BerandaPemerintahBangun Pribadi, Usik Nurani: Pulihkan Diri Menuju Pribadi Baru

Bangun Pribadi, Usik Nurani: Pulihkan Diri Menuju Pribadi Baru

KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Bapas Klaten laksanakan bimbingan kepribadian metode individual. Pendampingan langsung: bangun karakter, tingkatkan kesadaran diri, tanam disiplin & tanggung jawab. Klien: hadir untuk penuhi kewajiban & terima kasih selalu diingatkan tak ulangi pelanggaran hukum.Selasa (13/10)

 

Perubahan dimulai dari dalam diri sendiri. Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Klaten melaksanakan kegiatan bimbingan kepribadian bagi Klien Pemasyarakatan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pendampingan berkelanjutan untuk mendukung proses reintegrasi sosial klien di tengah masyarakat.

20261013 201328 0000

Pendekatan Individual: Berbicara Langsung dari Hati ke Hati

Bimbingan kepribadian dilaksanakan menggunakan metode individual Pembimbing Kemasyarakatan bertemu dan berdialog langsung dengan masing-masing klien. Pendekatan ini memungkinkan arahan, motivasi, dan penguatan nilai positif dapat tersampaikan secara lebih personal, tepat sasaran, dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing klien.

Fokus utamanya: membentuk karakter yang lebih baik, meningkatkan kesadaran diri, menanamkan sikap disiplin dan tanggung jawab, serta memperkuat pemahaman terhadap norma hukum dan norma sosial yang berlaku. Di ruang yang aman ini, klien juga diberi kesempatan menyampaikan kendala yang dialami, melakukan refleksi diri, dan menyusun langkah-langkah positif ke depan.

Hadir Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Langkah Perubahan

Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Klaten, Rama, menjelaskan pentingnya kehadiran dan keterbukaan klien:

“Kehadiran klien dalam bimbingan merupakan bagian dari kewajiban program reintegrasi sosial. Namun lebih dari itu, di sinilah kendala dapat disampaikan, lalu kita cari solusi bersama. Kita susun langkah korektif agar klien semakin mantap menjalani kehidupan di masyarakat,” ujar Rama.

Suara tulus datang dari salah satu klien, SM, yang menyampaikan:

“Saya hadir di sini sebagai bentuk komitmen menjalani kewajiban bimbingan. Selain itu, saya berterima kasih karena selalu diingatkan untuk senantiasa menjaga sikap dan perilaku agar tidak mengulangi pelanggaran hukum,” ungkapnya dengan tulus.

Bimbingan kepribadian bukan sekadar seremonial pertemuan ini adalah ruang untuk menyentuh nurani, membangun kesadaran, dan memantapkan langkah menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan pendampingan yang humanis dan komunikasi yang terbuka, diharapkan setiap klien semakin percaya diri, berkomitmen kuat untuk tidak tergelincir kembali, dan mampu berkontribusi secara positif di lingkungannya.

 

 

( Desi )

Komentar Klik di Sini