jumat (2/10)
Tiga hari berturut-turut, suasana di lingkungan SMP Negeri 1 Jatinom benar-benar hidup, berwarna, dan tak terlupakan! Puncak perayaan HUT ke-61 pada 30 September 2026 menjadi bukti nyata: 666 siswa dari 21 kelas bukan hanya cerdas di ruang kelas mereka juga luar biasa kreatif, kompak, dan tahu cara bersenang-senang dengan cara yang positif.

Hari demi Hari, Semakin Meriah
Rangkaian acara berjalan penuh semangat sejak hari pertama:
– Senin (28/9) Suasana memanas dengan Lomba Mobile Legends yang seru sekaligus Lomba Kebersihan Kelas yang melatih kerapian dan tanggung jawab bersama.
– Selasa (29/9) Panggung seni tampil megah. Gedruk dan Jathilan menghiasi panggung, menampilkan kekayaan budaya lokal yang tetap hidup di kalangan generasi muda.
– Rabu (30/9) Hari puncak! Inilah saat yang paling ditunggu: Karnaval Kostum Kreativitas yang benar-benar mencuri perhatian semua mata.

Karnaval: Dari yang Bikin Tertawa Hingga yang Mengandung Pesan
Setiap kelas tampil dengan tema yang berbeda, unik, dan sepenuhnya lahir dari ide anak-anak sendiri. Tak hanya indah, banyak yang menyisipkan pesan mendalam:
– Taman Bunga warna-warni menyegarkan pandangan
– Ubur-Ubur imajinasi yang luwes dan cantik
– Tikus Korupsi pesan tegas tentang ketidakjujuran, dikemas dengan cerdas
– Polwan & Polisi Tangkap Penjahat penghormatan sekaligus pembelajaran tentang ketertiban dan perlindungan
– Keluarga Tawon kostum kuning-hitam serempak, heboh dan kompak
– Kepala Suku gagah berani lengkap aksesoris, menghormati kearifan leluhur
– Drakula horor yang lucu, tak menakuti, justru menghibur
– Pakaian Hitam-Hitam tampil necis, misterius, dan berkesan elegan
– Kaos Putih-Putih bersih, serasi, memancarkan kesederhanaan dan kebersamaan
“Setiap kelas punya ide liar masing-masing. Inilah bukti kreativitas anak-anak SMPN 1 Jatinom itu tanpa batas. Dari yang viral, yang lucu, sampai yang mengandung pesan moral seperti Tikus Korupsi semua mereka kemas jadi karnaval yang mendidik,” ungkap Kepala Sekolah, Indarto.

Bernyanyi, Bergoyang Tetap Tertib dan Bahagia
Kemeriahan tak berhenti di pawai. Panggung hiburan menjadi milik siswa suara emas bergantian terdengar, semua bergoyang bersama di lapangan. Dan inilah yang paling menyentuh hati: di tengah tawa dan kegembiraan, suasana tetap kondusif, tertib, dan damai.
“Mereka paham: hiburan itu luapan kegembiraan yang polos. Jujur dari hati anak-anak. Tak ada yang anarkis. Semua bahagia dengan cara yang positif. Inilah yang kami sebut pembentukan karakter yang berhasil,” tambah Indarto dengan bangga.
Para guru pun tak ketinggalan memeriahkan tampil kompak memainkan Angklung secara harmonis, sementara tim Pencak Silat juara Popda memukau penonton dengan atraksi meniup api, kekuatan fisik, dan ketangkasan senjata.

Tumpeng, Balon, dan Harapan untuk Masa Depan
Momen sakral pemotongan tumpeng dan pelepasan balon ke angkasa dipimpin Kepala Sekolah sebagai tanda syukur atas 61 tahun perjalanan sekolah yang tak pernah berhenti melangkah maju. Acara ditutup dengan santunan kepada yang membutuhkan serta pembagian doorprize yang disambut sorak kegembiraan meriah.
Ketua OSIS, Syafiq, mengaku bangga mewakili teman-temannya:
“Senang banget! Semua tema keluar dari Keluarga Tawon sampai Drakula dan Kaos Putih-Putih. Kami bisa berekspresi bebas, tapi tetap sopan dan kondusif. Itu yang paling kami banggakan.”
HUT ke-61 ini bukan sekadar pesta ia adalah bukti bahwa kegembiraan dan pendidikan bisa berjalan beriringan. Di sini anak-anak belajar berkreasi, berani tampil, menghormati budaya, menyampaikan pesan, dan tetap menjaga ketertiban. Inilah SMPN 1 Jatinom tempat di mana anak-anak tumbuh cerdas, kreatif, dan berhati mulia. Selamat ulang tahun yang ke-61, teruslah menjadi kebanggaan Jatinom!
( Desi )



Komentar Klik di Sini