KLATEN – METROPAGINEWS.COM || SMPN 1 Jatinom genap 61 tahun perayaan berpadu Hari Berkabung Nasional, bendera setengah tiang. Tanpa pungutan, murni mandiri 10 sponsor. Indarto tekankan: karakter lahir dari kolaborasi sekolah orang tua ,wali kelas.Jumat (2/10)
Tanggal 30 September 2026 menjadi momen yang sarat makna bagi keluarga besar SMP Negeri 1 Jatinom. Tepat bertepatan dengan Hari Berkabung Nasional dan menjelang Hari Kesaktian Pancasila, sekolah kebanggaan warga Jatinom ini genap berusia 61 tahun berdiri kukuh terus mencetak generasi penerus bangsa. Dengan 666 siswa dari 21 kelas, puncak perayaan tidak diisi hura-hura, melainkan dijadikan momen emas menempa karakter dan menanam nilai kebangsaan.

Bendera Setengah Tiang: Penghormatan, Introspeksi, Langkah Maju
Kegiatan diawali dengan penaikan bendera setengah tiang bentuk penghormatan tertinggi kepada para pahlawan revolusi sekaligus pengingat: kemerdekaan dan kemajuan yang dirayakan hari ini tidak datang tanpa pengorbanan.
Kepala SMPN 1 Jatinom, Indarto, yang telah tiga tahun menakhodai lembaga ini, menyampaikan bahwa peringatan ini bukan sekadar pesta ulang tahun.
“Bukan sekadar seremoni. Ada makna mendalam di setiap kegiatan. Anak-anak ikut berpartisipasi, belajar, dan membentuk karakter tanpa mereka sadari,” ujarnya dalam wawancara.

Perlombaan & Pentas Seni: Menempa Karakter Secara Halus
Melalui lomba yel-yel, kebersihan kelas, pentas seni, hingga karnaval sekolah tidak sekadar mencari juara, melainkan menumbuhkan:
– Kreativitas dan keberanian berekspresi
– Jiwa kepemimpinan dan rasa percaya diri
– Kekompakan tim dan semangat gotong royong
Semua itu terjadi secara alami, terintegrasi dalam kegiatan yang menyenangkan namun bermakna mendalam.
Wali Kelas: Garda Terdepan Pembentuk Karakter
Indarto memberikan apresiasi istimewa kepada para Wali Kelas yang menjadi penggerak utama keberhasilan acara ini.
“Peran mereka sangat vital. Bukan sekadar mengajar mereka adalah orang tua kedua di sekolah. Paling paham karakter setiap anak, membimbing, memotivasi, memastikan tak ada yang tertinggal. Kekompakan Wali Kelas inilah kunci utamanya,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menegaskan tiga pilar pendidikan harus berjalan beriringan: sekolah, wali kelas, dan orang tua.
“Fondasi akhlak dan kedisiplinan dibangun di rumah. Sekolah memoles dan mengasah. Tak bisa satu pihak memikul semuanya. Mari kita jaga bersama,” pesannya.
Tanpa Pungutan Se Rupiah Murni Mandiri “Dari Kita, Untuk Kita”
Seluruh rangkaian perayaan dikelola secara mandiri dan berintegritas. Tidak ada pungutan sepeser pun dari orang tua murid biaya murni dari sekolah serta dukungan 10 sponsor. Prinsip ini menjadi teladan nyata bagi para siswa: kebersamaan dan kerja keras lebih berharga daripada uang.

Semangat OSIS: Belajar Memimpin, Tumbuh Bertanggung Jawab
Ketua OSIS, Syafiq, memaparkan rangkaian kegiatan telah berjalan sejak Senin (28/9) mulai lomba, pentas seni, hingga penutup dengan pemotongan tumpeng, santunan, dan pembagian door prize.
“Saya merasakan perubahannya sendiri lebih percaya diri, lebih mengerti tanggung jawab. Semoga SMPN 1 Jatinom terus maju dan menjadi kebanggaan kita semua,” ujarnya.
61 tahun bukan sekadar angka ia adalah bukti keteguhan, kesetiaan, dan kebersamaan. Di hari yang penuh makna ini, SMPN 1 Jatinom tidak hanya merayakan usia, melainkan meneguhkan tekad: terus mencetak generasi yang cerdas pikirannya, kokoh imannya, dan luhur budinya. Selamat HUT ke-61 tumbuh, berkarya, dan bermanfaat untuk Jatinom, untuk Klaten, untuk Indonesia.
( Desi )



Komentar Klik di Sini